Puasa Korupsi Hibah

Penulis: Eko Supriatno. Beliau adalah Pembina Future Leader for Anti Corruption (FLAC) Regional Banten.

SEBAGAI umat Islam kita patut bersukur karena bisa dipertemukan kembali dengan tamu agung, yaitu bulan suci Ramadan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ramadan kali ini cukup semarak dengan berbagai ritual ibadah. Selain puasa dan salat wajib lima waktu, juga ada salat sunah tarawih berjamaah, tadarus Al-qur’an, zakat, dan iktikaf di masjid, mushala, atau surau.

Tiap malam selama Ramadan, hampir semua masjid dan musala penuh sesak oleh umat Islam yang beribadah.

Puasa kali ini hadir di tengah kondisi Banten yang belum sembuh dari berbagai krisis, terutama krisis kejujuran.

Baca Juga

A. Muhaimin Iskandar dalam bukunya Inspiring Ramadhan (2010) menjelaskan, pada hakikatnya puasa bukan terletak pada menahan haus dan lapar, tetapi pada kemampuan untuk mentransendensikan puasa agar menjadi umat yang bertakwa dalam arti yang sesungguhnya, yaitu komitmen hidup untuk selalu memperjuangkan kebenaran, kejujuran, dan nilai-nilai keadilan.

Puasa yang Allah Subhanahu wa ta’ala perintahkan merupakan sebuah upaya untuk mengantarkan manusia pada derajat takwa yang sebenarnya. Puasa adalah media paling efektif bagi seluruh umat manusia untuk menjadi pribadi-pribadi yang berkarakter luhur.

Sebab, bulan puasa akan mendidik kita untuk kembali pada fitrah. Fitrah dari segala perbuatan yang dilarang oleh agama termasuk praktik korupsi. Bagi penulis, korupsi sesungguhnya adalah ‘tragedi kemanusiaan’.

Sebuah ironi besar lantas menampar ‘kekhusuan puasa’ dan wajah Islam di negeri ini. Kurang lebih 90% penduduk Indonesia adalah muslim.

Sementara Banten adalah provinsi dengan jumlah penduduk muslim terbesar di Indonesia yaitu 94,67% (Sumber BPS 2020) masih saja ditahbiskan sebagai daerah terkorup dengan predikat nyaris sempurna. Padahal, setiap tahun selama sebulan penuh mereka dilatih menahan diri dan mengasah jiwa melalui ibadah puasa.

Ya, Indonesia dan Banten belum dapat melepas predikat sebagai negara dan daerah dengan tingkat korupsi tinggi. Korupsi bahkan cenderung meluas dan ‘berjamaah’ melibatkan pejabat dari berbagai tingkatan.

Karena mayoritas penduduk muslim, dapat dipastikan bahwa mayoritas pelaku korupsi adalah beragama Islam. Melihat fenomena ini, tak berlebihan bila dikatakan bahwa tak ada korelasi antara kemarakan kegiatan ibadah dan rendahnya tingkat korupsi. Padahal mestinya berbanding terbalik: makin marak kegiatan ibadah, makin rendah tingkat korupsi.

Foto: Ilustrasi korupsi (Google/Istimewa).

Yang tidak bisa dimengerti, mengapa tindak pidana korupsi, justru terjadi di ‘daerah’ sebagai mayoritas warga yang beragama islam?

Perintah Allah Swt. untuk tidak mencuri, mengambil milik orang lain, atau korupsi, yang ada dalam Al-Qur’an tampaknya tak punya pengaruh lagi.

Meski nama Allah Swt. tiap saat disebut, tapi tanpa malu, korupsi juga terus dilakukan. Malah, seolah generasi baru koruptor tiada habis-habisnya bermunculan, meski sebagian koruptor kakap sudah ditangkap dan dipenjara.

Ini menjadi refleksi dan tantangan tersendiri bagi umat Islam, terutama ulama dan umara. Kembali ke Ramadan, tujuan berpuasa adalah agar kita menjadi pribadi-pribadi yang bertakwa, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah Ayat (183) yang artinya:

“Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu, agar kamu menjadi orang yang bertakwa’’.

