
TANGERANG | Rumah Melon Curug mendapat kunjungan akademisi dari Hokkaido University, Jepang, dan Swiss German University (SGU). Kunjungan tersebut menjadi ajang pertukaran pengetahuan sekaligus penjajakan kolaborasi untuk mendorong pengembangan pertanian modern di Kabupaten Tangerang.
Kunjungan yang turut didampingi perwakilan Bappeda Kabupaten Tangerang itu diisi dengan diskusi mengenai inovasi teknologi pertanian, pengembangan budidaya melon, serta peluang kerja sama riset yang dapat memberikan manfaat bagi petani lokal.
Perwakilan Hokkaido University, Saito Yoko, berdialog langsung dengan petani dan pengelola Rumah Melon Curug. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai praktik budidaya melon dan pengembangan pertanian berkelanjutan di Indonesia maupun Jepang.
Baca Juga
- Tangerang Youth Connection Dorong Inovasi Anak Muda untuk Pembangunan Daerah
- Jari Memberi Ajak Anak Yatim Nonton Bareng Film Negeri 5 Menara
Pemilik Rumah Melon Curug sekaligus Petani Melonial Tangerang, Ade Putra, menyambut positif kunjungan tersebut. Ia berharap pertemuan dengan akademisi internasional dapat membuka peluang pertukaran ilmu dan teknologi untuk meningkatkan kualitas pertanian lokal.
“Kami merasa bangga Rumah Melon Curug dapat menjadi tempat belajar dan berdiskusi bersama akademisi internasional. Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan, tetapi menjadi momentum untuk saling bertukar ilmu, pengalaman, dan teknologi agar pertanian di Kabupaten Tangerang semakin maju, modern, dan mampu bersaing di tingkat global,” ujar Ade Putra.
Selama kunjungan, rombongan meninjau proses budidaya melon di Rumah Melon Curug, mulai dari sistem penanaman dan pemeliharaan hingga panen. Peninjauan tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai praktik pertanian yang diterapkan di lapangan.
Ade berharap sinergi antara petani, perguruan tinggi, dan pemerintah tidak berhenti pada kunjungan semata. Menurutnya, kolaborasi berkelanjutan diperlukan untuk mendorong inovasi, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi hasil pertanian lokal.
Ia menilai keterlibatan akademisi internasional menjadi peluang bagi petani untuk memperluas wawasan dan mengenal perkembangan teknologi pertanian. Dengan dukungan riset dan pendampingan, praktik budidaya di tingkat lokal diharapkan dapat terus berkembang.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi pertanian Kabupaten Tangerang kepada kalangan akademisi internasional. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha tani diharapkan dapat membuka ruang pengembangan pertanian modern serta meningkatkan kesejahteraan petani. | Fjr
![]()









