Banten Kota Pengangguran

Oleh: Eko Supriatno

“Kemiskinan paling mengenaskan adalah pengangguran”
Politik Sambalado-

PROVINSI Banten menempati urutan pertama tingkat pengangguran terbuka (TPT) se-Indonesia selama tiga tahun berturut-turut atau sejak 2018. Posisi itu awet selama kepemimpinan Gubernur Wahidin Halim yang dilantik pada Mei 2017 lalu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran Banten mencapai 8,52 persen pada 2018. Kemudian, pada periode Agustus 2019, angkanya menjadi 8,11 persen. Terbaru, per Februari 2020, angka pengangguran merosot menjadi 8,01 persen atau totalnya sebanyak 489.216 orang.

Menurut data yang diberikan oleh BPS, jumlah angkatan kerja pada Februari 2020 sebanyak 6,11 juta orang, turun 31.197 orang dibanding Februari 2019. Penurunan ini sejalan dengan turunnya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 1,73 persen poin menjadi 64,46 persen.

Kemudian dalam setahun terakhir, pengangguran bertambah 23.409 orang, sejalan dengan kenaikan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 8,01 persen pada Februari 2020. Dilihat dari tingkat pendidikan, TPT tertinggi adalah lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), yaitu sebesar 13,48 persen.

Menyusul di posisi kedua, TPT lulusan SMK 13,11 persen. Sebagian besar penduduk Banten merupakan pekerja penuh waktu, yaitu 79,84 persen. Sedangkan persentase penduduk yang bekerja dengan jam kerja 1 sampai 7 jam adalah 1,55 persen.

Sementara itu, pekerja tidak penuh waktu terbagi menjadi dua, yaitu pekerja paruh waktu 14,14 persen dan pekerja setengah penganggur 6,03 persen.

Diberitakan sebelumnya, BPS Banten merilis angka kemiskinan di Banten periode Maret 2020 mencapai 5,92 persen. Jumlah itu meningkat dari periode September 2019 yang mencapai 4,94 persen atau dari 641.420 jiwa menjadi 775.990 jiwa. Hal itu terjadi karena melambatnya pertumbuhan ekonomi hingga inflasi di provinsi yang dipimpin Gubernur Wahidin Halim tersebut.

Kepemimpinan Gagal

Kepemimpinan WH-Andika telah gagal menghadirkan kesejahteraan masyarakat Banten. Adanya data pengangguran yang meningkat adalah bukti bahwa WH-Andika telah gagal memimpin Banten. Kenaikan persentase kemiskinan di Provinsi Banten selama periode Maret tahun ini juga sebagai bentuk ketidakmampuan Pemprov dalam mengendalikan angka pengangguran.

Baca Juga

Kondisi tersebut diperparah dengan adanya pandemi Covid-19 yang mengakibatkan semakin terpuruknya ekonomi warga yang tak memiliki pekerjaan. Karena masalah sudah terlanjur menumpuk di Pemerintah Provinsi (Pemprov Banten). Ini yang menyebabkan Banten berada dalam ranking teratas masalah pengangguran se-Indonesia.

Pengangguran merupakan penyakit yang dimiliki oleh setiap daerah, bahkan daerah yang telah maju sekalipun. Layaknya tubuh manusia apabila terkena penyakit maka tidak akan maksimal dalam menjalankan aktivitas.

Demikian pula dengan suatu daerah, karena daerah merupakan suatu sistem dimana semua komponennya saling terhubung satu sama lain. Salah satu komponen tersebut adalah Sumber Daya Manusia (SDM).

Masalah pengangguran tidak saja menjadi isu daerah namun telah menjadi isu nasional. Pasalnya, bila angka pengangguran makin meningkat bisa mengancam stabilitas keamanan.

Orang menganggur, lapar, dan tidak punya uang, akan dengan mudah berpikir praktis pragmatis untuk melakukan apa dan dengan cara apa saja asal bisa makan. Inilah yang membahayakan.

Asumsi penulis, ada kegagalan dalam sisi kepemimpinan, sinergi, strategi, koordinasi, konsolidasi, yang cermat dalam menyelesaikan permasalahan kesejahteraan di Banten. Atas prestasi buruk milik Banten tersebut, seyogyanya pemprov harus bisa meramu strategi baru untuk mengentaskan masalah ini. Ini agar pengangguran tidak merambat ke masalah kemanusiaan lainnya.