Untuk mencapai derajat takwa, kita meninggalkan larangan-Nya dan mengerjakan perintah-Nya, serta beramal saleh atau mengerjakan kebaikan. baik menyangkut kesalehan individual, yakni hubungan kita dengan Allah atau hablum minallah, dan kesalehan sosial, yakni hubungan antarmanusia atau hablum minannas.

Ritual keagamaan idealnya harus membuahkan perilaku terpuji, bukan buruk dan jahat seperti korupsi. Sayang, ritual keagamaan tidak menghasilkan buah perubahan hidup secara konkret. Banyak yang hanya mencari pujian agar citranya terdongkrak. Tindak korupsinya tidak ketahuan.

Puasa bagi yang tersangkut korupsi masih sebatas menghasilkan kesalehan individual, belum kesalehan sosial. Kesalehan individual ini pun masih bias atau fatamorgana, karena sejatinya dengan melakukan korupsi, berarti kita tidak takut kepada Allah. Kita tidak takut melakukan dosa.

Bagaimana dengan kesalehan sosial? Bagi yang tersangkut korupsi, masih jauh. Pasalnya korupsi adalah antisosial. Korupsi merupakan merampas hak orang lain, mengambil uang yang bukan miliknya. Lebih tegas lagi uang negara, uang yang sebagian besar berasal dari pajak rakyat.

Foto: Ilustrasi korupsi dana hibah Ponpes (Google/Istimewa).

Korupsi Hibah Bansos Ponpes

Menurut tokoh pendiri Banten sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (​PBMA) KH. Embay Mulya Syarief, jika terbukti ada tindakan korupsi dana hibah Ponpes, perbuatan itu sangat memalukan baik bagi pemerintahan maupun umat muslim di Banten.

Ya, bagi penulis Banten ini begitu ahli menghancurkan diri sendiri lewat korupsi. Bayangkan, lewat simbol-simbol agama yang meriah di luar, semarak pula korupsi di semua lini kehidupan.

Korupsi sesungguhnya merupakan masalah paling besar dan mendesak dituntaskan karena sangat menghambat upaya meraih kemajuan dan kebaikan bersama (bonum commune).

Lagi pula, korupsi semakin pelik dan rumit karena ‘berjamaah’. Mereka bahkan tega mempermainkan kepercayaan rakyat dan menistakan agama.

Maka, publik sangat mendukung langkah Kejaksaan Tinggi Banten untuk mengusut kasus dugaan korupsi dana bantuan Pondok Pesantren tahun anggaran 2020 senilai Rp 117 miliar yang tengah menjadi sorotan publik. Kejati telah menetapkan satu orang tersangka kasus tersebut.

Seperti kita, sebelumnya Gubernur Banten Wahidin Halim juga sangat kesal ketika menanggapi kasus korupsi dana bantuan Pondok Pesantren (8/4/2021). Wahidin Halim menganggap kasus ini memberi efek buruk semua lini.

Infonya, Wahidin Halim (WH) sendiri yang melaporkan program bantuan dana ponpes atau pondok pesantren di Banten tahun anggaran 2020 ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten. Langkah pelaporan dilakukan dalam rangka memberi penegasan terhadap sikap Pemprov Banten. Pihaknya tak ingin membuka ruang yang dimanfaatkan oleh oknum tertentu yang memiliki niat untuk melakukan tindak pidana korupsi.

Diakuinya, untuk memberangus tindak pidana korupsi memang tak mudah. Diperlukan sebuah kerja keras, komitmen, dan kesungguhan dalam rangka membangun integritas. WH juga menjamin, tidak akan memberi pembelaan jika yang terbukti melakukan penyelewengan adalah dari jajarannya.

Bagi penulis, inilah momentum dan sudah saatnya pemerintah daerah untuk berpikir strategis agar dana hibah benar-benar menjadi penunjang pencapaian sasaran program dan kegiatan pemerintah daerah sesuai urgensi dan kepentingan daerahnya.

