Reaktualisasi Produk Unggulan Daerah

Oleh: Isbandi*

GELIAT kemandirian daerah dalam semangat otonomi menjadi pemicu terhadap berkembangnya langkah inovatif bagi penggalian potensi unggulan di setiap daerah.

Berbagai sektor capaian keberhasilan pembangunan di daerah banyak terlihat dari pemanfaatan pengelolaan potensi sumber daya yang dimiliki, sehingga menjadi komoditas utama dalam meraup tingginya pendapatan asli daerah (PAD) maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ada yang bergerak dalam pengembangan sektor kepariwisataan dan perhotelan, pertambangan, kemaritiman, makanan serta, pertanian. Tingginya daya dorong inovasi daerah yang ditunjang oleh peran serta seluruh lapisan masyarakat, menjadi penentu bagi berkembangnya sektor unggulan produk daerah.

Oleh karenanya dalam kacamata pembangunan daerah yang berasaskan otonomi mendorong partisipasi seluruh warga masyarakat di suatu wilayah hukum tertentu untuk dapat berinisiatif menggali potensi daerah yang dapat dijadikan rujukan program pembangunan, sehingga tumbuh keunggulan produk daerah yang pada gilirannya dapat memberikan multiple efect terhadap perekonomian daerah.

Hal mendasar dalam pembangunan daerah adalah terletak pada penekanan terhadap kebijakan-kebijakan pembangunan yang didasarkan terhadap kekhasan daerah yang bersangkutan dengan menggunakan potensi sumberdaya manusia, sumberdaya alam, sumberdaya financial dan bahkan sumberdaya kelembagaan.

Orientasi ini mengarahkan kita kepada pengambilan inisiatif-inisiatif yang berasal dari daerah itu sendiri dalam proses pembangunan untuk menciptakan kesempatan kerja baru dan merangsang peningkatan kegiatan ekonomi.

Menurut Sudarsono (2001), dinamika keunggulan daerah di masa mendatang ditandai dengan mempu tidaknya daerah dalam meraih peluang menghadapi kompetisi pasar bebas, baik di tingkat regional maupun global. Beberapa langkah dan strategi yang perlu dilakukan agar daerah mampu berkompetisi antara lain:

Pertama, birokrasi pemerintah daerah perlu melakukan reorientasi peran dan tanggungjawabnya, yakni hanya bersifat mengarah dan membina bukan menentukan (steering than rowing). Sehingga peran dan tanggungjawab pemerintah daerah hanya berkisar pada bidang-bidang dimana sektor swasta atau pihak ketiga lainnya tidak memungkinkan untuk melakukan tugas tersebut, misalnya dalam situasi terjadinya kegagalan pasar (market falure).

Birokrasi Pemda harus dapat berkiprah secara efektif dan efisien dalam memberikan pelayanan prima untuk meraih investasi dalam dan luar negeri;

Kedua, membentuk sistem dan jaringan kerja (networking) dengan lembaga/asosiasi bisnis, khususnya dalam mendukung pemasaran produk ekspor. Mengembangkan lembaga R & D (research and development) terhadap jenis produksi unggulan untuk menjamin kualitas produk, kestabilan harga, kebutuhan pasar (demand) dan jaminan kontinuitas ketersediaannya (delivery/supply);

Ketiga, memfasilitasi lembaga keuangan agar bersedia memberikan modal usaha bagi industri skala kecil dan menengah pada berbagai sektor unggulan daerah, sehingga mereka dapat menjamin dan mempertahankan keberlangsungan usahanya.

Keempat, berperan mentransportasikan ilmu pengetahuan dan teknologi terapan di berbagai sektor unggulan produk daerah, agar proses produksi dapat mencapai efektifitas, efisiensi, dan ekonomis.

Kelima, mendorong agar para produsen mengembangkan jenis-jenis produk unggulan yang bersifat komplementer baik intern maupun antar region, memiliki nilai tambah (value edded) dan menghasilkan manfaat ganda (multiple effect) baik secara backward-linkage dan forward linkage terhadap berbagai sektor, dengan demikian dapat memperkuat posisi daerah dari pengaruh fluktuasi ekonomi.