 Solusi Pengangguran

Masalah pengangguran di Banten harus segera mendapatkan solusi tepat. Harus ada solusi dalam menangani dampak pandemi Covid-19 di sektor tenaga kerja. Saat ini banyak kasus  pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi.

Pertama, Pemprov harus fokus dan serius dalam hal pengangguran dan kemiskinan. Perlu Inovasi dan terobosan, tidak akan bisa kalau hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provisi Banten saja, tapi juga menggaet pelaku industri swasta. Ironis memang! Banten sebagai provinsi besar, provinsi yang memiliki industri yang cukup besar juga.

Ada 16.000 pabrik tapi penganggurannya luar biasa. Kalau tidak ada inovasi baru maka ini akan mengkhawatirkan ke depannya. Tugas Kepala daerah jangan hanya mengandalkan dari APBD untuk mengatasi masalah ini, tapi juga harus memantik industri swasta dan pelaku ekonomi baru untuk menaruh investasinya di Banten, sehingga akan terbuka peluang ekonomi baru.

Adapun kegiatan yang bisa dilakukan OPD seperti halnya Dinas Tenaga Kerja Provinsi Banten yaitu: 1) Rutin dan intens melaksanakan Bursa Tenaga Kerja seperti job fair, 2) Pelatihan/ Magang guna meningkatkan kualitas tenaga kerja, 3) Perluasan Kesempatan Kerja, Pemprov Banten membuat kebijakan dalam rangka penempatan tenaga kerja dan perluasan kerja telah mengeluarkan kebijakan baik di bidang Produksi, Investasi, Teknologi, Ekspor, Impor, dan kebijakan sektoral yang menekan pada penciptaan dan perluasan lapangan kerja ini sebagai salah satu kolaborasi.

Kedua, Ekonomi kreatif dapat menjadi solusi efektif dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan yang terjadi di Banten. Untuk itu, dalam mimbar ini penulis mengajak generasi muda untuk menjadikan ini tantangan. “Mari ambil bagian untuk membebaskan Banten dari belenggu kemiskinan dan pengangguran”.

Jika semua pihak telah bergerak terutama generasi muda dengan inovasi-inovasi dan kreativitasnya, maka kejayaan Banten tempo dulu yang menjadi pusat perdagangan internasional dapat diraih kembali.

Untuk itu, pemprov harus terus mendorong kreativitas dan inovasi generasi muda dalam mengembangkan dunia UMKM. Karena usaha kecil menengah ini akan mampu mengatasi kemiskinan dan pengangguran dengan terbukanya lapangan kerja.

Ketiga, Program pemulihan di sisi masyarakat tidak hanya dilakukan dengan cash transfer atau bantuan langsung tunai. Solusinya adalah padat karya tunai.

Program padat karya tunai dapat membantu mengurangi pengangguran jika pendemi Covid-19 mulai reda. Informasi yang pernah dilansir Kementerian Tenaga Kerja menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 mengakibatkan sekitar 1,94 juta pekerja (dari 114 ribu perusahaan) dirumahkan dan terkena PHK.

Baca Juga

Sekitar 1,5 juta di antaranya merupakan pekerja atau buruh sektor formal. Kemudian, sisanya sekitar 443 ribu tenaga kerja sektor informal.

Sektor informal yang selama ini diandalkan sebagai tumpuan mata pencaharian lapisan menengah-bawah saat ini terpuruk. Padahal, dalam kondisi normal, kontribusi sektor tersebut amat signifikan membuka peluang kerja.

Keempat, Sekolah dan perguruan tinggi nantinya harus memiliki departemen yang bersinergi dengan kompetensi. Hal ini untuk mengantisipasi kebijakan pemerintah pusat terkait sertifikasi tenaga kerja dan adaptasi terhadap Revolusi Industri 4.0 di Banten. Setidaknya solusi memperbanyak kurikulum kewirausahaan di perguruan tinggi juga menarik.

Sejauh ini, berdasarkan amatan penulis, sudah banyak perguruan tinggi menerapkannya, antara lain Universitas Mathla’ul Anwar Banten yang mengubah mata kuliah Kewiraan menjadi Kewirausahaan. Semua fakultas di PTS itu wajib mengambil mata kuliah ini.

Saat ini eranya kompetisi sertifikasi, kalau tidak punya itu, tidak bisa masuk pasar kerja modern. Pemerintah perlu mendorong sekolah dan perguruan tinggi memiliki departemen yang bisa mengeluarkan sertifikasi kompetensi, agar pelajar kita bisa masuki pasar kerja.

