spot_img
spot_img

Resensi Buku Karya Aktivis Muda Tangerang

Foto: Buku Demokrasi Dalam Kardus, Kontroversi Pemilu Dan Solusi Pemilu 2024.

OPTIMISME menerapkan teknologi informasi berbasis digital, dalam setiap tahapan Pemilu, menjadi corak pemikiran utama di buku ini.
Para penulisnya memiliki komitmen untuk membantu KPU dalam digitalisasi data dan sistem, dalam etape Pemilu.

Semua tahapan, menurut para penulis, sebaiknya mulai berbasis komputasi. Kecuali di tahapan inti, yakni pemungutan suara, masih rawan jika menerapkan e-voting.

Buku berjudul Demokrasi Dalam Kardus ini menemukan fakta, bahwa saat ini, internet menjadi personal proverty. Alias barang harian di setiap orang. Data dari berbagai sumber menyebut, dua ratusan juta pengguna internet di Indonesia. Dengan aneka perangkat, seperti HP, laptop, tablet, maupun komputer meja.

Baca Juga

Fakta ini ditunjang oleh tingginya tingkat pemakaian aneka wahana media (multi platform), yang begitu akrab di publik luas. Kesemua ini menjadi tantangan bagi KPU, untuk bekerja dengan memanfaatkan jaringan siber.

Arsitektur IT KPU

Senyatanya, KPU sendiri telah memiliki rancang bangun alias arsitektur teknologi informasi untuk Pemilu. Setidaknya ada 14 jenis software, aplikasi, portal, dan olahan gudang informasi, untuk membantu kerja-kerja KPU.

Beberapa aplikasi telah mengalami best practise, di era sebelumnya. Beberapa lagi, tergolong baru. Jika disebut, maka yang populer adalah SIDALIH, SIPOL, SILON, SIAKBA, SIDAPIL, SILOG, SIDAKAM, dan SIDUMAS.

Latar argumen penggunaan teknologi itu sangat jelas. Yakni mempercepat proses, memudahkan pengecekan, memperlancar interaksi data, mengamankan inventory, menampung data raksasa, dan melibatkan kolaborasi banyak pihak.

Teknologi informasi juga memungkinkan KPU lebih akuntabel, karena publik bisa mengakses, mengecek, dan ikut memperbaiki kesalahan. Serta semua kerja besar kepemiluan lebih efektif dan efisien.

Kesenjangan Digital

Meski begitu, buku ini juga mengulas aspek paradoksal dalam IT Pemilu. Seperti berbagai masalah dalam kelancaran proses dan kesetaraan sumber daya teknologi di Indonesia.

Masih ada digital divide alias ketaksetaraan daya dukung (kesenjangan digital). Banyak daerah yang blank spot, sinyal tak stabil, jaringan pemacar terbatas, jalur pitadata (broadband) kecil, serta gangguan sinyal yang jadi ancaman.

Masalah lain: daya dukung perangkat, yang memenuhi spek teknis. Interaksi siber butuh perangkat yang setara, dengan kualitas tinggi. Agar mampu mengerjakan aneka aplikasi dan software. Di Pulau Jawa, soal ini mudah diatasi. Tapi di daerah terpencil, pasti merepotkan.

Kendala lainnya adalah soal sumber daya. Belum tentu semua orang user friendly dalam mengoperaikan aplikasi KPU. Juga bagaimana KPU di daerah melakukan troubleshooting, jika server down, link diserbu virus? Atau listrik mati?

Juga masih ada faktor gawat lain, yang bisa menghancurkan sistem, yakni serangan cybercrime. Para hacker bisa membobol, sabotase, merusak, mencuri data, dan melakukan aktivitas ilegal lainnya. Sejauh ini, BSSN (Badan Sandi dan Siber Nasional) mengingatkan KPU, bahwa telah ratusan kali upaya serangan ke KPU. Dengan berbagai modus, seperti menyuntikan trojan, malware, membuat crash, illegal akses, dan lain-lain.

Tawaran Solusi

Dalam buku ini lahir sejumlah rekomendasi, agar arsitektur, rancang bangun, serta peta jalan KPU dalam menerapkan teknologi informasi di Pemilu, berfungsi optimal.

Pertama, adalah memastikan kerangka hukum yang kaut, agar tak ada protes tak berdasar (seperti kasus penggunaan Sipol). Kedua, mendesak agar pemerintah memiliki politik anggaran yang cukup untuk membiayai.

Ketiga, strategi memperoleh dukungan dan partisipasi publik, agar tercipta public trust untuk IT KPU. Keempat, kerja-kerja kolaboratif dengan aneka pihak, terutama dalam menerapkan sistem keamanan teknologi informasi KPU. Kelima, melakukan sosialisasi dan edukasi secara massif, agar tercipta literasi digital di kalangan masyarakat luas.

Informasi Pemesanan:
Buku ini dicetak dengan metode POD (Print on Demand). Lakukan pemesanan dan pembayaran terlebih dahulu, untuk memperoleh buku. Lebih jelas dan rinci, hubungi kontak person Penerbit ELBA, Bagus Rizal (0812-9453-9241).

Judul buku: Demokrasi Dalam Kardus, Kontroversi Dan Solusi Pemilu 2024
Penulis: Endi Biaro, MK. Ulumudin, dkk.
Presensi: Dedi Sigit.

Loading

VINUS TV

BERITA TERBARU

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

SEPUTAR BANTEN

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img

SEPUTAR DESA

Masyarakat Pasir Bolang Demo Alfamart