spot_img

Refleksi Setahun Kepemimpinan Zakiyah-Najib Diwarnai Demo dan Kericuhan

SERANG | Demonstrasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saat refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah-M. Najib Hamas, berujung ricuh di halaman Pendopo Bupati Serang, Selasa (26/05).

Kericuhan terjadi ketika massa aksi mencoba membakar ban dan memaksa masuk ke area gedung pendopo. Aksi dorong dengan aparat kepolisian pun sempat tak terhindarkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, massa aksi awalnya melakukan unjuk rasa di depan gerbang Pendopo Bupati Serang. Tak lama berselang, puluhan demonstran berhasil merangsek masuk ke area perkantoran.

Baca Juga

Ketegangan memuncak saat massa berusaha membakar ban di depan tangga pendopo. Aparat kepolisian yang berjaga langsung menghalau aksi tersebut.

Salah satu massa aksi kemudian mencoba masuk ke dalam gedung pendopo, namun kembali dicegah petugas hingga memicu aksi saling dorong antara demonstran dan aparat keamanan.

Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) HMI Cabang Serang, Anang M. Faisal, mengatakan aksi yang diikuti sekitar 60 massa itu menyoroti berbagai persoalan yang dinilai belum mampu diselesaikan pemerintah daerah.

“Selain persoalan pendidikan, kesehatan, dan lingkungan, kami juga menyoroti aset Kabupaten Serang yang sampai hari ini masih semrawut dan tumpang tindih dengan Kota Serang,” kata Anang kepada wartawan.

Menurutnya, persoalan aset antara Kabupaten Serang dan Kota Serang yang belum tuntas menunjukkan lemahnya penyelesaian masalah strategis oleh pemerintah daerah.

HMI juga menyoroti persoalan lingkungan di kawasan industri Bojonegara dan Pulo Ampel. Aktivitas kendaraan berat disebut masih mengganggu kenyamanan dan keselamatan masyarakat sekitar.

“Memang jalan itu menjadi kewenangan provinsi, tetapi Pemerintah Kabupaten Serang harus hadir dan mengambil langkah nyata agar masyarakat Bojonegara dan Puloampel bisa merasakan kehidupan yang layak sesuai slogan Serang Bahagia,” ujarnya.

Selain itu, HMI mengkritik tingginya angka pengangguran di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan industri di Kabupaten Serang.

“Kami melihat jumlah industri yang banyak masih berbanding terbalik dengan angka pengangguran. Ini menjadi catatan serius bagi Dinas Tenaga Kerja,” tegasnya.

Anang juga menyoroti dugaan praktik percaloan tenaga kerja yang disebut masih marak terjadi di wilayah Kabupaten Serang.

“Praktik percaloan masih sering terjadi. Kader-kader kami di lapangan beberapa kali melakukan advokasi terhadap persoalan itu,” katanya.

Saat ditanya apakah masyarakat Kabupaten Serang sudah merasakan kebahagiaan selama satu tahun kepemimpinan Zakiyah-Najib, Anang memberikan jawaban singkat.

“Kami rasa belum bahagia,” tandasnya. | Fjr

Loading

VINUS TV

BERITA TERBARU

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT

IKLAN

spot_img

SEPUTAR BANTEN

IKLAN

spot_img

SEPUTAR DESA

Masyarakat Pasir Bolang Demo Alfamart