Kelima, Pemerintah perlu meningkatkan perluasan kesempatan kerja diberbagai sektor lapangan kerja. Terobosan ini diharapkan mampu memberikan peluang kepada tenaga kerja lokal untuk mampu berkiprah. Perluasan kesempatan kerja ini juga harus didukung dengan adanya lembaga pelatihan bertaraf internasional.

Misal: Pertama, pemerintah perlu memberikan akses mereka bekerja pada kegiatan proyek-proyek infrastruktur (nongedung) yang pada saat ini masih berjalan (proyek penyediaan air minum, irigasi, kilang minyak dan gas bumi, serta sejenisnya).

Kedua, pemerintah bisa mengembangkan peluang kerja pada proyek-proyek pemeliharaan infrastruktur publik, seperti terminal, stasiun, bandara, markah jalan, dan gorong-gorong. Muatan teknik dalam pekerjaan proyek-proyek pemeliharaan infrastruktur pada umumnya terlalu dominan.

Pekerjaan tersebut juga tidak memerlukan skill atau keahlian tinggi sehingga bisa cepat menyerap tenaga kerja. Manakala kegiatan semacam itu dikembangkan, perlu pembagian peran yang transparan dengan tenaga kerja yang telah ada.

Ketiga, pemerintah juga bisa mengembangkan sektor-sektor lain (di luar proyek infrastruktur) yang mudah diakses seperti kegiatan di sektor pertanian atau perikanan. Peluang sektor itu sebenarnya masih cukup terbuka.

Ya, ke depan dibutuhkan strategi pembangunan regional yang mampu menciptakan hubungan desa-kota dalam satu entitas yang saling memperkuat dan menguntungkan (rural-urban linkages).

Referensi:

Jamasy, Owin. 2004. Keadilan, Pemberdayaan dan Penanggulangan Kemiskinan. Blatinka Mizan.

Sarman, Sajogjo. 2000. Masalah Penanggulangan Kemiskinan. Kawasan Timur Indonesia: Puspa Swara.

Krishna murti.2003. Pengembangan Keuangan dan Penanggulangan Kemiskinan. Jurnal Ekonomi Rakyat, Artikel Th. II No. 2  April 2003.

Sumodiningrat, G. 1998. Membangun Perekonomian Rakyat. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

*Penulis adalah Pengamat Kebijakan Publik, Pembina Future Leader for Anti Corruption (FLAC) Regional Banten, Dosen Fakultas Hukum dan Sosial UNMA Banten.

 2,293 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

BERITA TERBARU

Rumah Ambruk Milik Buruh Cuci Di Legok Luput Dari Bantuan Pemerintah

TANGERANG | Sudah hampir setengah tahun berlalu musibah menimpa seorang buruh cuci di Desa Kemuning Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang. Rumah sederhana tempat berbaring untuk istrahat...

Membela Nasib Kaki Lima

Oleh: Eko Supriatno* “Kasihan kaki lima bagai nyamuk, masih diusir kesana-kemari”. RATUSAN Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menempati sepanjang jalan Sudirman Pasar Labuan direlokasi tim gabungan...

Jembatan Sukadiri Berlubang, Dinas Bina Marga Belum Juga Turun Tangan

TANGERANG | Jalur transportasi penghubung seperti jembatan yang layak dilalui menjadi dambaan bagi masyarakat di wilayah perbatasan. Selain sebagai jalur alternatif juga dapat mendorong...

Janji Polresta Tangerang: Penipu CPNS Akan Segera Ditangkap

TANGERANG | Kasus penipuan berkedok lulus CPNS yang menimpa guru di Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang memasuki babak baru. Pasalnya, laporan polisi yang dibuat korban beberapa...

Kisah Penambal Ban Online, Dari Berkurban Tiap Tahun Hingga Rencana Berangkat Haji

TANGERANG | Lima Belas tahun lebih, Pak Jenggot menggeluti profesi sebagai tukang tambal ban. Berlokasi di kawasan Bandara Soekarno-Hatta. Berapa pun penghasilan yang didapat,...

Modus Lulus Seleksi CPNS, Guru Di Tangerang Tertipu Puluhan Juta

TANGERANG | Memiliki status sebagai pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) masih menjadi primadona dikalangan masyarakat luas, terlebih di daerah. Tidak sedikit oknum memanfaatkan situasi demi...

Peduli Janda dan Fakir Miskin, LazisNU Bersama DKM Al Huda Bagikan Sembako

TANGERANG | Lembaga Amil, Zakat, Infaq, dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Tangerang bersama DKM Al Huda melakukan aksi sosial. Berupa pembagian paket sembako....