Keenam, memposisikan birokrasi pemerintah daerah cukup berperan sebagai katalisator, stimulator, dan regulator agar mekanisme pasar dapat bekerja secara sehat.

Terkahir, memprioritaskan program  pembangunan infrastuktur yang dibutuhkan dalam rangka kemudahan aksebilitas usaha di bidang industri meliputi sarana transprtasi, komunikasi, energi, lokasi industri, sarana dan prasarana pelayanan umum yang baik serta situasi lingkungan yang sehat dan aman.

Produk Unggulan Daerah

Bangsa Indonesia memiliki limpahan potensi alam yang mampu menunjang tumbuh dan berkembangnya pengelolaan potensi produk unggulan daerah. Aspek terpenting bagi terwujudnya produk keunggulan daerah terletak pada kemauan seluruh elemen masyarakat bersama pemerintah daerah untuk berinovasi dengan menghasilkan potensi yang dimiliki mampu menjadi sumber pendapatan secara ekonomis dalam bentuk produk yang bernilai marketeble.

Produk unggulan daerah menggambarkan kemampuan daerah menghasilkan produk, menciptakan nilai, memanfaatkan sumber daya secara nyata, memberi kesempatan kerja, mendatangkan pendapatan bagi masyarakat maupun pemerintah, memiliki prospek untuk meningkatkan produktivitas dan investasinya.

Sebuah produk dikatakan unggul jika memiliki daya saing sehingga mampu untuk menangkal produk pesaing di pasar domestik dan /atau menembus pasar ekspor (Sudarsono, 2001). Kriteria produk unggul adalah komoditi yang memenuhi persyaratan kecukupan sumberdaya lokal, keterkaitan komoditas, dan potensi bersaing.

Dari kriteria ini memunculkan pengelompokkan komoditas berikut: Komoditas potensial adalah komoditas daerah yang memiliki potensi untuk berkembang karena keunggulan komparatif. Keunggulan komparatif terjadi misalnya karena kecukupan ketersediaan sumberdaya, seperti bahan baku lokal, keterampilan sumberdaya lokal, teknologi produksi lokal serta sarana dan prasarana lokal lainnya;

Komoditas andalan adalah komoditas potensial yang dipandang dapat dipersandingkan dengan produk sejenis di daerah lain, karena disamping memiliki keunggulan komparatif juga memiliki efisiensi usaha yang tinggi.

Efisiensi usaha itu tercermin dari efisiensi produksi, produktivitas pekerja, profitabilitas dan lain-lain; dan, Komoditas unggulan adalah komoditas yang memiliki keunggulan kompetitif, karena telah memenangkan persaingan dengan produk sejenis di daerah lain.

Keunggulan kompetitif demikian dapat terjadi karena efisiensi produksinya yang tinggi akibat posisi tawarnya yang tinggi baik terhadap pemasok, pembeli, serta daya saignya yang tinggi terhadap pesaing, pendatang baru maupun barang substitusi.

Menurut direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Depdagri, bahwa berdasarkan Surat Edaran Nomor 050.05/2910/III/BANDA tanggal 7 Desember 1999, ditentukan kriteria komoditas unggulan sebagai berikut: Mempunyai kandungan lokal yang menonjol dan inovatif di sektor pertanian, industri, dan jasa;

Selain itu, mempunyai daya saing tinggi di pasaran, baik ciri, kualitas maupun harga yang kompetitif serta jangkauan pemasaran yang luas, baik di dalam negeri maupun global.

Masih menurut Dirjen Pembangunan Daerah, mempunyai ciri khas daerah karena melibatkan masyarakat banyak (tenaga kerja setempat); Mempunyai jaminan dan kandungan bahan baku yang cukup banyak, stabil, dan berkelanjutan; Difokuskan pada produk yang mempunyai nilai tambah yang tinggi, baik dalam kemasan maupun pengolahannya; Secara ekonomi menguntungkan dan bermanfaat untuk meningkatkan pendapatan dan kemampuan SDM masyarakat; dan ramah lingkungan, tidak merusak lingkungan, berkelanjutan serta tidak merusak budaya setempat.

