spot_img
spot_img

Lebak Diterjang Banjir dan Longsor, Kerugian Capai 23 Miliar

Foto: Dampak banjir bandang dan tanah longsor di Lebak (Istimewa).

LEBAK | Sebanyak lima kecamatan di Kabupaten Lebak diterjang banjir bandang dan tanah longsor beberapa hari lalu. Akibat dari bencana alam tersebut, kerugian ditaksir mencapai 23 miliar.

Hal itu terungkap setelah dilakukan verifikasi oleh pihak terkait, baik kerusakan terhadap rumah, jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya.

Kepada awak media, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Febby Rizki Pratama mengatakan, setelah dilakukan verifikasi bersama Dinas PUPR dan Dinas Perkim, ditemukan jumlah kerugian materi terhadap infrastruktur serta bagi rumah yang kategorinya rusak berat.

Baca Juga

Lebih lanjut, Febby menyampaikan, jumlah kerugian pasca banjir bandang dan tanah longsor yang melanda lima kecamatan itu, mencapai Rp23 miliar, diantaranya infrastruktur Rp18 miliar dan sosial ekonomi mencapai Rp5 miliar.

“Sementara untuk rumah, dari jumlah 655 rumah yang dilaporkan terdampak banjir dan tanah longsor, hasil verifikasi sebanyak 124 rumah rusak berat,” ujarnya pada Rabu (19/10).

Masih kata Febby, hasil verifikasi sudah dilaporkan kepada Bupati Iti Octavia Jayabaya. Selanjutnya, apakah nanti rumah yang kategorinya rusak berat memdapat bantuan stimulan atau lainnya nanti kebijakannya ada di pimpinan.

Lanjutnya, dampak banjir bandang dan tanah longsor beberapa hari lalu itu, sebanyak 655 rumah terendam, 14 rumah rusak berat, 16 rusak sedang dan 94 rusak ringan, serta 4 jembatan permanen putus.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menetapkan tanggal darurat sebagai langkah memaksimalkan pemulihan pasca bencana tersebut.

“Tanggap darurat masih berjalan hingga tanggal 23 Oktober 2022 mendatang, ya terhitung 14 hari. Kebijakan tersebut, diambil sebagai langkah untuk memaksimalkan penangan terhadap dasar kebutuhan masyarakat yang terdampak,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Lebak, Budi Santoso menambahkan, untuk kebutuhan logistik dalam pemenuhan masyarakat terdampak bencana hingga saat ini masih aman.

Bahkan, kata dia, bantuan tersebut tidak hanya mengalir dari pemerintah saja melainkan dari perusahan, relawan dan para dermawan lainnya. “Sampai tanggal tanggap darurat berakhir, kebutuhan logistik dipastikan aman,” pungkasnya. |We

Loading

VINUS TV

BERITA TERBARU

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

SEPUTAR BANTEN

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img

SEPUTAR DESA

Masyarakat Pasir Bolang Demo Alfamart