VINUS TV

BERITA TERPOPULER

Pungli Masuk Sekolah SMPN 1 Jambe Disoal

TANGERANG | Pungutan liar kerap dilakukan di berbagai institusi oleh oknum berwatak korup. Tak terkecuali pada lembaga pendidikan. Terlebih pada proses Penerimaan Peserta Didik...

Banyak Kejanggalan, Belasan Warga Cibadak Datangi Kecamatan, Persoalkan Penggunaan Dana Desa

TANGERANG | Penggunaan dana desa sejatinya diprioritaskan untuk membiayai pembangunan, pemberdayaan, dan penyelenggaraan pemerintahan desa. Transparansi penggunaan Dana Desa mutlak adanya. Agar publik bisa mengetahui....

Soal Hibah KNPI, Bupati Tangerang Ingkar Janji

TANGERANG | Pernyataan Bupati Tangerang beberapa bulan lalu soal dualisme KNPI tidak sesuai dengan kenyataan. Ahmed Zaki Iskandar ingkar janji soal dana hibah. Melansir Poros.Id.,...

Modus Lulus Seleksi CPNS, Guru Di Tangerang Tertipu Puluhan Juta

TANGERANG | Memiliki status sebagai pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) masih menjadi primadona dikalangan masyarakat luas, terlebih di daerah. Tidak sedikit oknum memanfaatkan situasi demi...

Alasan Nunggak Bayaran, SMAN 10 Tangerang Tahan Ijazah Selama 7 Tahun

TANGERANG | Fenomena penahanan ijazah oleh pihak sekolah kerap terjadi. Salah satu alasannya, siswa masih menyisakan tunggakan biaya sekolah. Hal itulah yang dialami Aldina Patmala....

Koperasi SMPN 1 Jambe Yang Digunakan Untuk Pungli Ternyata Bodong

TANGERANG | Satu pekan lebih berlalu. Polemik soal pungutan liar di SMPN 1 Jambe terus bergulir. Hasil penelusuran Vinus.id., perihal koperasi yang menjadi "kambing hitam"...

Jika Terbukti, Kadindik Akan Tindak Tegas Pelaku Pungli SMPN 1 Jambe

TANGERANG | Pungutan liar berkedok daftar ulang terjadi di SMPN 1 Jambe. Hal ini membuat Kepala Dinas Pendidikan memberikan tanggapan. Begitu pun dengan Dewan Pendidikan,...

IKLAN

BERITA TERKAIT

Membela Nasib Kaki Lima

Oleh: Eko Supriatno* “Kasihan kaki lima bagai nyamuk, masih diusir kesana-kemari”. RATUSAN Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menempati sepanjang jalan Sudirman Pasar Labuan direlokasi tim gabungan...

Kampus Tangerang Belum Ramah Pendidikan

Oleh: Tommy Reyvaldi PENDIDIKAN digadang-gadang sebagai ujung tombak dari sebuah kehidupan berbangsa. Selain itu, kampus adalah visual yang tidak lepas dari sebuah konsep manusia berpendidikan. Harus...

Pemuda, Penggugah Persatuan

Oleh: Marno El Masih MASYARAKATNYA diikat dengan kain indah bernama Pancasila. Dikukuhkan dengan matang oleh UUD 1945. Indonesia nama bangsa itu. Ikrar yang diucapkan oleh para...

Tangerang dan Ancaman Pengangguran

Oleh: Ubaidilah MEMAHAMI pengangguran sebagai angka, terkadang tidak pernah bisa menjawab luka yang didera. Padahal, satu saja orang menganggur sungguh itu sangat menyiksa. Juli ini, jumlah...

Phobia Komunis

 Oleh: Eko Supriatno* DINAMIKA demokrasi di Indonesia belakangan ini menciptakan banyak sekali persoalan, tak terkecuali persoalan lama yang terus menerus direproduksi sejak puluhan tahun silam. Sampai...

Gerakan Bersepeda

Oleh: Eko Supriatno, M.Si., M.Pd “Sepeda tak hanya menyehatkan dan membebaskan, tapi juga memberi warna pada kehidupan sosial. Sayangnya masyarakat kita mudah terpesona oleh mobil...

Koalisi Keumatan Kota Santri

Oleh: Eko Supriatno, M.Si., M.Pd Koalisi Partai PKB dan PPP di Pilkada Pandeglang 2020 hari ini telah dibangun. Saya menyebutnya ‘Koalisi Keumatan Kota Santri’. Hal ini...