Tak berlebihan juga, penulis apresiasi terhadap sebuah lembaga yaitu Aliansi Lembaga Independen Peduli Publik (ALIPP) yang membawa persoalan ini ke Kejati Banten untuk melakukan tindakan hukum terhadap para terlapor yang diduga melakukan korupsi.

Baca Juga

Direktur Eksekutif ALIPP Uday Suhada sendiri yang langsung menyerahkan laporan dugaan korupsi hibah Ponpes di Banten ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten dan meminta kejaksaan tidak tebang pilih dan harus menuntaskan penanganan kasus tersebut.

Ini harus kita support dan dukung, karena pada masa lalu, gara-gara berani mengungkap kasus seperti ini, para aktivis antikorupsi dikriminalisasi dan coba terus diperlemah dari berbagai sisi. Jelas upaya Banten untuk meraih kemajuan dan disegani hanya akan angan-angan, jika civil society sebagai lembaga kontrol sosial andalan pemberantasan korupsi, akhirnya dimandulkan, apalagi dipandang sebelah mata.

Momentum Berantas Korupsi

Membidik korupsi hibah bansos pondok pesantren adalah lemahnya aspek pengawasan dalam proses perencanaan, penganggaran, dan realisasi anggaran hibah dan bansos. Memang agak membingungkan!

Mengharapkan pengawasan internal dari inspektorat, itu hanya sia-sia manakala eksekutif justru ikut dalam penyelewengan dana hibah dan bansos tersebut.

Mengharapkan pengawasan DPRD pun sia-sia, karena bisa jadi wakil rakyat juga telah ikut menjadi bagian dari dana hibah dan bansos.

Kesimpulannya adalah masyarakatlah yang harus terus mengawal kasus ini. penulis pikir kasus ini akan banyak melibatkan para pejabat, termasuk banyak pejabat tinggi aktif.

Kita support dan berharap Kejaksaan Tinggi Banten untuk semangat dan serius dalam mengusut tuntas kasus ini. Sebab, andai kata benar ditemukan dan banyak yang terlibat pihak pejabat Pemprov Banten, maka perlu dikembangkan jangan-jangan modus yang sama juga terjadi di banyak kasus-kasus yang lain.

Foto: Kantor Kejaksaan Tinggi Banten (Google/Istimewa).

Publik Banten sungguh menaruh harapan pada Kejati. Untuk itu, inilah ‘momentum berantas korupsi’ melalui kejaksaan di Banten untuk bisa mendorong agar masyarakat Banten lebih proaktif melakukan pengamatan di lingkungannya masing-masing. Bilamana ditemukan indikasi adanya dugaan korupsi Bansos di daerahnya, dapat segera melaporkan kepada aparat hukum.

Momentum Puasa

Puasa dengan nuansa religius yang khusyuk, rasa lapar yang menghadirkan empati, akan membawa kita pada kesalehan sosial sekaligus kesadaran bahwa manusia adalah hamba yang setiap jengkal perilakunya akan dimintai pertanggungjawaban.

Momentum puasa sesungguhnya membawa hikmah yang luar biasa. Sayangnya justru umat Islam sendirilah yang mendekonstruksi dengan mengorup makna dan keagungannya.

Meminjam Sabda Rasulullah, betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa pun, melainkan lapar dan dahaga.

Akibatnya, kita terjebak sekadar pada gempita ritualitas semata. Namun gagal beroleh lautan hikmah darinya.

Maka, Ramadan kali ini hendaknya kita jadikan ladang untuk menanam kesalehan individual dan kesalehan sosial dalam arti sebenar-benarnya. Dengan berpuasa, salat fardu, tarawih, tadaru,s dan iktikaf kita dapat memupuk kesalehan individual. Dengan berzakat kita dapat memupuk kesalehan sosial.

Pendek kata, puasa jangan hanya menghasilkan lapar dan dahaga. Tanpa upaya membersihkan hati dan meninggalkan perilaku korup. Dengan berpuasa, kita pupuk kesalehan individual sekaligus kesalehan sosial.

Dengan berpuasa, kita berusaha menjadi pribadi yang bertakwa. Bila sudah begini, insya Allah Indonesia dan Banten akan terbebas dari korupsi.

