spot_img
spot_img

Dijual dan Diperkosa Teman, Gadis di Serang Positif Idap Penyakit Kelamin

Foto: Ilustrasi pemerkosaan (istimewa).

SERANG | Nasib pilu menimpa seorang gadis perempuan asal Kecamatan Keragilan, Kabupaten Serang, Banten. Ia diduga dijual dan diperkosa oleh sejumlah pemuda. Akibatnya, korban mengalami tekanan mental hingga penyakit menular.

S (50) selaku ibu korban mengungkapkan, peristiwa itu terjadi pada bulan Juli 2023 lalu. Bermula ia mencari putrinya yang tak kunjung pulang selama 3 hari.

Menurut S, sebelum menghilang selama 3 hari, putrinya tersebut diketahui bermain bersama terduga pelaku. Namun ketika ditanya, pemuda itu tidak mengetahui keberadaan korban.

Baca Juga

“Nah pas didesak dan diancam lapor polisi, akhirnya dia mengakui dan langsung menjemput dan membawa ke sini anak saya. Dia juga mengaku korban ini telah dijual kepada temannya,” ungkapnya.

Korban yang tidak mengetahui dirinya menjadi korban perdagangan manusia itu dijual seharga Rp150 ribu dan mengalami kekerasan seksual yang dilakukan pelaku serta beberapa pemuda lainnya.

Orang tua korban yang tidak terima langsung melaporkan peristiwa pahit itu ke Unit PPA Polres Serang pada 20 Juli 2023.

Menurut Ibu korban, pascakejadian itu, korban mengalami sakit di sekujur tubuh hingga mengalami gejala penyakit kelamin. “Hasil visum dari rumah sakit, positif. Ada robekan dan infeksi,” ucapnya.

Ia berharap, semua terduga pelaku secepatnya ditangkap oleh pihak berwajib. Sebab sudah hampir dua bulan sejak dilaporkan ke Mapolres Serang belum juga ada tindakan. Bahkan para pelaku masih bebas berkeliaran.

“Pelakunya masih berkeliaran. Sudah hampir dua bulan belum juga ketangkap. Saya harap mereka secepatnya ditangkap,” harapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Serang AKP Andi Kurniady Eka Setyabudi mengatakan, kasus ini tengah ditindaklanjuti. Perkaranya juga sudah naik ke tahap penyidikan.

“Sudah naik statusnya ke tahap penyidikan. Saat ini kami sedang mencari keberadaan pelaku,” ujarnya kepada awak media pada Senin, (11/09).

Andi menyebutkan, pihaknya juga telah bertemu dengan keluarga korban dan menjelaskan proses perkara yang dialami gadis berusia 20 tahun tersebut. “Sudah ketemu orang tua korban untuk menjelaskan perkaranya,” pungkasnya. |HR

Loading

VINUS TV

BERITA TERBARU

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

SEPUTAR BANTEN

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img

SEPUTAR DESA

Masyarakat Pasir Bolang Demo Alfamart