spot_img
spot_img

Aslam Center Soroti Polemik PPDB Banten

Foto: Flyer posko pengaduan PPDB Kota Tangerang oleh Aslam Center.

TANGERANG | Polemik Penerimaan Peserta Didik Daru (PPDB) 2022 Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Provinsi Banten mendapat sorotan dari berbagai kalangan.

Salah satunya Aslam Center, komunitas yang bergerak di bidang sosial masyarakat khususnya pendidikan. Pihaknya merasa prihatin dan mencoba bergerak mengkaji permasalahan tersebut.

Aslama Nanda Rizal selaku pendiri Aslam Center menyampaikan, secara ilmiah permasalahan PPDB di Provinsi Banten dalam ruang lingkup SMAN/SMKN dapat dibedah.

Baca Juga

Aslama memaparkan, pertama terkait jalur zonasi dan afirmasi. Memiliki kelebihan yakni tidak adanya stigma dan polarisasi sekolah favorit dan non-favorit.

Selian itu, lanjutnya, sistem ini juga membantu masyarakat sekitar untuk lebih dekat sekolah dengan rumahnya (red: zonasi), dan bagi kalangan ekonomi kurang atau tidak mampu dibantu melalui jalur afirmasi.

“Namun jalur tersebut memiliki kelemahan, yakni membuat siswa cuek, malas belajar dengan serius, dan malas berprestasi karena rumahnya dekat dengan calon SMAN tujuan atau zonasi,” ujarnya, pada Sabtu (02/07).

Alumni UGM ini juga mengatakan, untuk jalur afirmasi, siswa juga tidak mempedulikan nilai karena beranggapan sebagai kalangan kurang mampu, sudah selayaknya dibantu.

Kelemahan berikutnya, rawan permainan negatif oknum baik dari RT, RW, lurah, LSM, staff, dan guru. Lantaran Kepala Sekolah memanfaatkan jalur tersebut untuk menguntungkan pribadi dan kolega atau kelompok, baik secara materil maupun non-materil.

Sedangkan jalur prestasi, memiliki kelebihan yakni membuat siswa tidak lulus jalur zonasi dan afirmasi, bisa melalui jalur ini.

“Namun juga memiliki kelemahan, yakni tidak transparannya prestasi siswa tersebut, karena datanya tidak dibuka untuk umum, hanya dilihat nilai rapor dan kadang bisa direkayasa,” ungkapnya.

Foto: Ilustrasi PPDB (Isitmewa).

Masih kata Aslama, untuk PPDB SMKN, perihal tes dikembalikan lagi ke masing-masing sekolah sehingga tidak ada keterbukaan antara SMK dengan banyaknya atau berbeda jurusan tersebut. Karena rawan dipermainkan oleh oknum dengan dalih lulus tes.

Pria yang kini sedang menempuh Pascasarjana di Universitas Indonesia ini juga menyatakan lebih setuju agar PPDB di tahun berikutnya tidak melalui sistem seperti saat ini. “Melainkan dengan atau melalui jalur tes seperti cara masuk Perguruan Tinggi Negeri, atau seperti zaman 2006-2007 sebelum era NEM,” ucapnya.

Dia juga mengaku, banyak komentar di media sosial terutama Instagram Asmal Center, agar jalur tes dikembalikan lagi sebagai satu-satunya jalan masuk SMAN/SMKN dengan keterbukaan informasi.

“Jadi agak sedikit mirip dengan Zonasi. Misal, siswa di sekitar SMAN/SMKN X ingin masuk sekolah tersebut, mereka semua tes, bisa atau tidak? Yang lulus, ya masuk. Jadi agak mirip zonasi, tapi melalui tes. Deket rumah, iya. Ketahaun pinter atau lulus tes, juga iya. Adil kan,” pungkasnya.

Sekadar informasi, Aslam Center juga membuka posko pengaduan masalah PPDB SMAN/SMKN wilayah Kota Tangerang. Untuk informasi bisa menghubungi 0858-6259-9468.|We

Loading

VINUS TV

BERITA TERBARU

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

SEPUTAR BANTEN

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img

SEPUTAR DESA

Masyarakat Pasir Bolang Demo Alfamart