Puasa Korupsi Hibah

Penulis: Eko Supriatno. Beliau adalah Pembina Future Leader for Anti Corruption (FLAC) Regional Banten.

SEBAGAI umat Islam kita patut bersukur karena bisa dipertemukan kembali dengan tamu agung, yaitu bulan suci Ramadan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ramadan kali ini cukup semarak dengan berbagai ritual ibadah. Selain puasa dan salat wajib lima waktu, juga ada salat sunah tarawih berjamaah, tadarus Al-qur’an, zakat, dan iktikaf di masjid, mushala, atau surau.

Tiap malam selama Ramadan, hampir semua masjid dan musala penuh sesak oleh umat Islam yang beribadah.

Puasa kali ini hadir di tengah kondisi Banten yang belum sembuh dari berbagai krisis, terutama krisis kejujuran.

Baca Juga

A. Muhaimin Iskandar dalam bukunya Inspiring Ramadhan (2010) menjelaskan, pada hakikatnya puasa bukan terletak pada menahan haus dan lapar, tetapi pada kemampuan untuk mentransendensikan puasa agar menjadi umat yang bertakwa dalam arti yang sesungguhnya, yaitu komitmen hidup untuk selalu memperjuangkan kebenaran, kejujuran, dan nilai-nilai keadilan.

Puasa yang Allah Subhanahu wa ta’ala perintahkan merupakan sebuah upaya untuk mengantarkan manusia pada derajat takwa yang sebenarnya. Puasa adalah media paling efektif bagi seluruh umat manusia untuk menjadi pribadi-pribadi yang berkarakter luhur.

Sebab, bulan puasa akan mendidik kita untuk kembali pada fitrah. Fitrah dari segala perbuatan yang dilarang oleh agama termasuk praktik korupsi. Bagi penulis, korupsi sesungguhnya adalah ‘tragedi kemanusiaan’.

Sebuah ironi besar lantas menampar ‘kekhusuan puasa’ dan wajah Islam di negeri ini. Kurang lebih 90% penduduk Indonesia adalah muslim.

Sementara Banten adalah provinsi dengan jumlah penduduk muslim terbesar di Indonesia yaitu 94,67% (Sumber BPS 2020) masih saja ditahbiskan sebagai daerah terkorup dengan predikat nyaris sempurna. Padahal, setiap tahun selama sebulan penuh mereka dilatih menahan diri dan mengasah jiwa melalui ibadah puasa.

Ya, Indonesia dan Banten belum dapat melepas predikat sebagai negara dan daerah dengan tingkat korupsi tinggi. Korupsi bahkan cenderung meluas dan ‘berjamaah’ melibatkan pejabat dari berbagai tingkatan.

Karena mayoritas penduduk muslim, dapat dipastikan bahwa mayoritas pelaku korupsi adalah beragama Islam. Melihat fenomena ini, tak berlebihan bila dikatakan bahwa tak ada korelasi antara kemarakan kegiatan ibadah dan rendahnya tingkat korupsi. Padahal mestinya berbanding terbalik: makin marak kegiatan ibadah, makin rendah tingkat korupsi.

Foto: Ilustrasi korupsi (Google/Istimewa).

Yang tidak bisa dimengerti, mengapa tindak pidana korupsi, justru terjadi di ‘daerah’ sebagai mayoritas warga yang beragama islam?

Perintah Allah Swt. untuk tidak mencuri, mengambil milik orang lain, atau korupsi, yang ada dalam Al-Qur’an tampaknya tak punya pengaruh lagi.

Meski nama Allah Swt. tiap saat disebut, tapi tanpa malu, korupsi juga terus dilakukan. Malah, seolah generasi baru koruptor tiada habis-habisnya bermunculan, meski sebagian koruptor kakap sudah ditangkap dan dipenjara.

Ini menjadi refleksi dan tantangan tersendiri bagi umat Islam, terutama ulama dan umara. Kembali ke Ramadan, tujuan berpuasa adalah agar kita menjadi pribadi-pribadi yang bertakwa, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah Ayat (183) yang artinya:

“Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu, agar kamu menjadi orang yang bertakwa’’.

