
TANGERANG | Himpunan Mahasiswa Tangerang Barat (HIMATANGBAR) didorong menjadi wadah yang tak hanya jadi ruang diskusi, tapi juga melahirkan solusi nyata bagi tantangan daerah.
Hal itu mencuat dalam Seminar Daerah yang menjadi bagian dari rangkaian Kongres Ke-6 HIMATANGBAR di Hotel Shappire Sky, Kecamatan Pagedangan, pada Kamis, (11/07).
Dalam sambutannya, Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, mendorong HIMATANGBAR agar tak sekadar jadi ruang gagasan, tapi mampu menjelma sebagai lokomotif gerakan intelektual yang menerjemahkan ide besar ke dalam aksi nyata.
Baca Juga
- Tradisi Kenduri Ramadan Himatangbar ke-13 Kembali Dilaksanakan
- Sah! Muhammad Aldiansyah Pimpin Himatangbar Periode 2022- 2024
“Saya berharap HIMATANGBAR mampu menjadi lokomotif gerakan intelektual yang membumikan ide-ide besar menjadi aksi konkret. Dampaknya harus langsung dirasakan masyarakat dan berkontribusi pada daya saing Kabupaten Tangerang,” ujar Maesyal Rasyid.
Ia menegaskan, pembangunan yang tercantum dalam RPJMD tak bisa berjalan sendiri. Butuh keterlibatan semua elemen, termasuk mahasiswa.
Dengan daya kritis dan kekuatan moral yang dimiliki, mahasiswa dinilai punya modal untuk jadi agen perubahan.

“Potensi mahasiswa ini luar biasa. Saya yakin HIMATANGBAR bisa menjadi kekuatan yang mengawal pembangunan agar lebih partisipatif, inklusif, dan berpihak pada keadilan sosial,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum HIMATANGBAR, Muhamad Aldiansyah mengatakan bahwa kongres ini bukan sekadar soal memilih pemimpin baru, tapi juga ajang refleksi dan evaluasi kepengurusan sebelumnya.
“Mudah-mudahan kongres ini bukan hanya memilih ketua, tapi juga jadi momen evaluasi bersama. Kita ingin HIMATANGBAR ke depan bisa lebih optimal menjalankan amanat organisasi,” katanya. |Fjr
![]()