 2,226 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

TANGERANG | Setelah ditunda beberapa kali, Pemerintah Kabupaten Tangerang akhirnya menetapkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2021. Rencananya digelar pada 10 Oktober...

TANGERANG | Salah satu staf Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang ditangkap polisi. Terkait dugaan pemerasan terhadap calon Kepala Desa Ranca...

TANGERANG | Kisah pilu dialami seorang perempuan lanjut usia yang tinggal di Kampung Jati RT. 01 RW. 04 Desa Slapajang, Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang. Pasalnya,...

TANGERANG | Perhatian publik terhadap perjuangan warga Desa Parahu Kecamatan Sukamulya untuk meminta percepatan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) semakin meluas. Setelah para tokoh, ulama,...

VINUS TV

BERITA TERBARU

Dugaan Pemerasan Calon Kepala Desa, Staf DPMPD Tangerang Ditangkap Polisi

TANGERANG | Salah satu staf Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang ditangkap polisi. Terkait dugaan pemerasan terhadap calon Kepala Desa Ranca...

Satu Jam Bersama Pak Selamet, Cerita Sukses Budidaya Ikan Lele

TANGERANG | Jika ada kemauan pasti ada jalan. Adagium inilah yang diyakini Selamet Riyadi untuk banting setir dari semula sebagai sopir menjadi pembudidaya ikan...

Tanggapi Pernyataan FMC, Mahasiswa Serang: Itu Aktivis Gerakan Atau Kacung Kekuasaan?

SERANG | Setelah Forum Mahasiswa Cilegon (FMC) menanggapi pernyataan Himpunan Mahasiswa Banten (HMB). Terkait kerumanan di Pantai Anyer, kini giliran aktivis mahasiswa Serang angkat...

Terkait Kerumunan di Pantai Anyer, Mahasiswa Cilegon Sebut Pernyataan HMB Tidak Berdasar

CILEGON | Forum Mahasiswa Cilegon (FMC) yang terdiri dari HMI, GMNI, PMII, dan IMC mempertanyakan tudingan Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) yang menyatakan peran Polri...

Sering Aktivitas Virtual? Awas Terkena Sindrom Zoom Fatigue

PANDEMI Covid-19 telah mengubah gaya hidup masyarakat. Berbagai macam kegiatan sekolah hingga perkantoran dialihkan melalui sistem daring. Menggunakan aplikasi konferensi video. Meskipun aktivitas ini terkesan...

Pengumuman: Pilkades Tangerang Digelar 10 Oktober 2021

TANGERANG | Setelah ditunda beberapa kali, Pemerintah Kabupaten Tangerang akhirnya menetapkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2021. Rencananya digelar pada 10 Oktober...

Ulama Kharismatik Kota Tangerang KH. Edi Junaedi Nawawi Tutup Usia

TANGERANG | Kabar duka, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang KH. Edi Junaedi Nawawi tutup usia pada Rabu, (15/09). Kepastian kabar duka...

Kisah Pilu Nenek Mirah, Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reyot

TANGERANG | Kisah pilu dialami seorang perempuan lanjut usia yang tinggal di Kampung Jati RT. 01 RW. 04 Desa Slapajang, Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang. Pasalnya,...

Gandeng PT CMA, BUMD Serang Berdayakan UMKM Produksi Sepatu Kesehatan

SERANG | PT Serang Berkah Mandiri (SBM) menjalin kerja sama dengan PT Chosan Mitra Abadi (CMA) terkait pemberdayaan para pelaku UMKM di Kabupaten Serang,...

IKLAN

BERITA TERPOPULER

Bendera Negara Asing Berkibar di Klinik Milik PNS, Warga Minta Aparat Bertindak Tegas

TANGERANG | Pemandangan kurang pantas terjadi di Perumahan Villa Tangerang Elok Kelurahan Kuta Jaya Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang. Berkibar bendera Palestina tanpa berdampingan...

Setelah Didemo Warga Terkait BLT, Kepala Desa Lebak Wangi Gantung Diri

TANGERANG | Kabar duka datang dari Kepala Desa Lebak Wangi Kecamatan Sepatan Timur Kabupaten Tangerang. Setelah sebelumya didemo masyarakat terkait transparansi bantuan Covid-19, Kepala...

