
PANDEGLANG | Empat hari berlalu sejak lima jurnalis dan tiga awak kapal hilang kontak di perairan Selat Sunda. Di tengah proses pencarian, Rodiyah masih menunggu kepulangan suaminya, Yudistiro Pranoto, jurnalis iNews yang berada dalam rombongan tersebut.
Yudistiro bersama empat jurnalis lainnya dan tiga awak kapal dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Rodiyah berharap tim SAR dapat menemukan suaminya bersama tujuh orang lainnya dalam kondisi selamat.
Baca Juga
- Lima Jurnalis Banten Hilang Saat Liput GAK
- GMNI Desak Pemkot Cilegon Siapkan Layanan Gratis bagi Warga Terdampak Abu Vulkanik
“Harapan saya tentu besar sekali supaya suami saya bisa pulang. Teman-teman jurnalis yang lain juga bisa pulang dengan selamat, kru kapalnya juga kembali ke rumah, bisa ketemu istri dan keluarganya,” kata Rodiyah di Posko SAR Marina Lippo Carita, Jumat (11/09).
Rodiyah mengatakan, hingga hari keempat pencarian, dirinya belum mendapatkan kabar mengenai keberadaan Yudistiro.
Ia mengaku harus menjalani hari-hari bersama dua anak tanpa kepastian mengenai kondisi sang suami.
“Saya ada dua orang anak,” ujarnya singkat.
Karena itu, Rodiyah meminta tim SAR terus melakukan pencarian apabila hingga batas waktu operasi belum menemukan keberadaan para korban.
Ia memahami pencarian di laut memiliki berbagai kendala. Namun, keluarga berharap seluruh upaya dapat terus dilakukan untuk menemukan delapan orang yang masih hilang.
“Kalau saya ingin minta maksimal. Saya rasa mereka juga sudah bekerja secara maksimal. Permohonan saya, kalau memang memungkinkan dan setelah tenggat waktu belum ada kabar baik, saya harapannya waktu pencarian bisa ditambah lagi,” katanya.
Menurut Rodiyah, pencarian tersebut bukan hanya menyangkut operasi SAR. Bagi keluarga, proses pencarian menjadi harapan untuk mendapatkan kepastian mengenai keberadaan orang yang mereka cintai.
Ia juga berharap seluruh korban dapat ditemukan dalam kondisi selamat dan kembali berkumpul bersama keluarga masing-masing.
“Saya ingin ada kepastian. Tapi mudah-mudahan sebelum tenggat waktu semuanya sudah selesai dan semuanya sudah kembali ke keluarga masing-masing dalam keadaan sehat walafiat,” ucapnya.
Lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut hilang kontak setelah speedboat Arupadhatu 1 yang mereka tumpangi berangkat dari Dermaga Pagedongan, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Hingga hari keempat operasi pencarian, tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di sejumlah wilayah perairan Selat Sunda.
Keluarga korban juga terus berada di sekitar posko pencarian untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai perkembangan operasi.
Rodiyah berharap pencarian tidak berhenti sebelum seluruh upaya dilakukan untuk menemukan delapan korban.
Bagi keluarga, setiap perkembangan operasi menjadi harapan baru agar Yudistiro dan tujuh korban lainnya dapat segera ditemukan dan kembali kepada keluarga masing-masing. | Fjr
![]()









