
PANDEGLANG | Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Pandeglang menyoroti langkah Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang yang mulai memperketat pengawasan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya monitoring terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ketua PC PMII Pandeglang, Khoerul Muslim menilai, pengawasan terhadap program strategis nasional tersebut memang penting dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.
Namun demikian, pihaknya mengingatkan agar pengawasan tidak hanya berfokus pada aspek administrasi maupun penggunaan anggaran semata. Menurutnya, kondisi dapur MBG dan kelayakan sarana prasarana juga harus menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kualitas makanan yang diterima masyarakat.
Baca Juga
- Refleksi Setahun Kepemimpinan Dewi–Iing, PMII Desak Penanganan Serius Putus Sekolah
- Warga Kirim Karangan Bunga ke BPN Pandeglang, Kritik Pelayanan Pertanahan
PC PMII Pandeglang meminta Kejari turut melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi fisik dapur MBG, mulai dari luas bangunan, fasilitas pendukung, sistem sanitasi, hingga kualitas makanan yang diproduksi.
“Kami mengapresiasi langkah Kejari Pandeglang, namun pengawasan harus diperluas. Jangan hanya memeriksa administrasi dan anggaran, tetapi juga kondisi fisik dapur, kelayakan bangunan, fasilitas pendukung, standar kebersihan, hingga kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat,” kata Khoerul Muslim, Minggu (07/06).
Menurutnya, pengawasan komprehensif diperlukan karena program MBG berkaitan langsung dengan kesehatan dan masa depan generasi muda. Karena itu, setiap dapur yang tidak memenuhi standar harus dievaluasi secara serius.
PC PMII Pandeglang juga mendorong adanya audit dan verifikasi terhadap berbagai aspek penting, seperti kapasitas dapur, ketersediaan ruang penyimpanan bahan baku, sistem pembuangan limbah, kualitas menu makanan, hingga keberadaan tenaga ahli gizi dan pengawas keamanan pangan.
Selain itu, pihaknya menilai rantai distribusi makanan juga perlu diawasi agar makanan yang diterima penerima manfaat tetap higienis dan layak konsumsi.
“Jangan sampai program ini hanya mengejar target kuantitas, tetapi mengabaikan kualitas. Keselamatan dan kesehatan penerima manfaat harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
PC PMII Pandeglang memastikan pihaknya siap ikut melakukan pengawasan partisipatif sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial mahasiswa agar program MBG berjalan secara transparan, akuntabel, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. | Fjr
![]()