Untuk mencapai derajat takwa, kita meninggalkan larangan-Nya dan mengerjakan perintah-Nya, serta beramal saleh atau mengerjakan kebaikan. baik menyangkut kesalehan individual, yakni hubungan kita dengan Allah atau hablum minallah, dan kesalehan sosial, yakni hubungan antarmanusia atau hablum minannas.

Ritual keagamaan idealnya harus membuahkan perilaku terpuji, bukan buruk dan jahat seperti korupsi. Sayang, ritual keagamaan tidak menghasilkan buah perubahan hidup secara konkret. Banyak yang hanya mencari pujian agar citranya terdongkrak. Tindak korupsinya tidak ketahuan.

Puasa bagi yang tersangkut korupsi masih sebatas menghasilkan kesalehan individual, belum kesalehan sosial. Kesalehan individual ini pun masih bias atau fatamorgana, karena sejatinya dengan melakukan korupsi, berarti kita tidak takut kepada Allah. Kita tidak takut melakukan dosa.

Bagaimana dengan kesalehan sosial? Bagi yang tersangkut korupsi, masih jauh. Pasalnya korupsi adalah antisosial. Korupsi merupakan merampas hak orang lain, mengambil uang yang bukan miliknya. Lebih tegas lagi uang negara, uang yang sebagian besar berasal dari pajak rakyat.

Foto: Ilustrasi korupsi dana hibah Ponpes (Google/Istimewa).

Korupsi Hibah Bansos Ponpes

Menurut tokoh pendiri Banten sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (​PBMA) KH. Embay Mulya Syarief, jika terbukti ada tindakan korupsi dana hibah Ponpes, perbuatan itu sangat memalukan baik bagi pemerintahan maupun umat muslim di Banten.

Ya, bagi penulis Banten ini begitu ahli menghancurkan diri sendiri lewat korupsi. Bayangkan, lewat simbol-simbol agama yang meriah di luar, semarak pula korupsi di semua lini kehidupan.

Korupsi sesungguhnya merupakan masalah paling besar dan mendesak dituntaskan karena sangat menghambat upaya meraih kemajuan dan kebaikan bersama (bonum commune).

Lagi pula, korupsi semakin pelik dan rumit karena ‘berjamaah’. Mereka bahkan tega mempermainkan kepercayaan rakyat dan menistakan agama.

Maka, publik sangat mendukung langkah Kejaksaan Tinggi Banten untuk mengusut kasus dugaan korupsi dana bantuan Pondok Pesantren tahun anggaran 2020 senilai Rp 117 miliar yang tengah menjadi sorotan publik. Kejati telah menetapkan satu orang tersangka kasus tersebut.

Seperti kita, sebelumnya Gubernur Banten Wahidin Halim juga sangat kesal ketika menanggapi kasus korupsi dana bantuan Pondok Pesantren (8/4/2021). Wahidin Halim menganggap kasus ini memberi efek buruk semua lini.

Infonya, Wahidin Halim (WH) sendiri yang melaporkan program bantuan dana ponpes atau pondok pesantren di Banten tahun anggaran 2020 ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten. Langkah pelaporan dilakukan dalam rangka memberi penegasan terhadap sikap Pemprov Banten. Pihaknya tak ingin membuka ruang yang dimanfaatkan oleh oknum tertentu yang memiliki niat untuk melakukan tindak pidana korupsi.

Diakuinya, untuk memberangus tindak pidana korupsi memang tak mudah. Diperlukan sebuah kerja keras, komitmen, dan kesungguhan dalam rangka membangun integritas. WH juga menjamin, tidak akan memberi pembelaan jika yang terbukti melakukan penyelewengan adalah dari jajarannya.

Bagi penulis, inilah momentum dan sudah saatnya pemerintah daerah untuk berpikir strategis agar dana hibah benar-benar menjadi penunjang pencapaian sasaran program dan kegiatan pemerintah daerah sesuai urgensi dan kepentingan daerahnya.

Tak berlebihan juga, penulis apresiasi terhadap sebuah lembaga yaitu Aliansi Lembaga Independen Peduli Publik (ALIPP) yang membawa persoalan ini ke Kejati Banten untuk melakukan tindakan hukum terhadap para terlapor yang diduga melakukan korupsi.

