spot_img
spot_img

Kisah Pilu Nenek Mirah, Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reyot

Foto: Kondisi tempat tinggal Nenek Mirah, di Desa Selapajang-Cisoka.

TANGERANG | Kisah pilu dialami seorang perempuan lanjut usia yang tinggal di Kampung Jati RT. 01 RW. 04 Desa Selapajang, Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang.

Pasalnya, nenek berusia 75 tahun ini harus menjalani hidup sebatang kara di usianya yang sudah renta. Setelah ditinggal suaminya meninggal dunia, nenek bernama Mirah ini tinggal seorang diri di sebuah gubuk reyot.

Saat ditemui awak media, Nenak Mirah bercerita, sudah belasan tahun tinggal di gubuk yang terbuat dari bambu tersebut.

Baca Juga

Nenek Mirah juga mengatakan, sempat mempunyai satu anak, tetapi sudah meninggal dunia karena sakit saat usia masih kecil.

“Iya sudah lama tinggal di sini sendirian, suami sudah meninggal dunia. Sekarang hanya ada keponakan, tapi mau emak mah ingin tinggal di sini saja (red: digubuk reyot),” katanya pada Rabu, (15/09).

Tidak ada kesibukan yang dilakukan Nenak Mirah, mengingat usianya sudah renta. Untuk kebutuhan makan sehari-hari, ia mengandalkan pemberian dari tetangga dan keponakannya.

Alhamdulillah untuk makan ada yang ngasih dari keponakan, tetangga dari semuanya,” ujarnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Selapajang Enoh menjelaskan, masyarakat setempat dari dulu sudah maksimal dalam membantu Nenek Mirah. Makan sehari-hari tidak kekurangan dari para tetangga.

Masih kata Enoh, rumah gubuk yang kini sudah reyot tersebut sebelumnya dibangun oleh warga, hanya memang sudah lama belum ada perbaikan lagi.

“Sekarang jadi viral, mudah-mudahan ada kebaikan ke depannya. Nenek Mirah sudah sendiri sejak 25 tahunan, sejak suaminya meninggal dan sampai dengan hari ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Enoh menyampaikan, sudah berupaya memberikan sembako, materi, dan bahkan sudah didata untuk diajukan program bedah rumah dengan menggunakan anggaran desa ataupun kecamatan.

Namun, sambungnya, terkendala dari segi administrasi, karena Nenek Mirah tidak memiliki kelengkapan data diri dan identitas diri seperti E-KTP dan Kartu Keluarga (KK).

“Nenek Mirah tidak mau diajak untuk bisa ikut foto KTP dan perekaman ke Kantor Kecamatan Cisoka, dengan alasan sakit, dan sudah tidak kuat untuk jalan, tapi akan kami upayakan,” pungkasnya.

Pantauan di lokasi, kondisi tempat tinggal Nenek Mirah cukup memprihatinkan. Gubuk yang ditinggalinya hampir roboh.

Tidak hanya itu, di gubuknya pun tidak ada kamar mandi, untuk keperluan MCK, ia harus berjalan kaki ke kebon bambu di samping rumahnya. | We

Loading

VINUS TV

BERITA TERBARU

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

SEPUTAR BANTEN

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img

SEPUTAR DESA

Masyarakat Pasir Bolang Demo Alfamart