
TANGERANG | Sejumlah mahasiswa Universitas Tangerang Raya (Untara) menyuarakan kekecewaan mendalam setelah salah satu staf bagian keuangan kampus diduga memberikan respons bernada kasar kepada mahasiswa yang sedang meminta informasi terkait pembayaran Ujian Tengah Semester (UTS).
Dalam tangkapan layar percakapan yang kini beredar luas di kalangan mahasiswa menunjukkan, seorang mahasiswa menanyakan secara sopan apakah dirinya masih dapat mengikuti UTS meskipun pembayaran belum diselesaikan.
Kepada Vinus, salah satu rekan korban, Dwi Susanto menyampaikan, dalam percakapan teks yang beredar, staf keuangan tersebut membalas dengan kalimat yang dinilai tidak pantas dan jauh dari standar pelayanan akademik.
Baca Juga
- Fasilitasi Rapat Konsultasi dan Evaluasi, Rektor UNTARA : Kita Berikan Kesempatan Masyarakat Untuk Kuliah
- Gandeng UNTARA, Ananta Gelar Kursus Pancasila dan Sosialisasi Ultra Mikro
Menurutnya, korban sampai menangis akibat perkataan kasar tersebut. Dan banyak mahasiswa menilai balasan itu sebagai bentuk pelecehan verbal yang mencoreng citra institusi pendidikan.
“Cara menjawab seperti itu tidak manusiawi dan tidak profesional. Mahasiswa datang untuk mendapatkan pelayanan, bukan untuk dihina. Kampus harus bertanggung jawab,” ujarnya pada Sabtu, (08/11).
Masih kata Dwi, sebagai institusi pendidikan tinggi, Untara seharusnya memberikan pelayanan yang beretika, ramah, dan menghormati hak-hak mahasiswa sebagai bagian dari civitas akademika.
Dwi juga menambahkan, banyak mahasiswa menilai tindakan staf tersebut tidak hanya melanggar norma sopan santun, tetapi juga berpotensi melanggar standar operasional pelayanan publik di lingkungan kampus.

“Jika pertanyaan tentang administrasi saja dibalas dengan hinaan, ini menunjukkan adanya masalah serius dalam pengawasan internal kampus,” ucapnya.
Mahasiswa juga mempertanyakan sejauh mana pihak universitas melakukan pembinaan dan evaluasi terhadap staf yang berinteraksi langsung dengan mahasiswa, khususnya pada unit pelayanan administrasi dan keuangan.
Melalui berbagai kanal komunikasi, mahasiswa mendesak pimpinan kampus untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum staf yang terlibat, menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka, memperbaiki standar komunikasi, serta menjamin tidak ada mahasiswa yang kembali diperlakukan secara merendahkan.
Awak media mencoba konfirmasi kepada Wakil Rektor II Bidang non-Akademik, tetapi belum ada tanggapan. Hingga berita ini diturunkan, pihak rektorat Untara belum memberikan klarifikasi resmi maupun permintaan maaf atas kejadian tersebut. | CUS
![]()









