spot_img
spot_img

Masyarakat Demo Kades Lebak Wangi, Tuntut Transparansi Dana Retribusi Kematian

Foto: Forum Aksi Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (FA Ampuh) saat berunjuk rasa di depan Kantor Desa Lebak Wangi.

TANGERANG | Masyarakat Desa Lebak Wangi Kecamatan Sepatan Timur berunjuk rasa di depan kantor desa pada Jumat, 26 Mei 2023.

Massa aksi yang tergabung dalam Forum Aksi Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (FA Ampuh) menuntut penggunaan anggaran desa dan komitmen Kades merealisasikan hasil retribusi untuk fardu kifayah sosial kematian.

Kepada awak media, koordinator aksi Catur Winata menyampaikan, pihaknya menuntut komitmen kepala desa terkait Perdes retribusi untuk fardu kifayah dana sosial kematian yang belum terealisasi.

Baca Juga

Lebih lanjut, Catur menuturkan, pihaknya juga mengkritik untuk membangun dan menuntut transparansi yang menjadi hak masyarakat itu harus di berikan.

Catur menjelaskan, dana fardu kifayah itu diambil dari kebijakan peraturan desa (Perdes), dengan kata lain, Perdes Retribusi, semua poinnya jelas, dan itu untuk sosial dana kematian

“Jadi hasil retribusi Perdes itu untuk fardu kifayah, namun keluhan masyarakat dari beberapa wilayah mengaku sudah hampir satu tahun itu tidak terealisasi,” ujarnya.

Masih kata Catur, komitmen Kades Lebak Wangi untuk memberikan dana fardu kifayah sosial kematian itu kepada warganya sebesar 1 juta per orang jika meninggal dunia.

Dan itu, sambung Catur, diambil dari dana sosial fardu kipayah yang dihasilkan dari retribusi yang tertuang di Perdes.

“Perdes tersebut memang belum begitu jelas dasarnya, karena di dalam Perdes itu juga tidak ada tanda tangan camat dan tidak ada persetujuan dari bupati langsung, maupun dari dinas DPMPD Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Kades Lebak Wangi Samsudin saat di konfirmasi melalui sambungan selulernya membantah kalau dana kematian dari retribusi tersebut selama satu tahun belum ia realisasikan.

Kata Samsudin, yang namanya pelaksanaan pasti ada retribusinya dan intinya ia bersama BPD dan pihak kecamatan sudah membahas persoalan tersebut.

“Masalah demo itu merupakan hak masyarakat untuk berpendapat kalau itu legal silahkan saja, cuma memang ada beberapa tahapan yang tidak dilakukan oleh mereka,” katanya.

Disinggung sudah berapa jumlah warga Desa Lebak Wangi yang sudah menerima manfaat dari retribusi tersebut, Samsudin tidak bisa menyebutkan jumlahnya secara keseluruhan tetapi ia memastikan jumlah tersebut ada datanya.

“Intinya ada datanya di kita karena disini juga kan yang mengelola anggota staf-staf. Semoga hal ini menjadi bagian dari kita pemerintahan desa untuk mengevaluasi agar lebih maksimal lagi dalam melayani masyarakat,” pungkasnya. |We

Loading

VINUS TV

BERITA TERBARU

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

SEPUTAR BANTEN

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img

SEPUTAR DESA

Masyarakat Pasir Bolang Demo Alfamart