spot_img
spot_img

Para Jagoan Partai di Pilgub Banten 2024

Foto: Penulis Eko Supriatno.

Berikut beberapa analisis Pilgub Banten 2024:

Pertama, Pilgub Banten 2024 akan lebih kompetitif lantaran dipimpin penjabat gubernur. Pilgub Banten 2024 adalah pertarungan trah politik keluarga di Banten. Tentunya akan semakin menarik. Trah politik keluarga itu berseteru dan juga ada yang bergabung, maka lakon politik natinya makin kentara dan seru.

Kedua, Pilkada di zaman modern, semua sudah bisa diukur dengan ilmu pengetahuan dan metode yang teruji. Majunya seseorang di Pilkada pertama-tama tidak diukur dari tinggi atau rendahnya level posisi yang diperebutkan. Namun dari kemampuan figur, penerimaan pemilih, kemudian popularitas dan elektabilitas.

Ketiga, sejumlah parpol petarung sudah mulai merancang strategi. Golkar, PDIP, Gerindra, PKB, Demokrat, dan PKS disebut-sebut bakal jadi kunci persaingan sengit tersebut. Peta koalisi partai politik pada pemilihan serentak kepala daerah 2024 mendatang ditentukan oleh hasil Pemilu. Berbeda dengan pencalonan untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2024, yang mana mengacu pada hasil pemilihan presiden sebelumnya yakni 2019.

Baca Juga

Keempat, dilihat dari potensinya para tokoh yang diisukan akan maju dalam Pilkada masih menyertakan tokoh-tokoh lama sebelumnya. Sebut saja Wahidin Halim dan Rano Karno. Selain Wahidin Halim dan Rano Karno, muncul nama lain yang diperbincangkan yakni Arief Wismansyah, Walikota Tangerang, Iti Jayabaya Bupati Lebak. Ketiganya juga sudah menjabat dua periode sehingga dipandang sepantasnya maju dalam kontestasi Pilgub.

Nama lain yang dipandang layak maju dengan alasan yang sama adalah Ratu Tatu Chasanah dan Airin Rachmi Diany. Keduanya sudah dua periode menjabat sebagai kepala daerah dan sama-sama berpengalaman memimpin birokrasi dan partai politik.

Kelima, dari kubu Golkar. Turunnya Airin dalam kontestasi Pilkada Banten akan membuat persaingan menjadi keras. Airin dipastikan tanpa pesaing. Airin Rachmi Diany sendiri berpeluang dipilih Golkar karena sudah punya track record yang cukup panjang sebagai kepala daerah. Kader terbaik ini diproyeksikan mengamankan kekuasaan Golkar di Provinsi Banten.

Penulis menilai, jika ikut sertanya Airin pada Pilgub Banten 2024 dengan alasan potensi kemenangan yang tinggi, maka itu adalah pilihan rasional dan strategi yang jitu. Makanya dalam konteks majunya Airin pada Pilgub Banten 2024, justru yang harus dilihat pertama-tama adalah pada kemampuannya dan penerimaan masyarakat. Kemudian peluang untuk menang.

Keenam, dari kubu PDI Perjuangan. Sinyal mengembalikan kekuasaan Banten ke tangan partai besutan Megawati itu ditunjukkan dengan mempersiapkan kader terbaik, jauh-jauh hari. Kader PDI Perjuangan ada Rano Karno dan Mulyadi Jayabaya.

Foto: Ilustrasi Pilkada (Istimewa).

Ditinjau dari pengalaman PDI Perjuangan dan militansi kadernya, langkah serius merebut kembali kekuasaan sangat mendasar. Terlebih, jika seluruh kader siap all out bekerja dan berhasil memilih calon pendamping yang tepat untuk Kader moncong putih.

Rano terlihat sangat dekat dengan Zaki Iskandar, penerus politik trah Ismet Iskandar. Kekuatan Rano sebagai mantan wakil gubernur dan Plt Gubernur Banten setidaknya memiliki peluang yang besar untuk mendapatkan respon publik.

Ditambah dengan kekuatan partai politik PDI Perjuangan yang saat ini semakin solid dalam merencanakan dan memantapkan kemenangan politik elektoral di semua tingkatan. Cuman problem Zaki, setidaknya Golkar sudah memutuskan mengusung Airin Rachmi Diany sebagai bakal calon gubernur Banten pada Pilkada 2024.

Ketujuh, Dari kubu Gerindra, pada Pemilu 2019 lalu, Gerindra berhasil menguasai parlemen Banten dengan perolehan 16 kursi. Jika keberhasilan itu diraih kembali di Pemilu 2024, maka Gerindra hanya butuh koalisi satu Parpol kecil untuk bisa mengusung kadernya meramaikan bursa Pilkada.

Informasi yang berhasil dihimpun, kader Gerindra Banten sudah satu hati menyepakati nama Desmond J. Mahesa untuk diusung sebagai bakal calon gubernur. Ketua DPD Gerindra Banten yang juga anggota DPR RI itu dinilai figur yang paling tepat untuk membawa Partai Gerindra mengambil peran sentral di Pilkada. Sebagai ketua DPD Gerindra, Desmond J. Mahesa pemimpin parpol yang mau ‘ngopenin’ kader. Artinya kader mampu bergerak semaksimal mungkin di bawah komando Desmond J. Mahesa.

Terakhir, langkah politik lainnya yang dinanti adalah Wahidin Halim. Jika berkeinginan maju kali kedua di Pilgub, WH perlu menjaga asa di Partai Nasdem. Nasdem adalah partai WH sekarang. Dan saat ini WH masih memiliki hasrat di dunia politik dengan terlihatnya langkah WH pindah haluan dari Demokrat ke NasDem adalah bukti bahwa WH ingin melanggengkan kiprahnya dan berkepentingan untuk memperpanjang karier politiknya.

*Ditulis Oleh: Eko Supriatno, M.Si., M.Pd. Pengamat Politik, Dosen Universitas Mathla’ul Anwar Banten, Peneliti pada Kadaka Research and Consulting, dan Pembina Future Leader for Anti Corruption (FLAC) Regional Banten.

Loading

VINUS TV

BERITA TERBARU

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

SEPUTAR BANTEN

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img

SEPUTAR DESA

Masyarakat Pasir Bolang Demo Alfamart