
SERANG | Wartawan Kabupaten Serang, Kosasih Sukmawijaya alias Aden, mengaku dikeroyok sejumlah oknum polisi saat meliput kericuhan demonstrasi HUT ke-500 Kabupaten Serang di kawasan Pendopo Bupati Serang, Kamis (08/10) malam.
Akibat kejadian tersebut, ia mengalami lebam pada wajah serta cedera pada tangan dan kaki hingga harus mendapat perawatan di Rumah Sakit Drajat Prawiranegara (RSDP).
Aden mengatakan, insiden itu terjadi ketika bentrokan antara massa aksi dan aparat pecah sekitar pukul 20.30 WIB. Ia mengaku didatangi sejumlah polisi yang mengambil telepon selulernya sebelum melakukan pemukulan.
Baca Juga
- Polisi Tetapkan 4 Tersangka Pengeroyokan Wartawan di Serang
- Sembilan Mahasiswa dan Tiga Warga Dituntut dalam Kasus Kericuhan Demo Serang
“Saya dikeroyok oknum polisi, handphone juga turut diamankan oleh mereka,” kata Aden.
Menurut Aden, dirinya telah berulang kali menyampaikan identitasnya sebagai wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Namun, ia mengaku tetap mendapat kekerasan meskipun identitasnya telah diberitahukan kepada aparat.
“Saya udah bilang bahwa saya wartawan. Itu juga ada yang kasih tahu bahwa saya wartawan, tapi tetap dipukul,” ujarnya.
Saat kericuhan terjadi, Aden diketahui berada di dalam kawasan Pendopo Bupati Serang untuk meliput aksi penyampaian aspirasi Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Serang (HAMAS). Aksi tersebut kemudian berujung bentrokan antara peserta demonstrasi dan aparat keamanan.
Saksi di lokasi, Saepul Arifin, mengatakan dirinya melihat sejumlah polisi mendatangi pedagang di sekitar pendopo untuk memeriksa telepon seluler mereka. Ia juga mengaku menyaksikan Aden masuk melalui gerbang pendopo sebelum dipegang oleh sejumlah polisi.
“Saat itu Aden masuk ke gerbang pendopo dan saya lihat langsung dipegang oleh oknum polisi. Kemudian mereka juga mendatangi saya, namun saya langsung kabur, karena saat itu sudah keos,” kata Saepul.
Kericuhan disebut terjadi setelah massa membakar ban dan mencoret bagian dinding Pendopo Kabupaten Serang. Sebelum insiden tersebut, aksi penyampaian aspirasi disebut berlangsung relatif kondusif.
Salah seorang peserta aksi, Mamat, mengatakan situasi mulai memanas setelah aparat memberikan instruksi kepada barisan pengamanan untuk bersiap. Ia juga menyebut lampu di sekitar lokasi kemudian dimatikan sebelum kericuhan pecah.
“Yang pertama sudah ada gerak-gerik. Si polisi itu kan sudah ngasih instruksi, ‘Siap gerak, siap gerak’. Itu sudah sempat dengar,” ujar Mamat.
Ia menuturkan, bentrokan kemudian terjadi ketika kondisi di sekitar pendopo gelap.
“Benar tuh, siap gerak, siap gerak, langsung matiin lampu. Ya sudah chaos,” katanya.
Dalam situasi tersebut, sejumlah peserta aksi mengaku mengalami kekerasan. Mamat menyebut seorang mahasiswi bahkan menangis setelah diduga terkena pukulan. Ia juga mengatakan kericuhan meluas hingga ke luar gerbang pendopo.
Menurut Mamat, Ketua Umum HAMAS yang disebut sudah dalam kondisi tidak berdaya diduga masih mendapat pukulan dari sejumlah aparat. Sejumlah pengurus HAMAS yang hendak mengambil kendaraan mereka juga disebut dikejar dan diamankan.
Ia memperkirakan sedikitnya lima pengurus HAMAS dibawa ke Polres Serang Kota. Namun, jumlah tersebut masih berdasarkan perkiraannya.
“Tadinya mah tiga doang. Si Adul sama si Nedi berdua, lima orang perkiraan,” terangnya.
Mamat mengaku sempat kehilangan kontak dengan sejumlah peserta aksi yang diamankan aparat. Di tengah situasi tersebut, ia berupaya mengevakuasi peserta lain ke tempat yang lebih aman.
“Akhirnya gua ngamanin beberapa orang, enam orang dibawa ke tempat aman,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah peserta aksi mengalami luka, meskipun tingkat keparahannya berbeda-beda. Kondisi mereka, menurutnya, baru terlihat lebih jelas setelah rekaman video kericuhan beredar.
“Setelah kita lihat di video itu kan parah, sampai yang ditonjok gitu. Rata-rata teman-teman juga pasti kecewa. Hampir rata-rata luka semua,” kata Mamat.
Hingga naskah ini disusun, keterangan dari pihak kepolisian mengenai dugaan pengeroyokan terhadap Aden, pengambilan telepon seluler, serta jumlah peserta aksi yang diamankan belum tercantum dalam bahan yang tersedia. | Fjr
![]()