Tingginya dorongan pemerintah daerah dalam mewujudkan inovasi produk unggulan mampu memperluas kesempatan pertumbuhan perekonomian daerah serta menciptakan semangat produktif bagi berkembangnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di tengah masyarakat. Peran pemerintah akan dianggap berhasil dalam meningkatkan sektor usaha unggulan lokal melalui berbagai bentuk pembinaan yang dilakukan, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah.

Beberapa sektor kebijakan pemerintah daerah yang mampu ditetapkan sebagai bagian dalam menumbuhkembangkan produk keunggulan daerah, adalah pertama penetapan pembagian wilayah potensi produk unggulan setiap desa/kelurahan berdasarkan kondisi sumber daya yang dimiliki. Hal ini senada dengan program pemerintah one village one product (OVOP).

Kedua, perlu ditentukan regulasi terhadap sistem pemasaran produk unggulan daerah, baik dalam mendorong pemasaran di institusi/lembaga pemerintah, perhotelan maupun lembaga lain yang berada di wilayah daerah serta memfasilitasi pameran maupun pemasaran sistem on-line.

Ketiga, Adanya regulasi tentang perlindungan terhadap produk usaha lokal dalam sistem pemasaran melalui perumusan standarisasi nasional maupun regional, serta bantuan dalam pendaftaran Hak paten produk milik daerah, sehingga mampu mengantisipasi kompetisi pasar luar.

Sinergitas Pemda Dan Pengusaha Lokal

Tak dapat dipungkiri, berlangsungnya era pasar bebas yang berdampak pada tingginya kompetitif pemasaran produk di setiap Negara, berdampak pada ketatnya persaingan pemasaran produk. Kompetisi ini tidak sebatas pada antar produk dalam negeri namun sudah merambah masuknya produk import dari negara lain di Indonesia.

Untuk itu perlu adanya dorongan kuat sinergitas peran pemda dan pengusaha lokal dalam memproteksi produk olahannya agar mampu eksis di tengah gempuran persaingan global.

Keberhasilan pemerintah daerah dalam mewujudkan produk unggulan daerah memerlukan peran aktif dan sinergi dari pengusaha lokal. Sinergitas ini dapat diwujudkan melalui pola kerjasama dalam melakukan pengelolaan dan pengembangan potensi sumber daya ekonomi menjadi komoditas unggulan daerah.

Terdapat bentuk pembagian peran antara pihak pemda dan pengusaha lokal yang dapat dirumuskan dalam pembagian peran ini, meliputi: Pemerintah daerah akan menjadi institusi yang mampu mendorong analisa potensi daerah serta regulasi yang memberikan fasilitasi pembinaan, permodalan dan perlindungan terhadap produk unggulan hasil produksi pengusaha lokal. Sementara pengusaha lokal akan menjalankan peran dalam mengelola serta mengembangkan produk unggulan yang mampu menjadikan komoditas yang compateble serta menjadi sektor utama pendapatan asli daerah.

Berbagai kebijakan yang dapat timbul dari sinergitas ini akan menghasilkan kesepahaman bersama dalam memberikan bentuk sertifikasi kualitas produk berstandar nasional maupun lokal yang dapat menjaga kelangsungan hidup produk maupun kelangsungan hidup pengusaha lokal dari kondisi persaingan pasar bebas.

Disamping itu akan terbentuk sistem penetapan aturan tentang harga standar, mekanisme pemasaran maupun target capaian keuntungan yang berimplikasi bagi pendapatan asli daerah, baik dalam bentuk retribusi perpajakan maupun pembiayaan lainnya.

Adanya berbagai sinergitas kebijakan antara pemda dan pengusaha lokal menjadi salah-satu upaya perlindungan bagi berkembangnya produk unggulan daerah, sehingga para pelaku usaha akan merasakan kenyamanan terhadap jaminan kontinuitas produksi yang tetap bertahan dalam pemasaran produk di era kompetitif.

Semoga kedepan terbangun inovasi bersama antara pemerintah daerah dan kalangan pengusaha lokal dalam membangun produk-produk unggulan di setiap daerah. Sehingga peran pemerintah dan pengusaha lokal dapat berkembang dengan produk unggulan yang bersumber dari potensi sumber daya yang dimiliki. Ayo saatnya berani menggunakan produk lokal.

