Memaknai “Tinggal Di Rumah” Saat Pandemi Corona


Oleh: Deni Darmawan*

MERABAKNYA Covid-19 yang terus meningkat di Indonesia, membuat pemerintah mengimbau untuk melakukan social distancing atau physical distancing.

Elemen masyarakat pun tak ketinggalan, membuat hastag di rumah saja (#dirumahsaja). Bahkan, jika perlu  yang menyerukan hastag tersebut melibatkan rakyat kecil. Agar masyarakat menjadi garda terdepan untuk mengedukasi dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

Tepatnya hari Jumat (20/03) Pemrov DKI, MUI, dan DMI mengimbaukan segala aktivitas terutama salat Jumat yang biasa dilaksanakan di masjid-masjid agar bisa ditiadakan dan diganti dengan salat zuhur di rumah masing-masing.

Reaksi berbagai elemen masyarakat pun muncul, ada yang pro dan kontra. Bahkan perbedaan padangan ini berlanjut ke perdebatan di media sosial.

Ada sebagian dari tokoh agama di masyarakat menyatakan “Jangan takut sama virus corona, tapi takutlah kepada Allah saja”.

Pernyataan tersebut menurut penulis harus hati-hati untuk dipahami, bahkan bisa jadi gagal paham membandingkan takut corona dengan takut Allah. Hakikatnya semua musibah, bencana dan segala ujian termasuk wabah virus corona merupakan dari Allah SWT.

Namun, bagaimana sikap orang-orang beriman termasuk bagaimana sikap Nabi Muhammad SAW., dan para sahabat tatkala menghadapi wabah mematikan.

Nabi Muhammad adalah utusan Allah SWT., sebaik-baik contoh dan teladan. Beliau juga orang yang paling takut kepada Allah. Dalam menyikapi wabah atau virus, Rasulullah memberi peringatan kehatian-hatian kepada sahabat dan umatnya terhadap orang yang terkena penyakit menular atau wabah.

Bahkan beliau memperingakan kepada umatnya agar jangan berada di dekat atau jaga jarak (social/physical distancing) orang yang terkena penyakit menular. Atau jangan masuk ke wilayah yang terkena wabah, bahkan me-lockdown jika ada wilayah yang terkena wabah.

Begitu banyak dalil yang menunjukkan hal demikian yang dikeluarkan melalui fatwa MUI untuk menjaga keselamatan jiwa dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Oleh sebab itu, pemerintah berupaya melibatkan para tokoh agama untuk bisa mengajak masyarakat beribadah di rumah.

Di samping itu, masyarakat juga jangan egois dalam beribadah, tanpa mengindahkan seruan MUI yang mempunyai otoritas penuh demi menjaga jiwa dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Niat salat Jumat dan salat fardhu yang biasa kita lakukan, jika dilakukan di rumah pun akan mendapat pahala yang sama. InsyaAllah.

Jika kita memahami kondisi demikian, kenikmatan beribadah bersama keluarga pun akan terasa. Sebagaimana Allah SWT., berfirman dalam surat An-Nahl ayat 80: “Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal untukmu”.

Imam Ibnu Katsir menuturkan, Allah SWT mengingatkan kesempurnaan nikmat kepada hamba-Nya berupa rumah tempat tinggal.

Fungsi rumah untuk memberikan ketenangan, tempat berteduh dari panas dan hujan, berlindung dari segala macam bahaya, serta banyak manfaat yang lainnya. Bahkan pada ayat lain, Allah SWT memerintahkan agar  rumah menjadi tempat beribadah dan mengkaji ilmu.

Bagi siswa atau mahasiswa di masa pandemi covid saat ini bisa dimanfaatkan untuk learn from home (LFH) secara daring. Agar di rumah mendapat begitu banyak pahala, tentu kata Nabi SAW jangan jadikan rumah kita seperti kuburan, yang sepi tanpa ibadah dan pembacaan ayat suci Al-Quran atau hal produktif lainnya untuk ibadah. Ini menjadi momen untuk kita agar bisa lebih dekat kepada Allah SWT dan keluarga.