SEPUTAR BANTEN

Walikota Serang Resmikan Gedung PWRI dan HIPPI

SERANG | Dalam rangka meningkatkan pelaksanaan program kerja organisasi, Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) dan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kota Serang mendapatkan hibah...

Gerakan Bersepeda

Oleh: Eko Supriatno, M.Si., M.Pd “Sepeda tak hanya menyehatkan dan membebaskan, tapi juga memberi warna pada kehidupan sosial. Sayangnya masyarakat kita mudah terpesona oleh mobil...

Rektor UNTIRTA: Ansor Masa Depan Indonesia

SERANG | Ansor dan Banser, di samping menjadi masa depan NU, juga menjadi NU masa depan. Bahkan Ansor adalah masa depan Indonesia. Demikian disampaikan Rektor...

PKC PMII Banten Minta Kapolri Pecat Kapolres Pamekasan

SERANG | Belakangan ramai pemberitaan terkait tindakan represif oknum polisi terhadap Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pamekasan. Hal ini membuat geram...

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Banten Tunda Sementara Penggunaan Hak Interpelasi

SERANG | Penundaan sementara penggunaan hak interpelasi terkait Bank Banten didapat berdasarkan hasil rapat koordinasi internal antara DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten dengan Fraksi...

Pelayanan Buruk, Puluhan Mahasiswa Datangi Gedung Dewan dan Dinkes Pandeglang

PANDEGLANG | Persoalan pelayanan buruk pada Dinas Kesehatan menjadi isu aksi unjuk rasa yang dilakukan Aliansi Mahasiswa dan Relawan Kemanusiaan Pandeglang. Aksi tersebut berlangsung di...

Semua Berkas Terkait Penyelewengan Dana BOS SMAN 21 Diserahkan Ke Inspektorat

TANGERANG | Upaya tim Kuasa Hukum Forum Guru SMAN 21 Kabupaten Tangerang untuk membongkar dugaan penyelewengan Dana BOS terus berlanjut.

SEPUTAR DESA

Banyak Kejanggalan, Belasan Warga Cibadak Datangi Kecamatan, Persoalkan Penggunaan Dana Desa

TANGERANG | Penggunaan dana desa sejatinya diprioritaskan untuk membiayai pembangunan, pemberdayaan, dan penyelenggaraan pemerintahan desa. Transparansi penggunaan Dana Desa mutlak adanya. Agar publik bisa mengetahui....

Soal Potongan Dana BLT, TSW Minta Polres Panggil Kepala Desa Pasanggrahan

TANGERANG | Musibah tidak menjadi pelajaran dan bahan muhasabah bagi Pemerintahan Desa Pasanggrahan Kecamatan Solear. Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai bentuk Jaring Pengaman Sosial (JPS)...

Realisasi Pembangunan Desa Bantar Panjang Banyak Masalah, Camat Tigaraksa Tetap Rekomendasi Pencairan

TANGERANG | Carut-marut realisasi pembangunan Desa Bantar Panjang Kecamatan Tigaraksa tidak berarti kucuran dana dari pemerintah tersendat. Hal ini terbukti dari terus berlangsung pencairan dana...

Agar Terhindar Virus Corona, Umat Islam Harus Perhatikan Makanan Haram Dan Halal

TANGERANG | Umat Islam harus memperhatikan hukum makanan yang haram dan halal. Hal itu sangat penting agar terhindar dari berbagai macam penyakit seperti virus...

Pemdes Pete Tetapkan 362 Penerima BLT Dana Desa

TANGERANG | Pemerintahan Desa Pete Kecamatan Tigaraksa melakukan Musyawarah Desa. Agenda tersebut membahas validasi, finalisasi, serta penetapan calon penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang...

Isi Kegiatan Positif Saat Ramadan, Buncarukh Bagi-Bagi Sembako

TANGERANG | Forum Silaturahmi Pemuda Buncarukh menggelar aksi sosial berupa pembagian sembako kepada guru ngaji dan ustad kampung di Desa Pasanggrahan Kecamatan Solear Kabupaten...

Hidup Seorang Diri, Lansia Tuna Netra Di Solear Tinggal Di Rumah Tak Layak Huni

TANGERANG | Sudah sepuluh tahun, Iyah hidup menjanda dengan kondisi yang sangat memilukan. Sejak ditinggal Safri, suaminya, perempuan berusia 80 tahun dan tuna netra...