Baca Juga

Direktur Eksekutif ALIPP Uday Suhada sendiri yang langsung menyerahkan laporan dugaan korupsi hibah Ponpes di Banten ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten dan meminta kejaksaan tidak tebang pilih dan harus menuntaskan penanganan kasus tersebut.

Ini harus kita support dan dukung, karena pada masa lalu, gara-gara berani mengungkap kasus seperti ini, para aktivis antikorupsi dikriminalisasi dan coba terus diperlemah dari berbagai sisi. Jelas upaya Banten untuk meraih kemajuan dan disegani hanya akan angan-angan, jika civil society sebagai lembaga kontrol sosial andalan pemberantasan korupsi, akhirnya dimandulkan, apalagi dipandang sebelah mata.

Momentum Berantas Korupsi

Membidik korupsi hibah bansos pondok pesantren adalah lemahnya aspek pengawasan dalam proses perencanaan, penganggaran, dan realisasi anggaran hibah dan bansos. Memang agak membingungkan!

Mengharapkan pengawasan internal dari inspektorat, itu hanya sia-sia manakala eksekutif justru ikut dalam penyelewengan dana hibah dan bansos tersebut.

Mengharapkan pengawasan DPRD pun sia-sia, karena bisa jadi wakil rakyat juga telah ikut menjadi bagian dari dana hibah dan bansos.

Kesimpulannya adalah masyarakatlah yang harus terus mengawal kasus ini. penulis pikir kasus ini akan banyak melibatkan para pejabat, termasuk banyak pejabat tinggi aktif.

Kita support dan berharap Kejaksaan Tinggi Banten untuk semangat dan serius dalam mengusut tuntas kasus ini. Sebab, andai kata benar ditemukan dan banyak yang terlibat pihak pejabat Pemprov Banten, maka perlu dikembangkan jangan-jangan modus yang sama juga terjadi di banyak kasus-kasus yang lain.

Foto: Kantor Kejaksaan Tinggi Banten (Google/Istimewa).

Publik Banten sungguh menaruh harapan pada Kejati. Untuk itu, inilah ‘momentum berantas korupsi’ melalui kejaksaan di Banten untuk bisa mendorong agar masyarakat Banten lebih proaktif melakukan pengamatan di lingkungannya masing-masing. Bilamana ditemukan indikasi adanya dugaan korupsi Bansos di daerahnya, dapat segera melaporkan kepada aparat hukum.

Momentum Puasa

Puasa dengan nuansa religius yang khusyuk, rasa lapar yang menghadirkan empati, akan membawa kita pada kesalehan sosial sekaligus kesadaran bahwa manusia adalah hamba yang setiap jengkal perilakunya akan dimintai pertanggungjawaban.

Momentum puasa sesungguhnya membawa hikmah yang luar biasa. Sayangnya justru umat Islam sendirilah yang mendekonstruksi dengan mengorup makna dan keagungannya.

Meminjam Sabda Rasulullah, betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa pun, melainkan lapar dan dahaga.

Akibatnya, kita terjebak sekadar pada gempita ritualitas semata. Namun gagal beroleh lautan hikmah darinya.

Maka, Ramadan kali ini hendaknya kita jadikan ladang untuk menanam kesalehan individual dan kesalehan sosial dalam arti sebenar-benarnya. Dengan berpuasa, salat fardu, tarawih, tadaru,s dan iktikaf kita dapat memupuk kesalehan individual. Dengan berzakat kita dapat memupuk kesalehan sosial.

Pendek kata, puasa jangan hanya menghasilkan lapar dan dahaga. Tanpa upaya membersihkan hati dan meninggalkan perilaku korup. Dengan berpuasa, kita pupuk kesalehan individual sekaligus kesalehan sosial.

Dengan berpuasa, kita berusaha menjadi pribadi yang bertakwa. Bila sudah begini, insya Allah Indonesia dan Banten akan terbebas dari korupsi.

 1,955 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Oleh: Dede Nova Andriana* DALAM rentang waktu yang cukup panjang, masyarakat Indonesia khususnya komunitas muslim menjalankan ritual keagamaan tahunan, atau biasa disebut dengan Idulfitri. Setelah...

