
CILEGON | Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Cilegon pada Jumat (03/01) mengakibatkan ribuan warga terdampak.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, sebanyak 3.227 kepala keluarga atau 11.814 jiwa terdampak banjir yang tersebar di enam kecamatan.
Kepala BPBD Kota Cilegon, Suhendi, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Cilegon sejak Kamis malam hingga Jumat pagi. Kondisi tersebut menyebabkan sungai dan saluran drainase meluap di sejumlah titik.
Baca Juga
- Diguyur Hujan Deras, Kampung Sukamaju Terendam Banjir
- Polisi Ungkap Identitas Pelaku Pembunuhan Anak 9 Tahun di Perumahan BBS Cilegon
“Berdasarkan data sementara hingga 3 Januari 2026, total warga terdampak mencapai 3.227 KK atau 11.814 jiwa yang tersebar di Kecamatan Jombang, Purwakarta, Cilegon, Ciwandan, Citangkil, dan Cibeber,” kata Suhendi, Minggu (04/01).
Wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak berada di Kecamatan Cibeber, khususnya Kelurahan Kedaleman dengan 847 kepala keluarga atau 2.480 jiwa terdampak. Sementara itu, Kelurahan Cibeber dan Jombang Wetan juga mencatat jumlah warga terdampak di atas seribu jiwa.
BPBD Kota Cilegon turut mencatat adanya kerusakan bangunan akibat banjir. Di Kecamatan Jombang, satu unit rumah dilaporkan roboh di Lingkungan Kubang Laban, Kelurahan Panggung Rawi. Selain itu, banjir juga merendam SDN Samandaran.
Kerusakan serupa terjadi di Kecamatan Purwakarta, di mana satu rumah roboh di Lingkungan Kubang Wuluh, Kelurahan Kebondalem. Sementara di Kecamatan Cibeber, dua unit rumah dilaporkan roboh di Lingkungan Bentola, Kelurahan Bulakan.
“Untuk penanganan darurat, kami telah melakukan assessment di seluruh lokasi terdampak, berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta menyiagakan personel untuk membantu warga,” ujar Suhendi.
BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga yang bermukim di wilayah rawan banjir dan longsor diminta segera melapor kepada pihak terkait apabila terjadi kondisi darurat. | Fjr
![]()









