spot_img

Serpong Jadi Wilayah dengan Stunting Tertinggi di Tangsel

Foto: Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat diwawancara wartawan.

TANGSEL | Kecamatan Serpong menjadi wilayah dengan angka stunting tertinggi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Kondisi tersebut menjadi perhatian Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. Ia meminta intervensi gizi terhadap balita di Serpong diperkuat untuk mencegah persoalan pertumbuhan anak berlanjut hingga usia produktif.

Benyamin menilai penanganan stunting harus dilakukan sejak anak masih berusia balita, terutama melalui pemenuhan kebutuhan gizi yang seimbang.

Baca Juga

“Sekarang ini Kecamatan Serpong paling banyak data angka stunting Tangsel. Serpong lumayan tinggi,” kata Benyamin, Senin (10/08).

Benyamin mengatakan intervensi terhadap persoalan stunting harus dilakukan sejak anak masih berusia balita. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi agar pertumbuhan fisik dan perkembangannya berjalan optimal.

“Kalau dari sekarang tidak kita intervensi makanannya, paling tidak supaya seimbang antara tinggi badan, umur, dan berat badannya, ya itu harus kita intervensi dari sekarang. Saya membayangkan mereka usia 20 tahun pada 2045,” ujarnya.

Menurut Benyamin, persoalan gizi pada balita tidak hanya berdampak terhadap pertumbuhan fisik. Kekurangan asupan gizi juga dapat memengaruhi perkembangan mental dan kemampuan berpikir anak.

“Rata-rata memang ini sebuah fenomena, anak-anak batita itu susah dikasih makan. Tapi kan ini mempengaruhi pertumbuhan, bukan saja fisik tapi juga mental, pikiran, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Karena itu, Benyamin meminta program intervensi gizi dijalankan secara konsisten dan menjangkau lebih banyak balita di Tangsel. Pemerintah, kata dia, tidak boleh lengah meski prevalensi stunting secara keseluruhan menunjukkan tren penurunan.

Data 2026 mencatat prevalensi stunting di Kota Tangsel mencapai 8,2 persen. Angka tersebut turun dari 10,5 persen, setelah sebelumnya berada di level 9,2 persen.

Pemkot Tangsel menargetkan prevalensi stunting kembali ditekan hingga 7,5 persen.

Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat penanganan stunting, terutama melalui intervensi pemenuhan gizi sejak usia balita. | Fjr

Loading

VINUS TV

BERITA TERBARU

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT

IKLAN

spot_img

SEPUTAR BANTEN

IKLAN

spot_img

SEPUTAR DESA

Masyarakat Pasir Bolang Demo Alfamart