BANTEN | Akulturasi kearifan lokal dan Islam melahirkan kombinasi mengesankan. Sarat akan nilai harmonisasi, religi, dan kebersamaan. Tradisi syawalan salah satunya. Syawalan atau biasa dikenal...

TANGERANG | Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Tangerang tahun 2021 telah memasuki tahap pembentukan petugas pendaftaran pemilih. Namun, anggaran pelaksanaan Pilkades tersendat. Hal itu...

BANTEN | Pemerintah Daerah Provinsi Banten mengeluarkan keputusan penutupan destinasi wisata yang ada di Banten. Instruksi tersebut ditandatangani Gubernur Banten Wahidin Halim pada Sabtu,...

VINUS TV

BERITA TERBARU

32 Mahasiswa Banten Dapat Beasiswa CSR

BANTEN | Gubernur Banten Wahidin Halim kembali menegaskan misinya, yaitu membangun Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan. Hal tersebut diwujudkan dengan menyalurkan beasiswa CSR PT...

Panitia Pilkades Mengeluh, Anggaran Tersendat

TANGERANG | Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Tangerang tahun 2021 telah memasuki tahap pembentukan petugas pendaftaran pemilih. Namun, anggaran pelaksanaan Pilkades tersendat. Hal itu...

Sigap! Damkar Balaraja Tangkap Ular Cobra Betina

TANGERANG | Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Balaraja berhasil menangkap ular Cobra Betina di bekas gudang dekat pemukiman warga Kampung Parahu Desa Parahu Kecamatan Sukamulya...

Lokasi Pelesiran Ditutup, Kaum Rebahan Menang Banyak

BANTEN | Pemerintah Daerah Provinsi Banten mengeluarkan keputusan penutupan destinasi wisata yang ada di Banten. Instruksi tersebut ditandatangani Gubernur Banten Wahidin Halim pada Sabtu,...

Mulai Hari Ini Seluruh Destinasi Wisata Ditutup

BANTEN | Gubernur Banten resmi menutup sementara destinasi pariwisata di seluruh Banten. Mulai tanggal 15 sampai dengan 30 Mei 2021. Penutupan itu tertuang dalam Surat...

Macet Total! Warga Balaraja Butuh 9 Jam Menuju Anyer

TANGERANG | Dua hari setelah lebaran, destinasi wisata Banten dipadati pengunjung. Datang dari berbagai daerah. Terutama Kabupaten Tangerang. Pantauan Vinus, pusat rekreasi selama dua hari...

Syawalan, Momentum Menjaga Semangat Ramadan

BANTEN | Akulturasi kearifan lokal dan Islam melahirkan kombinasi mengesankan. Sarat akan nilai harmonisasi, religi, dan kebersamaan. Tradisi syawalan salah satunya. Syawalan atau biasa dikenal...

Mudik, Lebaran, dan Politik Pandemi

Oleh: Tubagus Soleh* TIDAK terasa, kemarin, Kamis 13 Mei 2021 bertepatan 01 Syawal 1442 H, kita merayakan Idulfitri. Berdasarkan keputusan sidang Itsbat pemerintah dalam hal...

Idulfitri Dalam Kepungan Masyarakat Konsumtif dan Pragmatis

Oleh: Dede Nova Andriana* DALAM rentang waktu yang cukup panjang, masyarakat Indonesia khususnya komunitas muslim menjalankan ritual keagamaan tahunan, atau biasa disebut dengan Idulfitri. Setelah...

IKLAN

BERITA TERPOPULER

Setelah Didemo Warga Terkait BLT, Kepala Desa Lebak Wangi Gantung Diri

TANGERANG | Kabar duka datang dari Kepala Desa Lebak Wangi Kecamatan Sepatan Timur Kabupaten Tangerang. Setelah sebelumya didemo masyarakat terkait transparansi bantuan Covid-19, Kepala...

Warga Sekitar Kawasan Millenium Butuh Pekerjaan, Pabrik Lebih Memilih Titipan Dinas

TANGERANG | Puluhan warga berunjuk rasa di depan PT Green Source Indonesia (GSI) yang berlokasi Kawasan Industri Millenium Kelurahan Kaduagung Kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang. Tidak...