*Penulis Ketua DPC Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kota Serang

 

 6,195 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

TANGERANG | Paradigma Indonesia baru-baru ini merilis hasil survei. Potret suara publik terkait beberapa tokoh yang layak menjadi Gubernur Banten. Survei Menuju Pilgub 2024 ini...

LEBAK | AU, mantan Kepala Desa Pasindangan (49), Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak diduga telah menggelapkan uang Bantuan Langsung Tunai (BLT) milik warganya. Informasi yang dihimpun,...

TANGERANG | Warga Desa Pasir Bolang Kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang mendatangi Gudang Alfamart. Menyampaikan tuntutan pengelolaan limbah kardus. Kedatangan puluhan warga diduga kuat karena kepentingan...

Oleh: Aditya Hidayatulloh* BELAKANGAN, buruh Tangerang sedang disibukkan dengan tuntutan kenaikan UMR (Upah Minimum Regional), yang kini telah resmi diganti menjadi UMP (Upah Minimum Provinsi)...

VINUS TV

BERITA TERBARU

Rano Karno Masih Paling Populer di Banten, Ungguli Seluruh Kepala Daerah

BANTEN | Temuan hasil survei jelang Pilgub Banten 2024 oleh Paradigma Indonesia menunjukan Rano Karno berada di posisi teratas. Baik tingkat keterkenalan maupun kesukaan. Hal...

Menuju Pilgub Banten, Dua Tokoh Tangerang Masuk Radar Cagub

TANGERANG | Paradigma Indonesia baru-baru ini merilis hasil survei. Potret suara publik terkait beberapa tokoh yang layak menjadi Gubernur Banten. Survei Menuju Pilgub 2024 ini...

Kisah Rizki, Anak Tukang Kue Berhasil Lolos Tes Polisi

BANTEN | Meski terlahir dari keluarga kurang mampu, tak menyurutkan niat Rizki untuk menggapai cita-citanya menjadi seorang anggota polisi. Hal itu terungkap saat tim Humas...

Job Fair dan Kinerja Disnaker, Seremoni Minus Inovasi

Oleh: Aditya Hidayatulloh* BELAKANGAN, buruh Tangerang sedang disibukkan dengan tuntutan kenaikan UMR (Upah Minimum Regional), yang kini telah resmi diganti menjadi UMP (Upah Minimum Provinsi)...

Ada Kotak Uang di Toilet SPBU Bugel, Katanya Kencing Rp2000

  TANGERANG | Warga Tigaraksa mengeluh, masuk toilet SPBU Bugel Kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang harus mengeluarkan uang. Untuk kencing saja Rp2000. Keluhan itu salah satunya datang...

Indikasi Gelapkan Uang BLT, Mantan Kepala Desa Ini Terancam Penjara Seumur Hidup

LEBAK | AU, mantan Kepala Desa Pasindangan (49), Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak diduga telah menggelapkan uang Bantuan Langsung Tunai (BLT) milik warganya. Informasi yang dihimpun,...

Refleksi Hari Guru Nasional 2021: Ujung Tombak Menuju Generasi Emas

Oleh: Teti Surtikah* 25 November 2021, Indonesia kembali memperingati Hari Guru Nasional (HGN). Momentum sakral ini selalu kita rayakan bersama oleh setiap para Pendidik dan...

Bikin Malu! Rebutan Limbah, Kades Pasir Bolang Kerahkan Warga Demo Perusahaan

TANGERANG | Warga Desa Pasir Bolang Kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang mendatangi Gudang Alfamart. Menyampaikan tuntutan pengelolaan limbah kardus. Kedatangan puluhan warga diduga kuat karena kepentingan...

Terkait Staf Baru Desa Pasanggrahan, BPD: Belum Sah Secara Hukum

TANGERANG | Perangkat Desa Pasanggrahan Kecamatan Solear sampai saat ini belum mengantongi Surat Keputusan (SK) sebagai pegawai. Hal ini disampaikan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pasanggrahan....

IKLAN

BERITA TERPOPULER

Bendera Negara Asing Berkibar di Klinik Milik PNS, Warga Minta Aparat Bertindak Tegas

TANGERANG | Pemandangan kurang pantas terjadi di Perumahan Villa Tangerang Elok Kelurahan Kuta Jaya Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang. Berkibar bendera Palestina tanpa berdampingan...

