
SERANG | Kasus dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Serang. Sebanyak 64 pelajar dan guru di Kecamatan Padarincang mengalami gejala mual dan muntaber usai menyantap makanan dari program MBG, Rabu (20/05).
Puluhan korban sempat menjalani penanganan medis di Puskesmas Padarincang. Dugaan sementara, keracunan dipicu menu telur dadar yang disajikan kepada para siswa dan tenaga pendidik di sekolah tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun, total korban mencapai 64 orang, terdiri dari 43 siswa serta guru dan petugas tata usaha. Sebagian besar korban kini telah dipulangkan setelah kondisi mereka membaik.
Baca Juga
- SPPG Cirumpak Diduga Belum Kantongi Izin Sanitasi, Puluhan Siswa Keracunan MBG
- AMT Soroti Dugaan Pungli Ratusan Juta dalam Penentuan Dapur MBG di Tangerang
Wakil Bupati Serang sekaligus Ketua Satgas Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Serang, M. Najib Hamas, mengatakan satu korban masih menjalani perawatan medis.
“Sudah kembali ke rumah, hanya satu yang masih dirawat,” ujar Najib saat dihubungi, Sabtu (23/05).
Ia mengungkapkan, Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Serang telah menggelar pertemuan bersama Muspika, pihak sekolah, dan pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mengevaluasi insiden tersebut.
Dalam rapat evaluasi itu, Korwil BGN mengusulkan penghentian sementara atau suspend operasional dapur MBG yang memasok makanan ke sekolah terdampak.
“Kita masih menunggu keputusan dari BGN pusat,” katanya.
Najib menilai, persoalan utama terletak pada lemahnya disiplin penerapan standar operasional prosedur (SOP), khususnya terkait waktu distribusi dan konsumsi makanan.
“Contohnya makanan disiapkan jam 11, tapi baru dimakan jam 12. Bahkan ada yang dikirim jam 9. Ini yang harus diperbaiki, soal kesepakatan waktu,” tegasnya.
Menurut dia, makanan MBG idealnya diterima sekolah maksimal satu jam sebelum dikonsumsi agar kualitas dan keamanannya tetap terjaga.
“Kalau makanan dikonsumsi jam 12, berarti jam 11 sudah harus sampai,” ujarnya.
Najib menegaskan Satgas BGN Kabupaten Serang meminta evaluasi menyeluruh terhadap dapur MBG pasca-insiden tersebut. Ia juga meminta pengawasan diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Pengawasan harus ketat. SOP dan disiplin pelaksanaan di masing-masing dapur harus jadi perhatian serius,” katanya.
Saat ini, pihak terkait masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. | Fjr
![]()









