spot_img

Hari Kelima Penanganan, Kebakaran TPA Jatiwaringin Hampir Padam

Foto: Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama tim gabungan.

TANGERANG | Penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, memasuki hari kelima. Pemerintah Kabupaten Tangerang menyebut luas titik api yang masih aktif berhasil ditekan hingga tersisa sekitar 3,6 persen dari kondisi awal yang diperkirakan mencapai 70 persen.

Penurunan titik api tersebut merupakan hasil operasi gabungan yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Tangerang, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Manggala Agni, TNI, Polri, serta relawan. Proses pemadaman dilakukan melalui jalur darat menggunakan alat berat dan armada pemadam kebakaran, serta jalur udara melalui operasi water bombing.

Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid mengatakan, TPA Jatiwaringin memiliki luas sekitar 33 hektare dengan area aktif pembuangan sampah mencapai 27 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 15 hektare terdampak kebakaran.

Baca Juga

“Sejak hari pertama kami langsung bergerak. Pada hari kedua status darurat ditetapkan dan Satgas Penanganan dibentuk agar penanganan berjalan lebih terkoordinasi. Pemadaman dilakukan dari darat dan udara,” kata Maesyal saat meninjau lokasi, Minggu (05/07).

Selain fokus memadamkan api, pemerintah daerah juga menyiagakan dua posko kesehatan di Desa Rajeg Mulya dan Desa Tanjakan Mekar untuk melayani warga terdampak asap kebakaran.

Menurut Maesyal, hingga hari kelima sebanyak 210 warga telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Dari jumlah tersebut, 72 orang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) kategori ringan.

“Semua pasien berhasil ditangani di tingkat puskesmas. Tidak ada yang harus dirujuk ke rumah sakit karena kondisinya dapat ditangani oleh tenaga medis yang berjaga secara bergantian,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebutuhan logistik bagi warga terdampak juga terus dipenuhi melalui koordinasi antara pemerintah desa, kecamatan, dan perangkat daerah terkait.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, mengapresiasi kinerja tim gabungan yang berhasil menekan titik api secara signifikan.

Menurutnya, pemerintah pusat juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak tetap berjalan optimal.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Menteri Kesehatan agar dukungan penanganan kesehatan terus diberikan. Negara harus hadir melindungi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Jumhur juga menyoroti masih digunakannya sistem open dumping di TPA Jatiwaringin. Menurutnya, metode tersebut memiliki risiko tinggi memicu kebakaran akibat akumulasi gas metana di bawah timbunan sampah.

Ia menyebut masih terdapat sekitar 400 TPA di Indonesia yang menggunakan sistem serupa. Karena itu, pemerintah daerah didorong segera beralih ke sistem pengelolaan sampah yang lebih aman.

“Kebakaran seperti ini merupakan bencana buatan manusia yang sebenarnya dapat dicegah. Pemerintah daerah harus melakukan mitigasi sejak dini, melarang aktivitas yang memicu api di kawasan TPA, serta menyiapkan sistem pengelolaan yang lebih aman seperti sanitary landfill,” tegasnya.

Untuk mempercepat pemadaman total, tim gabungan memanfaatkan citra satelit dan pemantauan udara menggunakan drone guna mengidentifikasi sisa titik api yang masih berada di sisi barat TPA. Selain itu, KLH bersama BNPB juga mengkaji kemungkinan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan apabila kondisi atmosfer memungkinkan.

Hingga Minggu sore, proses pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan dengan target menghilangkan seluruh titik api yang tersisa serta mencegah kebakaran kembali meluas. | Fjr

Loading

VINUS TV

BERITA TERBARU

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT

IKLAN

spot_img

SEPUTAR BANTEN

IKLAN

spot_img

SEPUTAR DESA

Masyarakat Pasir Bolang Demo Alfamart