Setelah Didemo Warga Terkait BLT, Kepala Desa Lebak Wangi Gantung Diri

TANGERANG | Kabar duka datang dari Kepala Desa Lebak Wangi Kecamatan Sepatan Timur Kabupaten Tangerang. Setelah sebelumya didemo masyarakat terkait transparansi bantuan Covid-19, Kepala...

Warga Sekitar Kawasan Millenium Butuh Pekerjaan, Pabrik Lebih Memilih Titipan Dinas

TANGERANG | Puluhan warga berunjuk rasa di depan PT Green Source Indonesia (GSI) yang berlokasi Kawasan Industri Millenium Kelurahan Kaduagung Kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang. Tidak...

Banten Berduka, Abuya Uci Cilongok Tutup Usia

TANGERANG | Kabar duka, Pengasuh Pondok Pesantren Al Istiqlaliyah Cilongok Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang, Abuya Uci Cilongok tutup usia. Informasi yang dihimpun Vinus, Abuya...

Banten Berduka, Qori Internasional Hawasyi Nawawi Tutup Usia

TANGERANG | Kabar duka datang dari Qori Internasional sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Quran Annawawiyah, KH. Hawasyi Nawawi. Kepastian kabar duka itu dibagikan keluarga besar, santri,...

Miris, BLT Pusat Terindikasi Diselewengkan Aparat Kelurahan Sukamulya

TANGERANG | Merasa janggal terkait undangan pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari APBN melalui Kantor Pos, Siti Aminah mempertanyakan bantuan yang hendak...

Dampak Covid-19, Ratusan Pekerja PT Universal Luggage Indonesia Diberhentikan

TANGERANG | Di tengah pandemi Covid-19, sebanyak 300 lebih tenaga kerja kontrak diberhentikan sepihak oleh PT Universal Luggage Indonesia. Perusahaan yang berlokasi di Desa...

AGENDA

BERITA TERKAIT

Job Fair dan Kinerja Disnaker, Seremoni Minus Inovasi

Oleh: Aditya Hidayatulloh* BELAKANGAN, buruh Tangerang sedang disibukkan dengan tuntutan kenaikan UMR (Upah Minimum Regional), yang kini telah resmi diganti menjadi UMP (Upah Minimum Provinsi)...

Refleksi Hari Guru Nasional 2021: Ujung Tombak Menuju Generasi Emas

Oleh: Teti Surtikah* 25 November 2021, Indonesia kembali memperingati Hari Guru Nasional (HGN). Momentum sakral ini selalu kita rayakan bersama oleh setiap para Pendidik dan...

Konsep Sosiologi Islam dan Ideologi Dunia, Sebuah Telaah Kritis

Oleh: M. Harikal Ramadhan Pohan* PEMBAHASAN mengenai sosiologi Islam dan ideologi dunia, pada prinsipanya bukan sesuatu yang baru. Kaum terdidik sudah lama mendalaminya. Namun, sampai...

Memahami Analisis Stilistika, Sebuah Pendekatan Gaya Bahasa Puisi

Oleh: Jatmiko* DALAM sebuah bentuk karya sastra, sudah menjadi kewajiban bagi penulis untuk membuat sesuatu yang sulit untuk diterka. Ini salah satu cara agar pembaca...

Wanita Itu Tulang Rusuk, Bukan Tulang Punggung

Oleh: Erna Ummu Aqilah* RASULULLAH saw. bersabda: "Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang salehah." (HR. Muslim). Hadis di atas menjelaskan bagaimana mulianya...

Menyibak Kasus Pembunuhan, Titik Lemah Kepolisian dan Konstruksi Framing Media

Oleh: Eko Supriatno* SUDAH hampir dua bulan kasus pembunuhan sadis ibu-anak di Subang belum juga terungkap. Bak sinetron, pengungkapan kasus pembunuhan ini mampu membius pemirsa...

Pergeseran Budaya Arab: Antara Tradisi dan Modernisasi

Oleh : Abdul Haris* SEBAGAI umat beragama di bawah naungan panji Islam, kita semua tetap memberikan perhatian khusus terkait berbagai fenomena yang melibatkan kebudayaan Islam....

