spot_img
spot_img

Jelang Pemilu, Perpusdes Sukanagara Selenggarakan Diskusi Literasi dan Demokrasi

Foto: Narasumber Diskusi Publik Literasi dan Demokrasi.

TANGERANG | Dalam rangka meningkatkan kesadaran demokrasi jelang Pemilu 2024, Perpustakaan Desa Sukanagara Kecamatan Cikupa menyelenggarakan Diskusi Publik dengan tema “Literasi dan Demokrasi”, bertempat di UPTD SDN Sukanagara pada Minggu, (06/08).

Diskusi menghadirkan beberapa narasumber. Mulai Camat Cikupa Supriyadi, Tokoh Perempuan Tangerang Okta Kumala Dewi, Direktur Visi Nusantara Subandi Musbah, sampai Ketua AMPI Kabupaten Tangerang, M Yusup Basnar.

Saat sambutan, selaku Camat Cikupa, Supriyadi menyampaikan, Pemilu hakikatnya merupakan instrumen untuk memilih wakil rakyat. Setiap kita, diberi hak untuk memilih dan dipilih. 

Baca Juga

Supriyadi berharap demokrasi menjamin hak setiap warga negara. Baik hak mendapat pendidikan, hak kesehatan, hak menyampaikan pendepat, maupun hak untuk hidup. 

“Forum seperti ini harus terus dihidupkan. Bisa melalui bedah buku atau jenis lain yang masih erat kaitannya dengan literasi,’’ ucap Camat Cikupa. 

Sementara Okta Kumala Dewi memberikan materi tertulis yang disampaikan oleh Nike Arianti. Katanya demokrasi begitu penting. Terlebih jelang tahun politik. 

Nike berharap kita tidak lagi hanya menjadi pemilih semata pada Pemilu nanti. Idealnya setiap orang terlibat di dalam proses demokrasi itu sendiri.

“Ibu Okta mengimbau agar masyarakat tidak hanya cukup sebatas memilih pemimpin dalam proses Pemilu nanti, tapi juga memberi makna agar pemimpin yang akan datang betul-betul peduli masyarakat,” ujarnya.

DI tempat yang sama Subandi Musbah mengatakan, ruh demokrasi bisa hilang apabila tidak mampu mewujudkan kehidupan berbangsa yang adil dan setara. Agar ruh demokrasi tidak hilang maka setiap individu harus terlibat dalam setiap tahapan.

Di sisi lain, Direktur Visi Nusantara ini juga menuturkan terkait pentingnya literasi untuk semua kalangan, agar setiap warga tidak lagi condong keinginannya untuk menjadi karyawan pabrik, tidak salah, tapi ada yang lebih baik.

“Soal demokrasi mungkin semua sudah paham, tapi terkait literasi belum tentu. Bagaimana caranya warga Sukanagara yang buruh pabrik, bisa melahirkan profesor. Tentu itu bisa diraih dengan cara mendalami literasi,” paparnya.

Terakhir M Yusup Basnar, Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) ini mengingatkan munculnya persoalan yang berpotensi timbul akibat Pemilu langsung, yaitu polarisasi antar warga.

Basnar juga mengingatkan bahaya politik uang. Kata dia, kalau ada calon keliling kampung dengan membagi-bagikan uang, maka besar kemungkinan ketika terpilih akan berusaha mengembalikan modal. 

“Banyaknya kasus korupsi yang melibatkan para pejabat bearal dadi proses Pemilu yang kotor. Meakipun mereka dipilih secara demokratis melalui pemilihan legislatif,” tandasnya.

Pantauan di lokasi, Forum Diskusi dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. |We

Loading

VINUS TV

BERITA TERBARU

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

SEPUTAR BANTEN

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img

SEPUTAR DESA

Masyarakat Pasir Bolang Demo Alfamart