
TANGERANG | Pentingnya penguatan literasi bagi generasi muda dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah saat membuka dialog interaktif yang digelar Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) DPC Kabupaten Tangerang di GSG Lingkup Pemkab Tangerang, Selasa (19/05).
Kegiatan bertema “Menghadapi Era Post Truth Melalui Penguatan Literasi & Publikasi Bahaya Hoaks Bagi Generasi Muda” tersebut melibatkan insan pers, mahasiswa, hingga pelajar dari sejumlah sekolah di Kabupaten Tangerang.
Baca Juga
- HIMATANGBAR Gelar Kenduri Ramadan, Wabup Tangerang Apresiasi Peran Mahasiswa
- Wabup Tangerang Dukung Revisi Perda Perlindungan Perempuan
Dalam sambutannya, Intan menilai kemudahan akses informasi saat ini menjadi tantangan tersendiri karena tidak semua informasi yang beredar di media sosial maupun platform digital memiliki kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Informasi ini sangat penting, bukan hanya bagi insan pers saja melainkan bagi generasi muda bangsa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, derasnya arus informasi dapat menjadi potensi positif apabila diimbangi dengan kemampuan literasi dan berpikir kritis yang baik. Menurutnya, masyarakat kerap terburu-buru menyimpulkan informasi tanpa memahami isi secara utuh.
“Contohnya berita, banyak masyarakat langsung menyimpulkan sebuah informasi yang disajikan berita dari judulnya saja. Padahal harus dipahami bahwa informasi dari pemberitaan membutuhkan pemahaman secara utuh dari isi berita itu sendiri,” katanya.

Intan juga menegaskan Pemerintah Kabupaten Tangerang mendukung kolaborasi antara media, sekolah, dan mahasiswa dalam menjaga arus informasi agar tetap positif dan membangun.
Menurutnya, informasi juga dapat menjadi sarana kontrol sosial agar pemerintah lebih responsif terhadap berbagai persoalan dan aduan masyarakat.
“Potensi besar harus dibarengi karakter kuat, jangan sampai mudah percaya dengan hoaks yang tidak jelas sumber kebenarannya,” tandasnya. | Fjr
![]()









