Idulfitri Dalam Kepungan Masyarakat Konsumtif dan Pragmatis

Oleh: Dede Nova Andriana*

DALAM rentang waktu yang cukup panjang, masyarakat Indonesia khususnya komunitas muslim menjalankan ritual keagamaan tahunan, atau biasa disebut dengan Idulfitri. Setelah sebulan penuh menjalankan puasa sebagai bentuk ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Jika dilihat dari historis, keragaman di Indonesia yang mayoritas adalah warga muslim membuat hegemoni masyarakat secara kultural ikut merasakan atmosfer bulan suci ini.

Tentu menjadi momentum bagi sebagian kalangan untuk memanfaatkan bulan kemulyaan dengan cara yang beraneka ragam. Bagi umat muslim, momentum Ramadan dijadikan sebagai bentuk aktualisasi diri, baik secara vertikal maupun horizontal.

Ketakwaan, ketaatan, dan nilai-nilai religius merupakan spiritualitas yang bersifat vertikal. Sementara dalam aspek sosiologis (horizontal), tercermin dalam aktifitas masyarakat.

Baca Juga

Gejala ini acap kali dijadikan keuntungan bagi para kapital. Para pengusaha memanfaatkan momen ini sebagai ceruk karena angka permintaan kebutuhan pasar melonjak.

Sirup Marjan misalnya. Produk ini menjadikan Ramadan sebagai peluang untuk meraup omzet dalam skala besar. Karena selama satu bulan, permintaan pasar mampu melampaui sebelas bulan dalam kurun waktu satu tahun sebelumnya.

Sirup Marjan menggunakan strategi sensasional, atau biasa juga disebut dengan “strategi musiman”. Sirup Marjan memusatkan iklan pada bulan Ramadan, menggunakan media televisi.

Dengan menggunakan strategi sensasional dalam beriklan, sirup Marjan akan meraup keuntungan sekaligus membangun image brand itu sendiri dengan waktu yang singkat.

Sehingga, masyarakat Indonesia mendapati suatu fenomena sosial gaya baru. Ada pelbagai teori mengenai hubungan bahasa dan kebudayaan. Tetapi ada pula yang mengatakan bahwa bahasa dan kebudayaan merupakan dua hal yang berbeda. Namun, mempunyai hubungan yang erat sehingga tidak dapat dipisahkan.

Iklan merupakan satu bentuk tanda dan penanda bahwa telah terjadi interaksi yang pada akhirnya menimbulkan asimilasi secara multidimensi.

Kita akan mengingat, jika iklan sirup Marjan mulai meramaikan televisi, itu pertanda sebentar lagi Ramadan tiba. Selain produk seperti sirup tentunya, segala kebutuhan disediakan dengan stok yang lumayan banyak dengan fasilitasi oleh kaum feodal.

Dan bagi para peziarah, bulan ini merupakan wujud penantian untuk mudik ke tanah kelahiran. Bertemu keluarga dan sanak saudara.

Perayaaan hari raya di Indonesia memiliki ciri tidak tunggal. Namun demikian, tetap memiliki esensi yang relatif sama, yakni ajang silaturahmi dan saling emaafkan satu sama lain. Dengan cara beda-beda.

Foto: Ilustrasi Lebaran (Google/Istimewa).

Dengan bantuan teknologi yang sudah semakin canggih di era globalisasi, hambatan lain bisa dilalui. Teknologi bisa menjadi solusi juga problem. 

Dengan bantuan teknologi, tentu silaturahmi terasa begitu dekat. Cukup beberapa menit ucapan demi ucapan bertebaran di mana-mana.

Bayangkan bila setiap manusia bisa melihat setiap pesan yang terkirim, tentun langit-langit terasa ramai dan padat. Bahkan jumlah seluruh penduduk di pulau jawa pun bisa kalah oleh jumlah pesan yang terkirim lewat jejaring internet.

Tanpa datang dan melihat langsung kondisi lawan bicara, pesan silaturahmi dengan mudah sampai tanpa khawatir ada yang cacat atau sobek akibat proses pengiriman.

Bayangkan bila tidak ada internet dan masih menggunakan kantor pos dengan weselnya. Saya rasa pesan akan ditulis dari jauh-jauh hari sehingga kata-kata bisa di susun sedemikian rupa tanpa perlu kopas sana sini.