IKLAN

SEPUTAR BANTEN

Kisah Rizki, Anak Tukang Kue Berhasil Lolos Tes Polisi

BANTEN | Meski terlahir dari keluarga kurang mampu, tak menyurutkan niat Rizki untuk menggapai cita-citanya menjadi seorang anggota polisi. Hal itu terungkap saat tim Humas...

Indikasi Gelapkan Uang BLT, Mantan Kepala Desa Ini Terancam Penjara Seumur Hidup

LEBAK | AU, mantan Kepala Desa Pasindangan (49), Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak diduga telah menggelapkan uang Bantuan Langsung Tunai (BLT) milik warganya. Informasi yang dihimpun,...

Tol Serang-Rangkas Diresmikan, Gubernur Banten: Saya Bangga

BANTEN | Jalan Tol Serang-Panimbang, Seksi I Serang-Rangkasbitung akhirnya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Berlangsung di Gerbang Tol Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada Selasa, (16/11). Peresmian...

Perhatian! Mulai Besok Polisi Lakukan Operasi Zebra

  TANGERANG | Selama dua pekan, Direktorat Lalu lintas (Ditlantas) Polda Banten dan jajaran akan menggelar operasi Zebra Maung 2021. Mulai Senin, 15 hingga 28...

Gubernur Banten Dukung Kehadiran JMSI Banten 

SERANG | Gubernur Banten Wahidin Halim mendukung kehadiran organisasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) tingkat Provinsi di wilayahnya.  Wahidin Halim mengatakan, di Banten ini banyak...

Petugas Hotel Pandeglang Raya Temukan Mayat Tak Berbusana

BANTEN | Petugas hotel di Pandeglang menemukan seorang pria tak bernyawa. Terbujur kaku dan tidak berbusana. Belakang diketahui pria tersebut berasal dari Lebak. Pria berusia...

HMB Minta BKD Banten Bersih Dari Praktik Jual Beli Jabatan

BANTEN | Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten harus memperhatikan beberapa dasar saat melakukan pengisian jabatan birokrasi. Seperti kualifikasi, kompetensi, kualitas kinerja, dan rekam...

IKLAN

SEPUTAR DESA

Ini Jadwal dan Tahapan Pilkades Serentak Kabupaten Tangerang

TANGERANG | Jadwal tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 77 desa se-Kabupaten Tangerang telah selesai dibahas. Bahkan sudah mulai disosialisasikan oleh dinas terkait. Mulai...

Banyak Kejanggalan, Belasan Warga Cibadak Datangi Kecamatan, Persoalkan Penggunaan Dana Desa

TANGERANG | Penggunaan dana desa sejatinya diprioritaskan untuk membiayai pembangunan, pemberdayaan, dan penyelenggaraan pemerintahan desa. Transparansi penggunaan Dana Desa mutlak adanya. Agar publik bisa mengetahui....

Realisasi Pembangunan Desa Bantar Panjang Banyak Masalah, Camat Tigaraksa Tetap Rekomendasi Pencairan

TANGERANG | Carut-marut realisasi pembangunan Desa Bantar Panjang Kecamatan Tigaraksa tidak berarti kucuran dana dari pemerintah tersendat. Hal ini terbukti dari terus berlangsung pencairan dana...

Refleksi 7 Tahun UU Desa: Ingat, Desa Membangun, Bukan Membangun Desa

TANGERANG | Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa sudah memasuki tahun ketujuh. Sejak disahkan pada 15 Januari 2014. Dalam rangka refleksi 7 tahun terbitnya...

Pengumuman: Pilkades Tangerang Digelar Juli 2021

TANGERANG | Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 77 desa se-Kabupaten Tangerang akan digelar bulan Juli tahun ini. Adapun terkait tahapan dimulai pada...

Pemdes Pete Tetapkan 362 Penerima BLT Dana Desa

TANGERANG | Pemerintahan Desa Pete Kecamatan Tigaraksa melakukan Musyawarah Desa. Agenda tersebut membahas validasi, finalisasi, serta penetapan calon penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang...

Serdang Wetan Wakili Banten Dalam Ajang Pemilihan Desa Brilian Bacth 1 Tingkat Nasional

TANGERANG | Penghargaan tingkat nasional diberikan kepada 10 desa pada program Desa Brilian Bacth 1 tahun 2021 oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI). Salah satunya...