spot_img
spot_img

Catatan Untuk Pemira UNIPI

Foto: Suasana Kampus UNIPI malam hari setelah Pemira.

KAMPUS Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI) menggelar pemilihan raya atau disingkat Pemira dalam rangka pemilihan calon presiden mahasiswa dan juga calon wakil presiden mahasiswa tahun kedua yang diselenggarkan oleh Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa UNIPI.

Ada dua kandidat yang berkontestasi di Pemira tersebut, yaitu pasangan nomor urut 01, Ahmad Nawawi- Risna Ayu Lestari yang di usung oleh beberapa organisasi internal kampus baik himpunan dan departemen.

Sementara lawannya pasangan nomor urut 02 Firda Hasani- Abdul Wahid juga diusung oleh beberapa organisasi internal kampus baik himpunan dan departmen.

Di mulai dari proses pendaftaran sampai penghitungan suara prosesnya berjalan dengan lancar. Adapun terjadi perbedaan itu merupakan proses dinamika terjadi. Hal yang biasa dan lumrah ketika sebuah kontestasi.

Baca Juga

Dalam perjalanan selama masa kampanye dan debat yang di selenggarakan oleh KPUM UNIPI, pasangan Ahmad dan Risna selalu mengedepankan pemikiran dan gagasan yang akan dilakukan jika nantinya terpilih menjadi Presma dan Wapersma. Hal tersebut menjadikan nilai lebih dimata mahasiswa.

Sehingga ketika pemilihan dilaksanakan tanggal 30 November 2023 dimulai pukul 09.00-21.30 pasangan no4 urut 01 memperoleh sebanyak suara 378 dan pasangan nomor urut 02 sebanyak 331 unggul 47 suara.

Sebelumnya,  pasangan nomor urut 02 telah melakukan banding karena ditemukan suara 31 gaib saat dilakukan validasi baik oleh KPUM maupun saksi dari dua paslon.

Aksi penyampaian banding tersebut berlangsung alot dan juga berlangsung lama. Sekitar pukul 2.30 dini hari massa yang melakukan banding ada yang menendang pagar kampus sehingga dari pihak kemanan mulai keluar dan memastikan situasi.

Ketika itu, masa mulai panas dan juga adu argumentasi dengan KPUM. Sebetulnya ada upaya untuk komunikasi secara baik baik antara massa 01 dan massa 02. Namun belum ada kesepakatan yang diambil.

Sehingga sampai pukul 03.50 massa yang tidak terima mulai mengatakan kata-kata yang bisa di anggap melakukan intimidasi dan provokasi yang berlebih. Romli atau yang dikatakan rombongan liar oleh masa yang melakukan banding merupakan warga sekitaran kampus yang merasa terganggu karena sudah dini hari tetapi massa belum membubarkan diri. Sehingga sempat bersitegang antara massa dan warga. Namun, hal tersebut berhasil dilerai dan diamankan.

Hingga akhirnya KPUM menyatakan suara tersebut sah. Adapun suara gaib itu terjadi karena akibat kesalahan di internal KPUM itu sendiri saat pemilihan dilakukan di awal banyak miss komunikasi sehingga hal tersebut terjadi. Andaipun suara tersebut dianggap tidak sah, maka tidak akan berpengaruh terhadap selisih suara antar paslon.

Sekitar pukul 04.30 massa dengan kesadaran masing-masing mulai membubarkan diri dalam suasana hujan rintik-rintik turun.

Kembali lagi yang di sampaikan di atas, bahwa dinamika hal yang wajar terjadi namun harus dilakukan secara elegan dan ada data yang memperkuat argumentasi karena kita merupakan akademisi. Hal-hal yang tidak etis seperti penggunaan kata-kata kotor dan juga kekerasan tidak perlu dilakukan karena tidak mencerminkan pribadi akademis.

Penulis juga berharap adanya kontes Pemira ini menjadi ajang adu gagasan dan intelektual mahasiswa UNIPI kedepannya. Serta dalam prosesnya KPUM UNIPI perlu banyak bebenah agar kesalahan kesalahan hari ini yang terjadi bisa diminimalisir. Selain itu KPUM jangan anti kritik dan anti melibatkan internal baik himpunan dan departemen yang ada.

Pada intinya, dalam kontestasi ini, jadikan ajakan silaturahmi antar mahasiswa selepas dari momentum ini berjalan beriringan berkerja sama untuk memajukan kampus Universitas Insan Pembangunan Indonesia.

Ditulis oleh:  Muhammad Yunus.
Alumni Universitas Insan Pembangunan.

Loading

VINUS TV

BERITA TERBARU

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

SEPUTAR BANTEN

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img

SEPUTAR DESA

Masyarakat Pasir Bolang Demo Alfamart