
TANGERANG | Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Tangerang mulai mengantisipasi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok. Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turun langsung memantau kondisi harga dan stok pangan di Pasar Curug, Jumat (22/05).
Dalam monitoring tersebut, Maesyal didampingi jajaran PD Pasar, PT Mitra Kerta Raharja (MKR), serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Pemantauan dilakukan untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat saat Iduladha.
Dari hasil pengecekan di lapangan, sejumlah komoditas utama masih dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Pemerintah daerah mencatat sedikitnya 15 bahan pokok relatif stabil, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, daging, hingga cabai.
Baca Juga
- Ratusan Warga Kepung DPRD Tangerang, Tolak Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi
- Soft Launching Politeknik Ismet Iskandar, Bupati Tangerang Dorong Pengembangan Kampus
“Yang kami lihat hari ini, kondisi pasar masih cukup terkendali. Harga beberapa komoditas memang bergerak, tapi belum melewati batas HET,” kata Maesyal di sela monitoring.
Untuk beras premium, harga jual berada di kisaran Rp14.500 hingga Rp14.667 per kilogram. Sementara beras medium dan SPHP masih dijual sekitar Rp12.500 per kilogram. Adapun gula pasir kemasan berada di angka Rp17.500 per kilogram.
Selain itu, harga minyak goreng, daging ayam, daging sapi, bawang putih, cabai rawit, dan cabai merah juga dinilai masih dalam kondisi normal dibanding tren kenaikan harga menjelang Iduladha pada tahun-tahun sebelumnya.
Menurut Maesyal, stabilnya harga kebutuhan pokok di Pasar Curug tidak terlepas dari peran pedagang yang tetap menjaga ketersediaan stok barang di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
Pemkab Tangerang juga mengaku telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi lonjakan harga, termasuk menggelar operasi pasar di beberapa titik pasar tradisional.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi bahan pangan sekaligus menekan potensi spekulasi harga menjelang Hari Raya Iduladha. | Fjr
![]()