Bukan sekadar tinggal menetap di rumah, namun menyiapkan rumahku menjadi surgaku. Doa dan munajat dari setiap penghuni rumah yang salih sangat berkontribusi untuk keselamatan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Surat Edaran yang bernomor 6 tahun 2020 dari menteri agama (Menag) dan organisasi Islam PBNU mengimbau seluruh masyarakat untuk menyambut gembira kedatangan bulan suci Ramadhan 1441 H. Agar menyelenggarakan salat tarawih dan Idulfitri di rumah masing-masing. Edaran tersebut mengatur mengenai pelaksanaan salat tarawih agar dilaksanakan oleh keluarga inti di rumah masing-masing.

Semoga rumah yang kita tinggali menjadi menjadi tempat dalam meraih pahala, mendatangkan rahmat, ampunan, kebahagiaan dan menjadi surga bagi yang menempatinya.  

*Penulis adalah Dosen Agama Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang Tangerang Selatan

 8,699 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

VINUS TV

BERITA TERBARU

MUI Banten: Bagi Yang Aksi Jangan Anarkis

BANTEN | Serangkaian aksi demonstrasi menolak pengesahan UU Omnibus Law di beberapa wilayah berakhir ricuh bahkan terlihat anarkis. Termasuk di Provinsi Banten. Melihat kondisi demikian,...

Sempat Disoal, Pimpinan Baznas Tangerang Tetap Dilantik

TANGERANG | Lima pimpinan Baznas Kabupaten Tangerang akhirnya dilantik. Meski sebelumnya sempat disoal publik. Pelantikan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tangerang Mad Romli. Bertempat di...

Terkait Kisruh Dualisme KNPI, Pemerintah Hanya Undang Satu Kubu

TANGERANG | Kisruh dualisme KNPI Kabupaten Tangerang terus mencuat. Terutama saat Bupati Tangerang ingkar janji. Soal hibah. Bahkan, imbas dari itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga,...

Gonjang-Ganjing KNPI Tangerang: Dua Gerbong Berebut Tahta, Siapa Layak?

Oleh: Aditya Hidayatulloh OPTIMISME pembaruan pemuda mestinya tak perlu diragukan. Terutama dalam konsep, ide, dan gagasan. Mengingat usia begitu produktif. DPD KNPI Kabupaten Tangerang sebagai wadah...

GEMA MA: Penangkapan Aksi Anarkis Omnibus Law Sudah Tepat

PANDEGLANG | Ketua Umum Generasi Muda Mathla'ul Anwar (GEMA MA) Ahmad Nawawi angakat bicara soal aksi penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja yang banyak...

Rujak Bebek Mang Enjon, Layani Panggilan Tujuh Bulanan

TANGERANG | Indonesia memang terkenal dengan bebagai macam kulinernya. Setiap daerah mempunyai makanan tradisional yang menjadi ciri khas. Salah satunya Rujak Bebek (dibaca menggunakan ê...

Seleksi Dewan Pengawas PD Pasar Niaga Kerta Raharja Sudah Dibuka

TANGERANG | Pengumuman seleksi calon dewan pengawas PD Pasar Niaga Kerta Raharja Kabupaten Tangerang resmi dibuka. Mulai tanggal 15 dan berakhir pada 17 Oktober...

Petaka Omnibus Law dan Rezim Komprador

Oleh: Almukromin AKHIR-AKHIR ini, obrolan tentang Omnibus Law menjadi hangat khalayak luas. Mulai dari forum kajian, diskusi mahasiswa, hingga obrolan warung kopi masyarakat kecil. Sebuah...