Manusia akan lebih kreatif ketimbang bergantung pada penemuan Lawrence G. Tesler dengan copy dan pastenya. Memang komputer mulai populer, tetapi tidak langsung mudah seperti sekarang ini.

Di era 60-an, sederet command panjang harus diketik untuk digandakan dengan mengkopi sebuah tulisan tadi. Memudian mempaste di tempat tertentu.

Sedikit perubahan di era 1974-1975, seorang karyawan Xerox bernama Lawrence G. Tesler menemukan cara kopi paste yang lebih sederhana. Disusul kemudian oleh Apple (1981) yang mulai memunculkan penggunaan tombol ctrl + C untuk mengkop, ctrl + X untuk Cut, dan ctrl + V untuk mempaste.

Baca Juga

Teknologi tersebut semakin lengkap dengan munculnya ctrl + Z untuk pembatalan (undo). Windows pun mengadopsi teknologi hasil temuan Apple tersebut. Maka jadilah proses kopi paste menjadi sangat mudah seperti yang hadir di depan meja kita sekarang ini.

Saya jadi teringat novel “Sepotong Senja untuk Pacarku” karya Seno Gumira Adjidarma. Dalam novel itu, tokoh utama bernama Sukab yang mengirimkan sekerat senja dalam amplop untuk Alina, pujaan hatinya. Namun baru sampai sepuluh tahun kemudian.

Saya tidak bisa membayangkan, bila hal ini sungguh terjadi pada kehidupan nyata. Seseorang yang mengirim pesan lalu butuh sepuluh tahun untuk sampai.

Kondisi seperti itu mungkin tidak etis untuk kondisi budaya di Indonesia sekarang. Jangankan menunggu sampai sepuluh tahun, lima menit mendapati gangguan sinyal internet saja manusia sudah sempoyongan ketar-ketir seperti tidak gajian sepuluh tahun.

Di sisi lain, masyarakat kita juga terlalu pragmatis. Dalam bahasa Yunani, pragmatisme merupakan suatu aliran yang mengajarkan bahwa yang benar adalah apa yang bermanfaat secara praktis.

Aliran ini bersedia menerima segala hal bila membawa akibat praktis. Patokan pragmatisme adalah manfaat bagi hidup praktis. Bagi mereka, orang yang pragmatis mengucapkan bahwa aliran ini semakin banyak manfaatnya maka semakin benar suatu hal.

Maka dari itu bisa kita pahami bahwa pragmatisme itu merupakan sebuah aliran yang mengajarkan, bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang terbukti yang nyata dengan melihat manfaat secara praktis simple.

Foto: Ilustrasi pragmatisme (Google/Istimewa).

Jika kita meliihat kondisi ekonomi politik serta budaya. Sekarang segala sesuatu perlu cepat dan singkat tapi tidak berarti menjadikan manusia semakin moderat.

Bahkan dalam level makanan pun manusia sekarang lebih memilih fast food atau makanan cepat saji di bandingkan makan yang memiliki proses sedikit lebih lama dalam penyajiannya.

Budaya singkat—cepat telah melahirkan manusia dalam pusaran pragmatis lalu membunuh proses pencapaian. Hal yang sering terlewati ini sebenarnya adalah yang paling punya arti.

Tahun ini mungkin menjadi tahun yang berbeda dengan dua atau tiga tahun ke belakang. Karena masyarakat dunia merasakan Idulfitri dengan hegemoni bersama wabah Corona.

Sebuah kultus yang akhirnya makin memantapkan manusia dalam pusaran pragmatis. Penggunaan Internet semakin terdepan. Bahkan lebih terdepan dari jargon Yamaha yang mengaku semakin di depan.

Secara tersirat, penggunaan sosial media makin merambah dan masuk ke dalam sela-sela kehidupan manusia. Sebuah sela-sela yang tak dapat di jangkau oleh manusia, namun mampu terjangkau dengan sosial media.

Momentum Idulfitri hendaknya dijadikan kontemplasi, kemudian mendekonstruksi ulang sifat kefitrahannya.

Sebeb, setelah satu bulan penuh berjuang demi meraih hari kemenangan, hendaknya kita teladani dengan bertabayun bersama membuka hati untuk menjadi insan yang lebih mulia. Bukan dengan cara mengobral kata.

