spot_img
spot_img

Demo Ricuh, Kader SEMMI Tangerang Alami Luka-Luka

Foto: Aksi demonstrasi SEMMI Cabang Tangerang.

KOTA TANGERANG | Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Tangerang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Wali Kota Tangerang, pada Jumat (03/03).

Aksi yang digelar dalam rangka evaluasi HUT ke-30 Kota Tangerang tersebut sempat diwarnai bentrok dengan aparat keamanan, lantaran kecewa tidak bisa menemui Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah.

Kepada Vinus, Ketua SEMMI Cabang Tangerang Yanto mengungkapkan, kedatangan mereka ingin menemui Wali Kota Tangerang sebagai pemangku kebijakan tertinggi untuk menyampaikan permasalahan yang sedang terjadi.

Baca Juga

Namun, lanjut Yanto, pihaknya kesal karena belum berhasil menemui wali kota dengan alasan sedang berada dinas di luar, padahal urusan tersebut dapat diwakilkan oleh pejabat yang berkaitan.

“Bahkan pejabat tinggi yang ada di dalam Gedung Pemerintah Kota tidak bisa ditemui karena belum bersurat, ini menandakan bahwa Pemerintah Kota tidak mau mendengar keluh kesah kami para mahasiswa,” ujarnya.

Atas kekecewaan tersebut, massa aksi melakukan dengan judul “Rumah Nepotisme Kota Tangerang” untuk menggambarkan bobroknya Pemerintahan Kota Tangerang saat ini.

Lanjut Yanto, namun aksi treatrikal dijegal oleh aparat kepolisian lantaran melarang pembakaran ban. Padahal kata dia, ban tersebut bagian yang tak terpisahkan dari treatrikal yang sudah diberitahukan sebelumnya lewat surat.

“Kami sangat kecewa atas tindakan kepolisian yang represif, padahal sebelumnya sudah mengirimkan Surat Pemberitahuan Aksi ke Kapolres Metro Tangerang Kota,” ungkapnya.

Masih kata Yanto, atas kejadian tersebut beberapa kader SEMMI mengalami luka ringan pada bagian kaki dan tangan dan mengecam tindakan kepolisian yang bertindak anarkis.

“Saya menyayangkan tindakan pemerintah yang tutup mata, dan kepolisian yang bertindak membabi buta sehingga menyebabkan adanya korban, kami SEMMI menyatakan secara tegas akan kembali dengan jumlah massa yang lebih banyak untuk menindaklanjuti kejadian tersebut,” ucapnya.

Sebelumnya, Koordinator aksi Indri Damayanthi dalam orasinya menyampaikan, sangat tidak pantas pemerintah menghambur-hamburkan APBD untuk pelaksanaan Konser yang megah ditengah-tengah penderitaan masyarakat saat ini.

Pasalnya, kata dia, masih banyak masyarakat miskin, tingginya angka pengangguran, dan banjir yang tidak ditangani. Padahal anggaran yang digelontorkan sangat besar,

“Belum lagi soal Bunda Literasi yang cacat hukum, pendaftaran bantuan pendidikan untuk mahasiswa yang dikebiri oleh Dinas Sosial, serta kemacetan akibat ketidakjelasan status Situ Cipondoh,” pungkasnya. |We

Loading

VINUS TV

BERITA TERBARU

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

SEPUTAR BANTEN

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img

SEPUTAR DESA

Masyarakat Pasir Bolang Demo Alfamart