spot_img
spot_img

Fenomena Orang Kaya Tapi Miskin

Foto: Ilustrasi bantuan salah sasaran (Istimewa).

APAKAH kita pernah bertemu dengan orang kaya tapi miskin? Di Indonesia yang dimaksud dengan kaya tapi miskin itu banyak. Begitu mudah dijumpai. 

Misal, melihat fenomena orang yang kelewat kaya, mobilnya Alphard, atau menunjukkan ciri-ciri kemewahan yang lainnya, tetapi ketika mengisi BBM di SPBU menggunakan premium atau pertalite. Padahal itu subsidi untuk rakyat kecil.

Contoh lain, ada orang kaya memiliki rumah besar, tapi pakai gas melon. Atau rumahnya besar, uangnya banyak, gajinya puluhan juta, tapi sewaktu membuat pesta, bukannya sewa gedung malah menutup jalan umum.

Ada lagi, punya mobil tapi tidak punya garasi. Akhirnya mobil diparkir di pinggir jalan, ditutupin pakai selimut di bahu jalan. Sehingga membuat jalan umum semakin sempit. Bikin jalan macet.

Fenomena lain, punya rumah besar, 2 sampai 3 lantai, punya mobil pula, tetapi masih menerima sumbangan dan tidak ada perasaan bersalah. Kita melihat fenomena yang seperti itu banyak sekali. Itulah yang disebut sebagai orang yang kaya tapi miskin.

Baca Juga

Penulis heran, kenapa bisa seperti itu? Orang kaya tapi masih mengambil hak rakyat miskin. Biasanya, atau barangkali, orang seperti itu mendapat kekayaan dari hasil nge-cheat. Dengan kata lain, menggunakan cara curang, hasil cara korup. Mereka kaya tapi tidak dengan hasil kerja keras. Perilaku korupsi itu bukan hanya terkait dengan jabatan, melainkan bisa dilakukan oleh semua orang.

Sedangkan untuk menjadi orang kaya, mereka memiliki kemampuan mengelola dan manajemen keuangan dengan baik. Mereka tidak mudah diiming-imingi oleh barang kotor. Jika mendapat uang yang besar, harus tahu cara pengelolaannya. Di simpan atau diinvestasikan untuk masa depan.

Sebesar apa pun mereka harus belanja untuk kebutuhan konsumsinya, atau jika berhutang, dapat digunakan dengan benar dan digunakan dengan sebaik-baiknya.

Nah kalau misalkan ada orang yang sudah bermental seperti itu, maka orang itu biasanya akan menjadi kaya. Dia kemudian rajin bekerja dia kreatif dalam berkarya. Kemudian dia benar-benar terpercaya dalam berbisnis dan sebagainya. Itu adalah mentalitas yang membuat dia menjadi orang yang kaya, sukses, dan bermanfaat buat orang lain.

Tetapi kalau ada orang yang kaya tetapi tidak menggunakan mentalitas kekayaan seperti itu, maka dia akan tetap berperilaku seperti orang miskin.

Misalkan oleh polisi diwawancara sewaktu ditilang, dia bilang dia Pak sebagai rakyat kecil Padahal dia naik Alphard, tapi ngakunya sebagai rakyat kecil itu kan berarti mentalitasnya adalah mentalitas orang miskin.

Mental orang kaya hasil kerja keras pasti bermanfaat. Misal merintis sejak kecil, ketika sudah besar sudah besar kemudian punya mobil Alphard, maka dia akan menghargai jerih payahnya untuk mendapatkan mobil itu.

Sehingga dia tidak mungkin memperlakukan mobil itu dengan memberinya BBM bersubsidi. Tidak mungkin menggunakan gas melon, karana dia sadar, itu untuk rakyat msikin dan tidak akan mengambil hak-haknya.

Jadi sebenarnya yang harus kita bangun ialah mentalitas orang kaya dan rasa malu. Ketika semua masyarakat mempunyai itu, maka untuk mengetantaskan kemiskinan akan mudah diselesaikan.
Orang miskin pun jika mempunyai rasa malu, ketika mendapat bantuan atau pemberdayaan, maka mereka akan amanah memanfaatkan bantuan itu semaksimal mungkin. Sehingga tidak akan minta bantuan secara terus menerus kepada pemerintah atau kepafa yang memberi bantuan.

Tetapi kenyataannya, mereka merasa terbuai dan enggan memperbaiki kehidupan. Takut jika ketahuan ekonominya meningkat tidak akan mendapat lagi bantuan. Seolah-oleh mereka mempertahankan kemiskinan.

Ditulis oleh: Akhsan Syaepul Amri. Warga Solear. Sehari-hari sebagai pendidik.

Loading

VINUS TV

BERITA TERBARU

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

SEPUTAR BANTEN

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img

SEPUTAR DESA

Masyarakat Pasir Bolang Demo Alfamart