
PANDEGLANG | Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda kembali diperpanjang. Tim SAR gabungan mendapat tambahan waktu tiga hari setelah pencarian selama tujuh hari belum menemukan keberadaan delapan korban.
Perpanjangan operasi diputuskan setelah tim SAR gabungan melakukan evaluasi terhadap seluruh proses pencarian sejak hari pertama. Evaluasi tersebut mencakup wilayah yang telah disisir hingga kemungkinan pergeseran posisi korban berdasarkan kondisi arus dan cuaca.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Al Amrad mengatakan, operasi pencarian akan kembali dilakukan dengan mengoptimalkan penyisiran melalui jalur laut dan udara. Namun, kondisi cuaca masih menjadi faktor yang harus diperhitungkan tim di lapangan.
Baca Juga
- Empat Hari Hilang, Istri Jurnalis Minta SAR Terus Mencari
- Lima Jurnalis Banten Hilang Saat Liput GAK
“Hasil evaluasi operasi SAR hari ketujuh yang kita laksanakan hari ini, pencarian masih nihil. Dari rapat evaluasi bersama Pak Gubernur diputuskan operasi pencarian dilanjutkan tiga hari ke depan,” kata Al Amrad di Posko SAR Dermaga Marina Lippo Carita, Pandeglang, Senin (14/09).
Menurut Al Amrad, tim kembali memetakan wilayah yang belum tersisir selama operasi berlangsung. Perhitungan kemungkinan pergeseran objek juga dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
“Kita evaluasi lagi tantangan dan hambatan di lapangan, termasuk objek mana yang belum kita lalui. Perhitungan pergeseran juga mengacu pada data BMKG dan PVMBG,” ujarnya.
Basarnas memastikan metode pencarian tidak mengalami perubahan. Kapal SAR dan helikopter tetap disiapkan untuk melakukan penyisiran di laut maupun pemantauan dari udara.
Namun, pengerahan helikopter sangat bergantung pada kondisi cuaca. Kabut tebal menjadi salah satu kendala utama yang menghambat proses pencarian dalam beberapa hari terakhir.
“Helikopter sudah standby, tapi kondisi kabut tidak memungkinkan untuk terbang. Tim kapal di laut juga kesulitan karena visibility sangat rendah,” jelas Al Amrad.
Menurutnya, kabut telah menghambat penyisiran sejak hari ketiga hingga hari keenam operasi. Dalam penerbangan sebelumnya, jarak pandang dari ketinggian sekitar 500 kaki hanya mencapai sekitar 1,5 kilometer.
Kondisi tersebut membuat tim harus menyesuaikan pola pencarian agar tetap dapat dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan.
Terkait kemungkinan melakukan penyelaman bawah laut, Basarnas masih menunggu kepastian lokasi korban maupun speedboat Arupadhatu 1.
“Kalau titik korban dan speedboat belum diketahui, kita belum bisa memastikan lokasi penyelaman. Tim penyelam tetap siap jika memang nanti diperlukan,” ujarnya.
Tim SAR sebelumnya juga sempat melakukan penyisiran hingga mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Jarak penyisiran bahkan mencapai radius sekitar tiga kilometer dari kawasan tersebut setelah tim berkoordinasi dengan PVMBG.
Penyisiran dilakukan setelah dipastikan kondisi Gunung Anak Krakatau tidak sedang mengalami erupsi.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan keputusan memperpanjang operasi pencarian juga mempertimbangkan harapan keluarga korban.
“Usulan perpanjangan waktu pencarian ini salah satunya datang dari hasil dialog dan diskusi kami dengan keluarga korban,” kata Andra.
Lanjut Andra, terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban selama proses pencarian berlangsung. Pemerintah juga memastikan informasi mengenai perkembangan operasi disampaikan secara cepat dan akurat.
“Kami memastikan keluarga mendapatkan informasi yang tepat dan cepat. Koordinasi terus dilakukan, dan perwakilan keluarga juga hadir saat evaluasi operasi hari ini,” ujarnya.
Andra meminta masyarakat terus memberikan dukungan kepada keluarga delapan korban yang masih menunggu kabar. Ia juga mengajak masyarakat mendoakan agar seluruh korban segera ditemukan.
“Mari kita sama-sama memberikan penguatan kepada keluarga dan terus berdoa agar operasi pencarian ini mendapatkan hasil yang maksimal,” tuturnya. | Fjr
![]()