* Penulis adalah aktivis kebersihan yang bergelut dibidang jasa laundry sepatu dan Helm.

 1,696 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

TANGERANG | Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2021 tinggal menghitung hari. Sementara anggaran yang masuk rekening desa baru sekitar 40 persen. Hal...

TANGERANG | Galian tanah di Desa Bantar Panjang Kecamatan Tigaraksa Kabupten Tangerang kembali beroperasi. Padahal sebelumnya sudah beberapa kali ditutup. Hal ini membuat warga heran....

Oleh: Endi Biaro* JIKA ingin tahu mainan politik para Sultan Desa, crazy rich kelas lokal, kaum borjuis kampung, dan para bandar Kabupaten Tangerang, maka lihatlah...

TANGERANG | Seorang pencinta alam mengkritisi Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang lantaran mengorbankan lingkungan demi pembangunan. Upaya pemerintah dalam membangun daerah tentu harus diapresiasi. Namun jika...

VINUS TV

BERITA TERBARU

Para Sultan Main Cuan di Pilkades Tangerang

Oleh: Endi Biaro* JIKA ingin tahu mainan politik para Sultan Desa, crazy rich kelas lokal, kaum borjuis kampung, dan para bandar Kabupaten Tangerang, maka lihatlah...

Gelar HUT ke-12, TeRuci Chapter Banten Perkuat Silaturahmi

SERANG | Perayaan hari jadi ke-12, Terios Rush Club Indonesia (TeRuci) Chapter Banten digelar cukup meriah. Bertempat di Pokel Garden Resto Kecamatan Kasemen Kota...

Sekolah Dikenakan PPN, Direktur LAPENMI HMI Serang: Biaya Pendidikan Akan Tinggi

SERANG | Pemerintah berencana mengenakan Pajak Pertumbuhan Nilai (PPN) pada jasa pendidikan atau sekolah. Tertuang dalam revisi Undang-undang nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan...

Kabar Bahagia! Populasi Badak Jawa Bertambah Dua Ekor

PANDEGLANG | Kabar bahagia datang dari Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Pasalnya dua anak Badak Jawa (Rhenoceros Sondaicus) kembali terlihat pada kamera video trap. Melalui...

Pembelajaran Daring dan Generasi TikTok

Oleh: Yani Suryani* SUDAH hampir dua tahun pembelajaran daring dilakukan. Sebagai metode yang dilakukan di masa pandemi. Menggunakan sekaligus memanfaatkan jaringan internet dalam pelaksanaannya. Dalam Kamus...

Permatara Minta Kejari Transparan Soal Kasus Dana Hibah KONI Tangsel

TANGERANG | Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Tangerang Raya (Permatara) menggelar aksi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang Selatan, pada, Jum’at (11/06). Massa aksi...

Panitia Pilkades Resah, Anggaran Tak Kunjung Cair Sepenuhnya

TANGERANG | Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2021 tinggal menghitung hari. Sementara anggaran yang masuk rekening desa baru sekitar 40 persen. Hal...

Lapor Pak Bupati: Galian Tanah di Tigaraksa Kembali Beroperasi

TANGERANG | Galian tanah di Desa Bantar Panjang Kecamatan Tigaraksa Kabupten Tangerang kembali beroperasi. Padahal sebelumnya sudah beberapa kali ditutup. Hal ini membuat warga heran....

Perkuat Pelaku UMKM, Pemuda Muhammadiyah Banten Gandeng Pegadaian

BANTEN | Dalam rangka memperkuat ekonomi keumatan dan pemberdayaan ekonomi mikro di akar rumput, Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah Provinsi Banten menandatangani Nota Kesepahaman...

IKLAN

BERITA TERPOPULER

Setelah Didemo Warga Terkait BLT, Kepala Desa Lebak Wangi Gantung Diri

TANGERANG | Kabar duka datang dari Kepala Desa Lebak Wangi Kecamatan Sepatan Timur Kabupaten Tangerang. Setelah sebelumya didemo masyarakat terkait transparansi bantuan Covid-19, Kepala...

