
LEBAK | Penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lebak masih menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Hingga awal Juni 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak mencatat sebanyak 391 kasus DBD ditemukan di berbagai wilayah.
Ratusan kasus tersebut menjadi peringatan bahwa upaya pencegahan di tingkat lingkungan dinilai belum berjalan optimal. Kondisi cuaca yang mendukung perkembangbiakan nyamuk serta masih banyaknya genangan air di permukiman warga disebut menjadi faktor pemicu meningkatnya kasus DBD.
Dinkes Lebak menilai pengendalian penyakit tersebut membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memutus rantai perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.
Baca Juga
- PMII Lebak Kritik Polemik Pemimpin Daerah, Soroti Arah Pembangunan
- Banjir dan Longsor Terjang Lima Kecamatan di Lebak, 37 Rumah Terdampak
“Jumlah kasus DBD saat ini sudah mencapai 391 kasus. Jika pencegahannya tidak dilakukan secara serius, kemungkinan kasus akan terus bertambah,” kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Lebak, dr. Firman Rahmatullah, Sabtu (06/06).
Menurutnya, langkah paling efektif untuk menekan penyebaran DBD bukan hanya melalui penanganan medis, tetapi juga dengan menerapkan gerakan 3M Plus, seperti menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, serta mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Selain itu, penggunaan larvasida seperti Abate di bak mandi maupun tempat penampungan air juga dinilai penting untuk membunuh jentik nyamuk.
Firman mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala awal DBD seperti demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri otot, hingga muncul bintik merah pada kulit. Pemeriksaan sejak dini diperlukan agar kondisi pasien tidak memburuk.
“Dengan meningkatnya kewaspadaan dan partisipasi masyarakat, diharapkan penyebaran DBD dapat ditekan sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” ujarnya.
Meski hingga saat ini belum ada laporan kejadian luar biasa (KLB), lonjakan ratusan kasus dalam beberapa bulan terakhir dinilai menjadi alarm bagi seluruh pihak untuk memperkuat langkah pencegahan sebelum memasuki periode yang berpotensi meningkatkan populasi nyamuk pembawa virus dengue. | Fjr
![]()









