spot_img
spot_img

Membaca Peran Mahasiswa Hari Ini

Penulis: Muhamad Iskandar.

SEJARAH perubahan di Indonesia kerap didominasi oleh mahasiswa. Sebelum hingga sesudah kemerdekaan. Mahasiswa terus berada di podium terdepan dalam mengambil peran menuju cita-cita bangsa ini.

Mahasiswa sering kali menjadi semacam kendaraan sebagai gaya hidup sosial bagi kebanyakan orang. Sebuah gelar dari zaman dahulu yang hingga kini dibanggakan oleh sebagian besar masyarakat.

Mahasiswa konon sebagai generasi harapan. Kelak mampu membawa perubahan bagi negara Indonesia untuk bisa bersaing dengan negara-negara di dunia.

Sebutan itu hendaknya bisa menjadi cambuk bagi mahasiswa itu sendiri. Apa lagi mereka kerap dipandang sebagai agent of change (agen perubahan).

Baca Juga

Bahwa sejatinya mereka yang sekolah tinggi di harapkan mempunyai kemampuan lebih dari anak pada umumnya. Terutama bagi yang idak mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

Di balik terangnya harapan di atas, mahasiswa saat ini seakan lupa siapa dirinya dan untuk apa mereka berada di kampus-kampus. Kaum minoritas-intelektual ini sebenarnya merupakan tulang punggung bagi pembangunan bangsa dan negara menuju perubahan yang lebih baik.

Jika kita flasback ke belakang sedikit melihat sejarah perubahan bangsa, di mana motor penggerak utamanya adalah mahasiswa. Seperti kemerdekaan Indonesia yang tidak lepas dari peranan kaum muda dan mahasiswa, peralihan orde lama ke orde baru, serta yang terakhir adalah reformasi 1998 yang meruntuhkan orde baru.

Harus kita sadari, mahasiswa zaman sekarang lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan melupakan tanggung jawab diri sebagai mahasiswa yang seharusnya. Julukan agent of change telah berubah menjadi agent of instagram bagi mahasiswa saat ini.

Seperti yang kita ketahui hari demi hari mental mahasiswa kian melemah. Hal ini dikarenakan kecanduan medsos. Mereka sibuk menjadi haters dan menunjukan eksistensinya melalui berbagai postingan agar dilihat publik.

Mahasiswa semacam ini hanya mengenalkan diri mereka di dunia virtual. Dengan pengenalan yang sebaik mungkin, dengan kata lain, individualistik. Dan tidak jarang berbeda dengan diri aslinya di dunia nyata. Tujuannya supaya mendapat kesan penilaian yang positif.

Foto: Ilustrasi agent of change (Istimewa).

Padahal, jika medsos digunakan sebaik mungkin oleh para mahasiswa, tentu bisa bermanfaat. Misal untuk menyampaikan ide, gagasan, atau bisa untuk menyampaikan isu demi kepentingan bangsa.

Tak sedikit pula mahasiswa-mahasiswa di beberapa perguruan tinggi yang kehilangan peran dan fungsinya. Mahasiswa yang tidak bergairah membawa suatu perubahan. Kuliah hanya dijadikan pencarian gelar semata.

Oleh sebab itu, harapan terus mengalir terhadap mahasiswa agar kembali menjadi agen-agen perubahan untuk negara seperti mahasiswa dahulu kala. Mereka yang berani menunjukkan aksi nyata tanpa embel-embel popularitas.

Indonesia bukan hanya butuh orang-orang akademis tetapi tidak memberikan kontribusi terhadap negara. Mahasiswa kini dituntut agar mampu dalam sisi akademis maupun non akademis.

Indonesia butuh penggerak untuk menuju tujuan nasionalnya dari pemudanya. Mahasiswa yang seharusnya menjawab tantangan-tantangan bangsa ini.

Lebih dari itu semua, menjadi mahasiswa ialah bagaimana kita bisa menjadi agen perubahan di tengah kondisi sosial yang hari ini sedang terjadi. Turut berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.

Mahasiswa memang bukan pekerja sosial. Namun mahasiswa harus mampu menunjukkan bahwa mereka merupakan agen yang siap menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat. Siap memberikan gagasan cerah dengan sikap optimisnya pada saat menghadapi suatu persoalan.

*Ditulis oleh: Muhamad Iskandar. Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Insan Pembangunan Cabang Jakarta Barat.

Loading

VINUS TV

BERITA TERBARU

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

SEPUTAR BANTEN

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img

SEPUTAR DESA

Masyarakat Pasir Bolang Demo Alfamart