
TANGERANG | Ratusan warga yang tergabung dalam Gabungan Masyarakat Pemerhati Kebijakan Publik menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Kamis (07/05). Massa menyuarakan penolakan terhadap lonjakan harga BBM non-subsidi yang dinilai memberatkan masyarakat.
Dalam aksi tersebut, massa menilai kenaikan harga BBM berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat kecil serta memperburuk kondisi ekonomi warga.
Koordinator lapangan aksi, Alamsyah, menuding pemerintah melakukan kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.
Baca Juga
- Mahasiswa Geruduk DPRD Tangerang, Tuntut Tunjangan Perumahan
- Desak DPRD Tangerang, Warga Jatiwaringin Minta Tunda Proyek PSEL
“Hari ini kita datang bukan untuk meminta belas kasihan, tapi menuntut hak kita,” ujarnya dalam orasi.
Ia juga menyoroti kenaikan harga Bio Solar yang dinilai membebani masyarakat serta dugaan praktik mafia BBM yang disebut menyebabkan kelangkaan solar di sejumlah SPBU.
“Kami yakin adanya praktik mafia BBM yang bermain di SPBU,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud, menyebut aspirasi yang disampaikan masyarakat akan diteruskan kepada pemerintah pusat melalui Pemerintah Provinsi Banten.
Menurutnya, DPRD Kabupaten Tangerang telah menerbitkan surat penyampaian aspirasi yang ditujukan kepada Gubernur Banten agar diteruskan ke pemerintah pusat.
“Kami tidak akan membiarkan surat ini hanya menjadi tumpukan kertas. Kita akan berjuang agar suara dari Tangerang ini didengar hingga ke Jakarta,” tegasnya.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan sempat menarik perhatian masyarakat di sekitar kawasan DPRD Kabupaten Tangerang. | Fjr
![]()









