
SERANG | Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Soedirman 30 menggelar aksi unjuk rasa di depan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Senin (15/06). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang dinilai berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok dan memperberat beban masyarakat.
Dalam aksi itu, massa membawa berbagai poster tuntutan serta menyuarakan kritik terhadap kebijakan energi nasional. Mahasiswa menilai kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan tanpa sosialisasi yang memadai, sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat yang masih menghadapi tekanan ekonomi.
Koordinator aksi, Bento mengatakan, kenaikan harga BBM berisiko menimbulkan efek domino terhadap berbagai sektor, terutama distribusi barang dan kebutuhan pokok. Menurutnya, kondisi tersebut dapat semakin menekan daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
Baca Juga
- Refleksi Setahun Kepemimpinan Zakiyah-Najib Diwarnai Demo dan Kericuhan
- LMND Soroti Kinerja Setahun Pemkot Serang, Kemiskinan dan Fiskal Jadi Catatan
“Ketika biaya transportasi naik, efeknya bisa menjalar ke berbagai sektor. Harga kebutuhan pokok berpotensi ikut terdorong karena distribusi menjadi lebih mahal,” kata Bento saat menyampaikan orasi.
Selain menyoroti kebijakan BBM, mahasiswa juga mengangkat persoalan kemiskinan, daya beli masyarakat, serta pentingnya pemberantasan korupsi. Mereka menilai praktik korupsi masih menjadi hambatan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan pelayanan publik yang optimal.
“Korupsi merugikan negara dan berdampak langsung terhadap pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat. Karena itu penindakan harus diperkuat,” ujarnya.
Melalui aksi tersebut, massa menyampaikan empat tuntutan utama, yakni menurunkan harga BBM, menjamin ketersediaan BBM subsidi bagi masyarakat yang berhak, mengendalikan harga kebutuhan pokok, serta mempercepat pengesahan regulasi perampasan aset hasil tindak pidana korupsi.
Aksi berlangsung di depan gerbang KP3B dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa secara bergantian menyampaikan orasi sebelum akhirnya membubarkan diri dengan tertib. | Fjr
![]()









