
TANGERANG | Sebanyak 12 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Tangerang.
Kerusakan tersebut disebabkan oleh angin kencang, sementara tiga rumah lainnya terdampak tanah longsor di Kecamatan Cisoka.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan data rumah rusak tersebar di sejumlah wilayah. Cuaca ekstrem yang disertai angin kencang menjadi faktor utama kerusakan, selain bencana longsor yang turut memperparah kondisi di beberapa titik.
Baca Juga
- Diguyur Hujan Deras, Enam Kecamatan di Tangerang Terdampak Banjir
- Fenomena Hujan Es Kembali Guyur Wilayah Tangerang
“Ada yang di wilayah Kosambi, ada di beberapa wilayah tapi nggak terlalu banyak, ada yang tertimpa pohon karena angin putih,” katanya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis, (15/01).
Taufik juga menjelaskan, berdasarkan data BPBD, saat ini banjir merendam 119 desa kelurahan yang tersebar di 24 kecamatan dari total 29 kecamatan di daerah ini dengan total 14.560 kepala keluarga (KK) terdampak.
“Ketinggiannya bervariasi antara 20 sampai 50, ada juga yang 80 centimeter,” ujarnya.
Taufik mengungkapkan, para korban sudah mulai kembali ke rumah masing-masing, mengingat beberapa wilayah banjir mulai berangsur surut.
Pemkab Tangerang sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari berbagai solusi jangka panjang terkait penanganan banjir termasuk dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) terkait normalisasi sungai.
Pemkab juga bakal mendorong penambahan bangunan rumah pompa air dan merenovasi saluran air untuk diperlebar. | Fjr
![]()









