
TANGSEL | Pemerintah Kota Tangerang Selatan menetapkan Ciputat Timur, Ciputat, dan Serpong sebagai tiga kecamatan dengan tingkat permasalahan sampah paling tinggi.
Besarnya volume sampah di wilayah tersebut mendorong pemerintah daerah menerapkan langkah penanganan khusus secara terencana dan terpadu.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyatakan, ketiga kecamatan tersebut menjadi prioritas penanganan karena produksi sampah yang terus meningkat. Untuk mempercepat perbaikan, Pemkot Tangerang Selatan turut melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup dalam upaya penanganan krisis sampah.
Baca Juga
- Jalin Kerja Sama, Pemkot Tangsel Kirim 500 Ton Sampah ke TPSA Cilowong Serang
- Sampah Menggunung di Ciputat, Pemkot Tangsel Tutup dengan Terpal
“Ciputat Timur, Ciputat, dan Serpong menjadi yang paling krisis karena timbulan sampahnya tinggi. Ini yang sekarang kita fokuskan penanganannya,” ujar Benyamin usai rapat koordinasi percepatan pengelolaan sampah di ruang Balandongan, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Rabu, (14/01).
Menurut Benyamin, pemerintah menyiapkan langkah penanganan dari hulu hingga hilir. Pemerintah memperkuat pengelolaan sampah di tingkat lingkungan, mendorong pembentukan serta optimalisasi bank sampah, dan menata fasilitas pengolahan sampah di wilayah terdampak.
Selain itu, Pemkot Tangsel juga akan memperketat penegakan aturan bagi masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan timbulan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Selain pengelolaan, kami juga akan menegakkan aturan agar masyarakat lebih disiplin dalam mengelola sampah,” tegasnya.
Pemkot Tangsel berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat mempercepat penanganan krisis sampah sehingga kondisi lingkungan di tiga kecamatan tersebut dapat segera membaik. | Fjr
![]()









