
PANDEGLANG | Puluhan warga Desa Bangkonol, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, memblokade gerbang TPSA Bangkonol sebagai bentuk protes terhadap pengelolaan sampah yang dinilai buruk.
Dalam aksi tersebut, warga menutup akses menuju TPSA, menyampaikan orasi, menggelar aksi teatrikal, serta membentangkan spanduk penolakan.
Koordinator aksi, Ahmad Yani, mengatakan kekecewaan warga dipicu belum terealisasinya janji pemerintah daerah untuk membenahi tata kelola sampah di lokasi tersebut.
Baca Juga
- Massa Aksi Kembali Desak Pemkab Pandeglang Batalkan Kerja Sama Sampah
- Keluhkan Bau dan Infrastruktur Buruk, Warga Bangkonol Tolak Kerjasama Sampah Pandeglang-Tangsel
Menurutnya, Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, sebelumnya telah menyampaikan komitmen perbaikan menyeluruh. Namun, kondisi di lapangan justru dinilai semakin memburuk.
“Faktanya, sampah menumpuk hingga mendekati gerbang dan menimbulkan bau menyengat yang terasa hingga ke wilayah sekitar,” ujar Ahmad Yani, Selasa (07/04).
Ia menyebut warga telah beberapa kali melakukan inspeksi mendadak ke TPSA, namun penanganan dinilai baru dilakukan setelah adanya tekanan dari masyarakat.
Hal itu, kata dia, menunjukkan belum adanya keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan sampah.
“Pengelolaan sampah lokal saja belum maksimal,” katanya.
Warga juga mengeluhkan bau menyengat yang disebut telah menyebar ke sejumlah kampung, tempat ibadah, hingga pondok pesantren di sekitar TPSA.
Beberapa wilayah yang terdampak antara lain Kampung Sabi Tangtu, Sabi Masjid, Pasir Muncang, Kabayan, hingga kawasan pesantren.
Selain itu, massa aksi juga menyoroti dugaan kendala operasional, termasuk keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) dalam pengelolaan TPSA.
Warga menegaskan akan terus melakukan blokade hingga ada kepastian dan langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang.
Mereka juga mendesak bupati untuk turun langsung menemui warga serta menandatangani komitmen bersama terkait perbaikan tata kelola sampah di TPSA Bangkonol.
“Pemblokiran akan kami lanjutkan sampai ada kepastian dari pemerintah daerah,” kata Ahmad Yani. | Fjr
![]()