Miris, BLT Pusat Terindikasi Diselewengkan Aparat Kelurahan Sukamulya

TANGERANG | Merasa janggal terkait undangan pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari APBN melalui Kantor Pos, Siti Aminah mempertanyakan bantuan yang hendak...

Ingin Mengajukan Bantuan Presiden Tanpa Antre, Begini Caranya

TANGERANG | Kabar baik bagi para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM). Khususnya yang terdampak pandemi Covid-19. Lantaran pemerintah akan memberikan langsung Bantuan Presiden Produktif...

Digugat LBH Ansor, Alfian Tanjung Tak Punya Nyali Datangi Pengadilan

TANGERANG | Kasus penghinaan oleh Alfian Tanjung terhadap Banser terus berlanjut. Ketua Umum GP Ansor Gus Yaqut Cholil Qoumas didampingi pengacara LBH Ansor beserta...

Orang Tidak Dikenal Robek Al Qur’an dan Coret Musala di Tangerang

TANGERANG | Sebuah musala di Perumahan Villa Tangerang Elok Kelurahan Kutajaya Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang penuh dengan coretan. Setidaknya ada empat tulisan di dinding...

Warga Persoalkan Sekcam Balaraja Terkait Postingan “Negeri Para Bedebah!!!”

TANGERANG | Unggahan salah satu ASN Kabupaten Tangerang di media sosial mendapat perhatian serius dari warga. Bahkan dinilai meresahkan. Selain mempersoalkan independensi, materi postingan bersifat...

AGENDA

BERITA TERKAIT

Mudik, Lebaran, dan Politik Pandemi

Oleh: Tubagus Soleh* TIDAK terasa, kemarin, Kamis 13 Mei 2021 bertepatan 01 Syawal 1442 H, kita merayakan Idulfitri. Berdasarkan keputusan sidang Itsbat pemerintah dalam hal...

Idulfitri Dalam Kepungan Masyarakat Konsumtif dan Pragmatis

Oleh: Dede Nova Andriana* DALAM rentang waktu yang cukup panjang, masyarakat Indonesia khususnya komunitas muslim menjalankan ritual keagamaan tahunan, atau biasa disebut dengan Idulfitri. Setelah...

Sisi Gelap Pendidikan Indonesia

  Oleh: Abdul Haris* WAJAH pendidikan Indonesia terlihat masih suram. Harusnya bangsa yang sebentar lagi memasuki usia satu abad, menjadi lokomotif kemajuan peradaban ilmu pengetahuan. Hari ini,...

Rizieq Shihab dan Paradoks Penegakan Hukum

Oleh: Abdul Haris* RAMADAN kali ini seolah kita diajak menarik diri untuk kembali merenungkan kehidupan sosial yang penuh dengan ketidakadilan. Bagaimana mungkin menjalankan ibadah wajib...

Obituary KRI Nanggala 402: Para Pahlawan Dalam Diam

Oleh: Endi Biaro* SUARA detak jarum jam tembok tak akan terdengar kecuali kita sengaja menyimak. Gerak kehidupan pun senyatanya begitu. Terlalu banyak aktivitas dan pekerjaan penting...

Menjadi Perempuan, Sebuah Refleksi Hari Kartini

Oleh: Siska Marini* TANGGAL 21 April diperingati sebagai hari Kartini. Seorang pahlawan perempuan yang paling terkenal tanpa mengesampingkan peran dan jasa pahlawan perempuan lainnya. Perempuan, merupakan...

Perempuan Tidak Harus Memilih

Oleh: Hamzah Sutisna* BICARA soal perempuan, tentu akan banyak sekali hal yang bisa disampaikan. Terutama terakit peran yang diembannya.  Namun, jauh dari pada itu, hampir semua...

IKLAN

SEPUTAR BANTEN

32 Mahasiswa Banten Dapat Beasiswa CSR

BANTEN | Gubernur Banten Wahidin Halim kembali menegaskan misinya, yaitu membangun Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan. Hal tersebut diwujudkan dengan menyalurkan beasiswa CSR PT...