Warga Sekitar Kawasan Millenium Butuh Pekerjaan, Pabrik Lebih Memilih Titipan Dinas

TANGERANG | Puluhan warga berunjuk rasa di depan PT Green Source Indonesia (GSI) yang berlokasi Kawasan Industri Millenium Kelurahan Kaduagung Kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang. Tidak...

Miris, BLT Pusat Terindikasi Diselewengkan Aparat Kelurahan Sukamulya

TANGERANG | Merasa janggal terkait undangan pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari APBN melalui Kantor Pos, Siti Aminah mempertanyakan bantuan yang hendak...

Ingin Mengajukan Bantuan Presiden Tanpa Antre, Begini Caranya

TANGERANG | Kabar baik bagi para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM). Khususnya yang terdampak pandemi Covid-19. Lantaran pemerintah akan memberikan langsung Bantuan Presiden Produktif...

Digugat LBH Ansor, Alfian Tanjung Tak Punya Nyali Datangi Pengadilan

TANGERANG | Kasus penghinaan oleh Alfian Tanjung terhadap Banser terus berlanjut. Ketua Umum GP Ansor Gus Yaqut Cholil Qoumas didampingi pengacara LBH Ansor beserta...

Orang Tidak Dikenal Robek Al Qur’an dan Coret Musala di Tangerang

TANGERANG | Sebuah musala di Perumahan Villa Tangerang Elok Kelurahan Kutajaya Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang penuh dengan coretan. Setidaknya ada empat tulisan di dinding...

Warga Persoalkan Sekcam Balaraja Terkait Postingan “Negeri Para Bedebah!!!”

TANGERANG | Unggahan salah satu ASN Kabupaten Tangerang di media sosial mendapat perhatian serius dari warga. Bahkan dinilai meresahkan. Selain mempersoalkan independensi, materi postingan bersifat...

AGENDA

BERITA TERKAIT

Para Sultan Main Cuan di Pilkades Tangerang

Oleh: Endi Biaro* JIKA ingin tahu mainan politik para Sultan Desa, crazy rich kelas lokal, kaum borjuis kampung, dan para bandar Kabupaten Tangerang, maka lihatlah...

Pembelajaran Daring dan Generasi TikTok

Oleh: Yani Suryani* SUDAH hampir dua tahun pembelajaran daring dilakukan. Sebagai metode yang dilakukan di masa pandemi. Menggunakan sekaligus memanfaatkan jaringan internet dalam pelaksanaannya. Dalam Kamus...

Syekh Nawawi, Cermin Bening Sang Pelita

Oleh: Endi Biaro* KERINGKAN airnya, lalu tangkap ikannya! Atau racuni airnya, ikan akan menggelepar mampus. Begitulah seloka (perumpamaan) ringkas untuk "menaklukan" umat Islam. Keringkan! Jauhkan umat...

Potret Toleransi Beragama di Indonesia

Oleh: Apipudin* TOLERANSI dapat menjadikan perdamaian bagi masyarakat, khususnya di Indonesia. Secara terminologi, toleransi adalah suatu sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok...

Mengenang Ideologi Soekarno Muda

Oleh: Teguh Santosa* SEKARANG rakyat Indonesia sedang mengenang Hari Pancasila, 1 Juni, yang tentu saja akan mengenang pencetusnya yakni Bung Karno (BK). Pada saat bersamaan situasi...

Refleksi 108 Tahun Mathla’ul Anwar: Mengabdi Untuk Negeri

Oleh: Ahmad Syafa'at* Sore hari pulang ke rumah Langsung tidur capek sekali Cari ilmu tak hanya di sekolah Tapi juga di kehidupan sehari-hari PANTUN jenaka ini memberikan makna tersirat kepada...

Anda Sopan Kami Curiga, Jangan-Jangan Calon Kepala Desa

Oleh: Suryadi* HIRUK pikuk pengundian nomor urut dan penetapan calon kepala desa se-Kabupaten Tangerang usai dilaksanakan. Sebanyak 77 desa akan menggelar Pilkades serentak pada 04...

IKLAN

SEPUTAR BANTEN

Gelar HUT ke-12, TeRuci Chapter Banten Perkuat Silaturahmi

SERANG | Perayaan hari jadi ke-12, Terios Rush Club Indonesia (TeRuci) Chapter Banten digelar cukup meriah. Bertempat di Pokel Garden Resto Kecamatan Kasemen Kota...

