
TANGERANG | Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, meninjau langsung penanganan warga terdampak asap kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin yang mengungsi di wilayah Kecamatan Rajeg, Minggu (05/07).
Kunjungan dilakukan di Posko Penerimaan Bantuan Desa Tanjakan Mekar dan Posko Pengungsian Perumahan Rajeg Hills untuk memastikan distribusi bantuan, layanan kesehatan, serta kebutuhan dasar masyarakat terdampak berjalan dengan baik.
Dalam peninjauan tersebut, Intan didampingi anggota DPRD Provinsi Banten, anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Camat Rajeg, Kapolsek Rajeg, Kepala Desa Tanjakan Mekar, serta Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang.
Baca Juga
- Hari Kelima Penanganan, Kebakaran TPA Jatiwaringin Hampir Padam
- KLH Ungkap Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Berbahaya Akibat Kebakaran
Ia berdialog langsung dengan petugas dan warga untuk mengetahui kondisi terkini sekaligus memastikan seluruh kebutuhan pengungsi terpenuhi.
“Kami meninjau kesiapan dua posko di Kantor Desa Tanjakan Mekar dan Perumahan Rajeg Hills, memastikan distribusi bantuan berjalan dengan baik, sekaligus mendengarkan langsung kondisi masyarakat terdampak,” ujar Intan.
Berdasarkan data posko, jumlah pengungsi terus berubah mengikuti perkembangan kondisi di lapangan. Pada 30 Juni 2026 tercatat 30 kepala keluarga atau 62 jiwa mengungsi. Jumlah tersebut meningkat menjadi 67 orang pada 1 Juli, kemudian menurun menjadi lima orang pada 2 Juli.
Namun, jumlah pengungsi kembali meningkat menjadi 148 orang pada 3 Juli dan mencapai 302 orang pada 4 Juli. Memasuki Minggu (05/07), jumlah warga yang masih berada di pengungsian tercatat sebanyak 20 orang.
“Data di posko terus bergerak mengikuti perkembangan situasi. Hari ini tercatat masih ada 20 orang yang berada di lokasi pengungsian,” katanya.
Menurut Intan, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada proses pemadaman kebakaran, tetapi juga memastikan seluruh warga terdampak memperoleh pelayanan selama masa tanggap darurat.
Ia memastikan kebutuhan logistik, layanan kesehatan, hingga rujukan medis ke rumah sakit telah disiapkan bagi warga terdampak. Pemerintah Kabupaten Tangerang juga terus berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait agar penanganan berlangsung cepat dan terpadu.
“Kami tidak akan berhenti menyalurkan logistik, memenuhi kebutuhan masyarakat, memberikan pelayanan kesehatan, serta menyiagakan rumah sakit terdekat untuk rujukan medis. Kami pastikan semuanya tetap terkendali,” ujarnya.
Di Posko Penerimaan Bantuan Desa Tanjakan Mekar, Intan mengecek langsung ketersediaan bantuan yang berasal dari pemerintah maupun donatur. Bantuan tersebut meliputi kasur, matras, selimut, paket sembako, makanan siap saji, air mineral, hingga perlengkapan untuk bayi dan lansia.
Selain memastikan stok bantuan mencukupi, ia mengimbau masyarakat di wilayah terdampak tetap mengikuti arahan petugas, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan akibat paparan asap.
“Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan pelayanan terbaik. Kebutuhan logistik, layanan kesehatan, dan kenyamanan pengungsi menjadi perhatian utama kami,” pungkasnya. | Fjr
![]()