Lokasi Pelesiran Ditutup, Kaum Rebahan Menang Banyak

BANTEN | Pemerintah Daerah Provinsi Banten mengeluarkan keputusan penutupan destinasi wisata yang ada di Banten. Instruksi tersebut ditandatangani Gubernur Banten Wahidin Halim pada Sabtu,...

Mulai Hari Ini Seluruh Destinasi Wisata Ditutup

BANTEN | Gubernur Banten resmi menutup sementara destinasi pariwisata di seluruh Banten. Mulai tanggal 15 sampai dengan 30 Mei 2021. Penutupan itu tertuang dalam Surat...

Macet Total! Warga Balaraja Butuh 9 Jam Menuju Anyer

TANGERANG | Dua hari setelah lebaran, destinasi wisata Banten dipadati pengunjung. Datang dari berbagai daerah. Terutama Kabupaten Tangerang. Pantauan Vinus, pusat rekreasi selama dua hari...

Syawalan, Momentum Menjaga Semangat Ramadan

BANTEN | Akulturasi kearifan lokal dan Islam melahirkan kombinasi mengesankan. Sarat akan nilai harmonisasi, religi, dan kebersamaan. Tradisi syawalan salah satunya. Syawalan atau biasa dikenal...

Seorang Remaja Dibacok Saat Keliling Bangunkan Sahur

SERANG | Tradisi keliling membangunkan sahur berujung saling bacok antar remaja. Akibat peristiwa berdarah tersebut, seorang anak di bawah umur berinisial MF (16) tewas,...

Lantik Pengurus Daerah, Teguh Santosa: Kibarkan Panji JMSI di Seluruh Banten

TANGERANG | Prosesi pelantikan Pengurus Daerah (Pengda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Banten periode 2020-2025 berjalan lancar. Bertempat di function hall Universitas Multimedia...

IKLAN

SEPUTAR DESA

Banyak Kejanggalan, Belasan Warga Cibadak Datangi Kecamatan, Persoalkan Penggunaan Dana Desa

TANGERANG | Penggunaan dana desa sejatinya diprioritaskan untuk membiayai pembangunan, pemberdayaan, dan penyelenggaraan pemerintahan desa. Transparansi penggunaan Dana Desa mutlak adanya. Agar publik bisa mengetahui....

Ini Jadwal dan Tahapan Pilkades Serentak Kabupaten Tangerang

TANGERANG | Jadwal tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 77 desa se-Kabupaten Tangerang telah selesai dibahas. Bahkan sudah mulai disosialisasikan oleh dinas terkait. Mulai...

Refleksi 7 Tahun UU Desa: Ingat, Desa Membangun, Bukan Membangun Desa

TANGERANG | Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa sudah memasuki tahun ketujuh. Sejak disahkan pada 15 Januari 2014. Dalam rangka refleksi 7 tahun terbitnya...

Pemdes Pete Tetapkan 362 Penerima BLT Dana Desa

TANGERANG | Pemerintahan Desa Pete Kecamatan Tigaraksa melakukan Musyawarah Desa. Agenda tersebut membahas validasi, finalisasi, serta penetapan calon penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang...

Realisasi Pembangunan Desa Bantar Panjang Banyak Masalah, Camat Tigaraksa Tetap Rekomendasi Pencairan

TANGERANG | Carut-marut realisasi pembangunan Desa Bantar Panjang Kecamatan Tigaraksa tidak berarti kucuran dana dari pemerintah tersendat. Hal ini terbukti dari terus berlangsung pencairan dana...

Pengumuman: Pilkades Tangerang Digelar Juli 2021

TANGERANG | Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 77 desa se-Kabupaten Tangerang akan digelar bulan Juli tahun ini. Adapun terkait tahapan dimulai pada...

Soal Potongan Dana BLT, TSW Minta Polres Panggil Kepala Desa Pasanggrahan

TANGERANG | Musibah tidak menjadi pelajaran dan bahan muhasabah bagi Pemerintahan Desa Pasanggrahan Kecamatan Solear. Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai bentuk Jaring Pengaman Sosial (JPS)...