
BANDUNG | Banyak cara untuk memeriahkan HUT ke-78 RI, seperti yang dilakukan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Budi Euy, menggelar berbagai lomba edukatif selama tiga bulan, sejak Bulan Mei lalu.
Puncak dari rangkaian Peringatan 17 Agustusan dilaksanakan di Ruang Baca TBM Budi Euy, di Jalan Dalang Amung, Kota Bandung pada Rabu (16/08) malam sekira pukul 20.00 hingga 21.00 WIB.
Dalam acara puncak itu, panitia membagikan puluhan hadiah kepada para juara lomba dan penghargaan khusus. Ada juga pembacaan puisi, tausyiah renungan kemerdekaan, doa bersama yang dipimpin ustad Supriyatna (Upit) yang juga Ketua RW 06 Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik Bandung.
Baca Juga
- TBM Budi Euy Hidupkan Kembali Tradisi Yasinan
- Tumbuhkan Minat Baca Anak, TBM Budieuy Gelar Lomba Cerdas Cermat Ceria
Kang Budi Sabarudin selaku Founder TBM Budi Euy, menjelaskan salah satu dari berbagai lomba tersebut ialah lomba membaca buku paling banyak, sedangkan hadiahnya berupa buku tuluis, pensil, pulpen, dan penghapus.
“Anak-anak yang biasa membaca buku di TBM Budi Euy itu, masing-masing kami beri buku catatan dan pulpennya. Mereka wajib menuliskan judul buku yang dibaca secara jujur. Kemudian dari catatannya itu kami ambil buku yang dibaca mereka. kami ajukan beberapa pertanyaan untuk menguji buku yang sudah dibaca tersebut,” kata Budi pada Jumat, (18/08).
Sementara Ustad Upit mengatakan, generasi muda harus mengisi kemerdekaan dengan belajar menggali ilmu sebanyak-banyaknya. Kalau generasi muda tidak memiliki atau menguasai ilmu, maka akan menjadi manusia bodoh. Negara ini tidak bisa dikelola orang-oran bodoh.
“Kemerdekaan itu harus diisi dengan hal-hal positif. Contohnya generasi muda harus memanfaatkan waktunya dengan belajar dan belajar,” ujarnya.
Setelah Ustad Upit menyampaikan tausyiah tentang renungan kemerdekaan, kemudian ditutup dengan teatrikal pembacaan puisi oleh Budi Sabarudin, dengan judul puisinya “Tentang Kemerdekaan itu”. Dilanjutkan debgan doa bersama. |We
![]()









