spot_img

Lewat Seminar Daerah Fatayat NU, Wakil Bupati Tangerang Komitmen Hadirkan Rumah Aman

Foto: Seminar Daerah bertajuk “Ruang Aman: Membangun Kesadaran untuk Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender”.

TANGERANG| Masih banyak korban kekerasan berbasis gender di Tangerang yang enggan melaporkan karena rasa takut, malu, atau merasa tidak ada ruang yang aman untuk mereka bersuara.

Hal itu mengemuka dalam Seminar Daerah bertajuk “Ruang Aman: Membangun Kesadaran untuk Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender” yang digelar oleh Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Tangerang, di Gerai Tangerang Gemilang (GTG), pada Rabu, (23/04).

Hadir sebagai narasumber, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, Kepala DP3A Tangerang Asep Suherman, LPSK Republik Indonesia Siti Rohayati, dan Kapolres Tangerang Kombes Pol. Bakhtiar Joko Mujiono.

Baca Juga 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, mengajak seluruh jajaran Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran pencegahan kekerasan berbasis gender.

“Saya mengajak kita semua, khususnya para perempuan hebat di ruangan ini, untuk menjadi agen perubahan. Mari kita bangun kesadaran bersama, mari kita lawan normalisasi kekerasan, dan mari kita hadirkan keadilan bagi mereka yang terpinggirkan suaranya,” ucapnya.

Intan menyatakan bahwa kekerasan berbasis gender merupakan masalah serius yang berdampak luas, tidak hanya pada individu, tetapi juga pada masyarakat. Bentuknya beragam, seperti kekerasan fisik, verbal, psikologis, ekonomi, dan seksual, yang mencerminkan ketimpangan gender.

“Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Fatayat NU Kabupaten Tangerang atas inisiatifnya ini. Seminar ini bukan hanya sebagai bentuk edukasi, tapi juga sebagai bentuk keberpihakan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan gender,” ujarnya.

Masih kata Intan, Pemerintah Kabupaten Tangerang senantiasa mendukung penuh upaya pencegahan kekerasan berbasis gender. Namun demikian, semua itu tidak akan cukup tanpa keterlibatan masyarakat. Fatayat NU diharapkan juga mampu menjadi pioner dan garda terdepan dalam upaya penanganan serta pencegahan kekerasan gender, khususnya di Kabupaten Tangerang.

“Kami akan terus meningkatkan akses terhadap layanan perlindungan, dan memperluas kerja sama lintas sektor, termasuk dengan organisasi seperti Fatayat NU. Semoga seminar ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga menghasilkan solusi nyata untuk penanganan korban dan pencegahan kekerasan terhadap gender,” tandasnya.

Hal senada disampaikan, Kepala DP3A Kabupaten Tangerang, Asep Suherman, memberi dukungan dinas terhadap kebijakan responsif gender.

Acara tersebut, berjalan lancar. Dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai organisasi seperti Muslimat NU, Sarinah GMNI, KOPRI PMII, Srikandi KNPI, dan Aisyiyah Muhammadiyah. |Fjr

Loading

VINUS TV

BERITA TERBARU

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT

IKLAN

spot_img

SEPUTAR BANTEN

IKLAN

spot_img

SEPUTAR DESA

Masyarakat Pasir Bolang Demo Alfamart