Sekolah Dikenakan PPN, Direktur LAPENMI HMI Serang: Biaya Pendidikan Akan Tinggi

SERANG | Pemerintah berencana mengenakan Pajak Pertumbuhan Nilai (PPN) pada jasa pendidikan atau sekolah. Tertuang dalam revisi Undang-undang nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan...

Kabar Bahagia! Populasi Badak Jawa Bertambah Dua Ekor

PANDEGLANG | Kabar bahagia datang dari Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Pasalnya dua anak Badak Jawa (Rhenoceros Sondaicus) kembali terlihat pada kamera video trap. Melalui...

Perkuat Pelaku UMKM, Pemuda Muhammadiyah Banten Gandeng Pegadaian

BANTEN | Dalam rangka memperkuat ekonomi keumatan dan pemberdayaan ekonomi mikro di akar rumput, Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah Provinsi Banten menandatangani Nota Kesepahaman...

Komunitas Baraya Labuan Gagas Diskusi Publik Bulanan

PANDEGLANG | Komunitas Baraya Labuan menggagas Diskusi Publik Bulanan sebagai media pengembangan nalar dan pengetahuan. Diskusi Publik Bulanan tersebut memiliki fungsi sebagai tempat berkumpul, silaturrahmi,...

Dukung Penegakan Hukum, Abuya Muhtadi Datangi Kejati Banten

BANTEN | Sejumlah ulama mendatangi Kejaksaan Tinggi Banten untuk menyatakan dukungan terkait penanganan dugaan korupsi dana hibah pondok pesantren, pada Selasa, (08/06). Para ulama datang...

Dindikbud Banten Acam Pidanakan Penghalang Pembangunan, Mulyadi: Jalani Dulu Prosesnya Dengan Benar

BANTEN | Salah satu orang tua siswa SMAN 30 Kabupaten Tangerang menanggapi pernyataan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten terkait nada ancaman pidana. Pria...

IKLAN

SEPUTAR DESA

Ini Jadwal dan Tahapan Pilkades Serentak Kabupaten Tangerang

TANGERANG | Jadwal tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 77 desa se-Kabupaten Tangerang telah selesai dibahas. Bahkan sudah mulai disosialisasikan oleh dinas terkait. Mulai...

Banyak Kejanggalan, Belasan Warga Cibadak Datangi Kecamatan, Persoalkan Penggunaan Dana Desa

TANGERANG | Penggunaan dana desa sejatinya diprioritaskan untuk membiayai pembangunan, pemberdayaan, dan penyelenggaraan pemerintahan desa. Transparansi penggunaan Dana Desa mutlak adanya. Agar publik bisa mengetahui....

Refleksi 7 Tahun UU Desa: Ingat, Desa Membangun, Bukan Membangun Desa

TANGERANG | Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa sudah memasuki tahun ketujuh. Sejak disahkan pada 15 Januari 2014. Dalam rangka refleksi 7 tahun terbitnya...

Pemdes Pete Tetapkan 362 Penerima BLT Dana Desa

TANGERANG | Pemerintahan Desa Pete Kecamatan Tigaraksa melakukan Musyawarah Desa. Agenda tersebut membahas validasi, finalisasi, serta penetapan calon penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang...

Realisasi Pembangunan Desa Bantar Panjang Banyak Masalah, Camat Tigaraksa Tetap Rekomendasi Pencairan

TANGERANG | Carut-marut realisasi pembangunan Desa Bantar Panjang Kecamatan Tigaraksa tidak berarti kucuran dana dari pemerintah tersendat. Hal ini terbukti dari terus berlangsung pencairan dana...

Pengumuman: Pilkades Tangerang Digelar Juli 2021

TANGERANG | Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 77 desa se-Kabupaten Tangerang akan digelar bulan Juli tahun ini. Adapun terkait tahapan dimulai pada...

Soal Potongan Dana BLT, TSW Minta Polres Panggil Kepala Desa Pasanggrahan

TANGERANG | Musibah tidak menjadi pelajaran dan bahan muhasabah bagi Pemerintahan Desa Pasanggrahan Kecamatan Solear. Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai bentuk Jaring Pengaman Sosial (JPS)...