Warga Sekitar Kawasan Millenium Butuh Pekerjaan, Pabrik Lebih Memilih Titipan Dinas

TANGERANG | Puluhan warga berunjuk rasa di depan PT Green Source Indonesia (GSI) yang berlokasi Kawasan Industri Millenium Kelurahan Kaduagung Kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang. Tidak...

Miris, BLT Pusat Terindikasi Diselewengkan Aparat Kelurahan Sukamulya

TANGERANG | Merasa janggal terkait undangan pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari APBN melalui Kantor Pos, Siti Aminah mempertanyakan bantuan yang hendak...

Ingin Mengajukan Bantuan Presiden Tanpa Antre, Begini Caranya

TANGERANG | Kabar baik bagi para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM). Khususnya yang terdampak pandemi Covid-19. Lantaran pemerintah akan memberikan langsung Bantuan Presiden Produktif...

Digugat LBH Ansor, Alfian Tanjung Tak Punya Nyali Datangi Pengadilan

TANGERANG | Kasus penghinaan oleh Alfian Tanjung terhadap Banser terus berlanjut. Ketua Umum GP Ansor Gus Yaqut Cholil Qoumas didampingi pengacara LBH Ansor beserta...

Dampak Covid-19, Ratusan Pekerja PT Universal Luggage Indonesia Diberhentikan

TANGERANG | Di tengah pandemi Covid-19, sebanyak 300 lebih tenaga kerja kontrak diberhentikan sepihak oleh PT Universal Luggage Indonesia. Perusahaan yang berlokasi di Desa...

AGENDA

BERITA TERKAIT

Jeritan Warga di Tengah Euforia Penghargaan BUMD Tangerang

Oleh: Abdul Haris* ADA warga Cisoka yang menjerit lantaran penutupan akses keluar pasar. Ada pula aktivis Pantura yang mengeluh karena layanan PDAM Tirta Kerta Rahardja. Namun...

Menanti Keseriusan KPI

Oleh: Erna Ummu Aqilah* BARU-BARU ini masyarakat digegerkan dengan berita perundungan yang dialami oleh salah satu pegawai KPI pusat. Korban yang berinisial MS, mengalami berbagai...

Ketika Harga Cabai Tak Lagi “Pedas”

Oleh: Yani Suryani* INDONESIA menjadi salah satu negara yang terkenal dengan masakannya. Juga aneka jenis sambal. Tidak terasa makan jika tak ada sambal. Itulah salah...

Memaknai Spirit Kemerdekaan

Oleh: Rosadi Adi Permana* TEPAT pada tanggal 17 Agustus 2021, Indonesia menghirup udara kemerdekaan selama 76 Tahun. Kemerdekaan yang dahulu diperjuangkan oleh para pahlawan disertai...

Perempuan dan Nasionalisme, Refleksi Hari Kemerdekaan Indonesia

Oleh: Gefrina Djohan* “Kita harus membuat sejarah, kita mesti menentukan masa depan kita yang sesuai dengan keperluan dan kebutuhan kita sebagai kaum perempuan serta harus...

Membaca Ulang Konsep Masyarakat Madani

Oleh: Muhamad Harikal Ramadhan Pohan* KEHIDUPAN beragama pada era modern saat ini banyak sekali perubahan. Dalam Islam pergeseran pola hidup beragama khususnya di Indonesia mengalami...

Darurat Moral Pelaksanaan PPKM: Sebuah Evaluasi

Oleh: M. Sopian Hidayatullah* DUKA nestapa Indonesia dan dunia masih terus berlangsung. Hal ini tentu saja dikarenakan pandemi Covid-19 masih belum juga hilang, malah kian...

IKLAN

SEPUTAR BANTEN

Tanggapi Pernyataan FMC, Mahasiswa Serang: Itu Aktivis Gerakan Atau Kacung Kekuasaan?

