
LEBAK | Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di Desa Paja, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak. Puluhan warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih setelah sebagian besar sumur mengering, sementara debit air sungai terus menyusut.
Kondisi tersebut memaksa warga berjalan kaki menuju sumber air dan mengantre di sebuah sumur yang berada di dasar sungai. Untuk kebutuhan mencuci, sebagian warga terpaksa memanfaatkan air sungai yang keruh karena tidak memiliki pilihan lain.
Warga Desa Paja, Nengsih mengatakan, musim kemarau tahun ini jauh lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga
- Banjir dan Longsor Terjang Lima Kecamatan di Lebak, 37 Rumah Terdampak
- KUMALA Desak Pemkab Lebak Perkuat Pembinaan Sosial dan Pendidikan Karakter
“Dulu sih kalau kita mau mencuci baju tinggal ke sungai, airnya pun bersih. Tapi sekarang air sungai mulai kering, sekalipun ada kondisinya keruh,” kata Nengsih saat dihubungi, Rabu (29/07).
Ia mengungkapkan, keterbatasan air bersih membuat warga harus berjalan cukup jauh untuk mengambil air. Selain jaraknya jauh, warga juga harus mengantre karena pasokan air dari sumur yang masih tersisa sangat terbatas.
“Ada sih sumur masyarakat, tapi airnya pun sangat terbatas, itupun kita harus antre bersama warga lainnya untuk mendapatkan air bersih,” ujarnya.
Menurut Nengsih, membeli air galon isi ulang sebenarnya menjadi alternatif untuk kebutuhan memasak. Namun, kondisi ekonomi membuat sebagian besar warga memilih tetap mengantre air bersih daripada harus mengeluarkan biaya tambahan.
“Kalau beli kita juga terkendala keuangan. Kalau kita terus beli air galon isi ulang otomatis harus mengeluarkan uang, daripada membeli air ya lebih baik kita antre aja buat ambil air bersih,” ungkapnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama, membenarkan Desa Paja menjadi salah satu wilayah yang terdampak kekeringan selama musim kemarau.
“Benar, untuk Kecamatan Sajira sudah menjadi wilayah yang kami pantau dalam menghadapi musim kemarau. BPBD terus bergerak untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak,” kata Febby. | Fjr
![]()









