
LEBAK | Warga hunian sementara (huntara) Cigobang, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, menagih janji Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terkait pengerasan jalan yang hingga kini belum terealisasi sejak bencana tahun 2020.
Kondisi jalan yang masih berupa tanah, rusak, dan berlumpur disebut menghambat aktivitas warga, mulai dari akses pendidikan, kesehatan, hingga kegiatan ekonomi masyarakat.
Salah seorang warga huntara, Zaenudin, mengaku kecewa karena perbaikan jalan yang dijanjikan belum juga dilakukan meski warga telah menunggu selama bertahun-tahun.
Baca Juga
- Enam Tahun di Huntara: Jalan Berlumpur Jadi Arena Bermain Anak Penyintas
- KUMALA Soroti 100 Hari Kepemimpinan Hasbi–Amir, Tagih Janji dan Kritik Penanganan Huntara
“Enam tahun kami menunggu, tapi hasilnya nihil. Kalau tidak ada respons, kami akan aksi ke Kantor Gubernur bersama mahasiswa SEMMI,” ujarnya, Senin (04/05).
Warga bersama Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Persiapan Cabang Lebak disebut tengah menyiapkan aksi demonstrasi dengan melibatkan mahasiswa, tokoh pemuda, serta relawan yang sebelumnya mendampingi korban bencana.
Selain menuntut pengerasan jalan, warga juga meminta keterbukaan terkait anggaran infrastruktur yang sebelumnya disebut telah tersedia untuk pembangunan akses jalan di kawasan huntara.
Kabid Kemahasiswaan dan Kepemudaan Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Lebak, Idham Mufarrij Haqim, menyebut aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi warga karena jalur komunikasi dinilai belum membuahkan hasil.
“Kalau jalur formal tidak berjalan, aksi jadi cara warga untuk didengar,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Banten terkait tuntutan warga Huntara Cigobang tersebut. | Fjr
![]()