SERANG | Setelah Forum Mahasiswa Cilegon (FMC) menanggapi pernyataan Himpunan Mahasiswa Banten (HMB). Terkait kerumanan di Pantai Anyer, kini giliran aktivis mahasiswa Serang angkat...

Terkait Kerumunan di Pantai Anyer, Mahasiswa Cilegon Sebut Pernyataan HMB Tidak Berdasar

CILEGON | Forum Mahasiswa Cilegon (FMC) yang terdiri dari HMI, GMNI, PMII, dan IMC mempertanyakan tudingan Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) yang menyatakan peran Polri...

Gandeng PT CMA, BUMD Serang Berdayakan UMKM Produksi Sepatu Kesehatan

SERANG | PT Serang Berkah Mandiri (SBM) menjalin kerja sama dengan PT Chosan Mitra Abadi (CMA) terkait pemberdayaan para pelaku UMKM di Kabupaten Serang,...

Sebentar Lagi! Tol Serang-Rangkas Dibuka

BANTEN | Jalan Tol Serang-Panimbang seksi 1 yang menghubungkan Serang-Rangkasbitung telah rampung 100 persen. Pembangunan yang dimulai sejak Februari 2017 tersebut, saat ini sudah melalui...

KPK Tangani Dugaan Korupsi Dindik Banten

BANTEN | Kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan SMKN 7 Tangerang Selatan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Tahun Anggaran 2017 mulai ditangani...

Pantai Bugel Cemara, Destinasi Wisata Tersembunyi di Banten

PANDEGLANG | Ada objek wisata yang masih asri di Kabupaten Pandeglang, yakni Pantai Bugel Cemara. Lokasinya berada di Desa Banyuasih Kecamatan Cigeulis. Berbeda dengan pantai...

Siap-Siap, Warna Kaleng Pelat Kendaraan Akan Ganti

BANTEN | Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau biasa disebut dengan kaleng pelat nomor kendaraan akan diganti warna dasarnya. Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda...

IKLAN

SEPUTAR DESA

Ini Jadwal dan Tahapan Pilkades Serentak Kabupaten Tangerang

TANGERANG | Jadwal tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 77 desa se-Kabupaten Tangerang telah selesai dibahas. Bahkan sudah mulai disosialisasikan oleh dinas terkait. Mulai...

Banyak Kejanggalan, Belasan Warga Cibadak Datangi Kecamatan, Persoalkan Penggunaan Dana Desa

TANGERANG | Penggunaan dana desa sejatinya diprioritaskan untuk membiayai pembangunan, pemberdayaan, dan penyelenggaraan pemerintahan desa. Transparansi penggunaan Dana Desa mutlak adanya. Agar publik bisa mengetahui....

Refleksi 7 Tahun UU Desa: Ingat, Desa Membangun, Bukan Membangun Desa

TANGERANG | Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa sudah memasuki tahun ketujuh. Sejak disahkan pada 15 Januari 2014. Dalam rangka refleksi 7 tahun terbitnya...

Realisasi Pembangunan Desa Bantar Panjang Banyak Masalah, Camat Tigaraksa Tetap Rekomendasi Pencairan

TANGERANG | Carut-marut realisasi pembangunan Desa Bantar Panjang Kecamatan Tigaraksa tidak berarti kucuran dana dari pemerintah tersendat. Hal ini terbukti dari terus berlangsung pencairan dana...

Pemdes Pete Tetapkan 362 Penerima BLT Dana Desa

TANGERANG | Pemerintahan Desa Pete Kecamatan Tigaraksa melakukan Musyawarah Desa. Agenda tersebut membahas validasi, finalisasi, serta penetapan calon penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang...

Pengumuman: Pilkades Tangerang Digelar Juli 2021

TANGERANG | Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 77 desa se-Kabupaten Tangerang akan digelar bulan Juli tahun ini. Adapun terkait tahapan dimulai pada...

Serdang Wetan Wakili Banten Dalam Ajang Pemilihan Desa Brilian Bacth 1 Tingkat Nasional

TANGERANG | Penghargaan tingkat nasional diberikan kepada 10 desa pada program Desa Brilian Bacth 1 tahun 2021 oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI). Salah satunya...