Gelar Mimbar Bebas, KNPI Tangerang Minta Bupati Tuntaskan Berbagai Pesoalan

TANGERANG | DPD KNPI Kabupaten Tangerang menggelar Mimbar Bebas dalam momentum hari jadi ke-388 Kabupaten Tangerang. Bertempat di depan Gedung Bupati, pada Kamis, (15/10). Dalam...

IKLAN

BERITA TERPOPULER

Warga Sekitar Kawasan Millenium Butuh Pekerjaan, Pabrik Lebih Memilih Titipan Dinas

TANGERANG | Puluhan warga berunjuk rasa di depan PT Green Source Indonesia (GSI) yang berlokasi Kawasan Industri Millenium Kelurahan Kaduagung Kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang. Tidak...

Digugat LBH Ansor, Alfian Tanjung Tak Punya Nyali Datangi Pengadilan

TANGERANG | Kasus penghinaan oleh Alfian Tanjung terhadap Banser terus berlanjut. Ketua Umum GP Ansor Gus Yaqut Cholil Qoumas didampingi pengacara LBH Ansor beserta...

Pungli Masuk Sekolah SMPN 1 Jambe Disoal

TANGERANG | Pungutan liar kerap dilakukan di berbagai institusi oleh oknum berwatak korup. Tak terkecuali pada lembaga pendidikan. Terlebih pada proses Penerimaan Peserta Didik...

Kurang Dari 1×24 Jam Polresta Tangerang Bekuk Pelaku Vandalisme dan Perobek Al Qur’an

TANGERANG | Penangkapan pelaku pencoretan musala di Perumahan Villa Tangerang Elok Kelurahan Kuta Jaya Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang dilakukan kurang dari 1 x...

Orang Tidak Dikenal Robek Al Qur’an dan Coret Musala di Tangerang

TANGERANG | Sebuah musala di Perumahan Villa Tangerang Elok Kelurahan Kutajaya Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang penuh dengan coretan. Setidaknya ada empat tulisan di dinding...

Ricuh Aksi Penolakan Omnibus Law, 8 Mahasiswa Tangerang Ditangkap Polisi

  TANGERANG | Sebanyak 8 orang mahasiswa di tahan Polresta Tangerang. Mereka ditangkap saat aksi menolak Omnibus Law. Di Lampu Merah, Jalan Pemda Tigaraksa pada...

Warga Jayanti Keluhkan Debu Pabrik Gula

TANGERANG | Debu hitam yang dihasilkan dari cerobong asap milik PT Berkah Manis Makmur banyak dikeluhkan warga sekitar. Pabrik berproduksi gula putih tersebut berlokasi di...

IKLAN

BERITA TERKAIT

Gonjang-Ganjing KNPI Tangerang: Dua Gerbong Berebut Tahta, Siapa Layak?

Oleh: Aditya Hidayatulloh OPTIMISME pembaruan pemuda mestinya tak perlu diragukan. Terutama dalam konsep, ide, dan gagasan. Mengingat usia begitu produktif. DPD KNPI Kabupaten Tangerang sebagai wadah...

Petaka Omnibus Law dan Rezim Komprador

Oleh: Almukromin AKHIR-AKHIR ini, obrolan tentang Omnibus Law menjadi hangat khalayak luas. Mulai dari forum kajian, diskusi mahasiswa, hingga obrolan warung kopi masyarakat kecil. Sebuah...

Literasi di Tengah Industri

Oleh: Aditya Hidayatulloh SEJAK Tahun 1975, Kabupaten Tangerang sudah ditetapkan sebagai wilayah industri. Tebukti Dengan banyaknya perusahaan di daerah ini. Tak kurang dari 4.400 perusahaan. Oleh...

Pilkada Saat Pandemi; Antara Kepentingan Partai Politik Dan Kesehatan Masyarakat

Oleh: Abdul Haris SETELAH awal penyebaran Covid-19 dianggap sepele, kini pemerintah kembali menganggap enteng kondisi saat ini: Pilkada akan tetap dilanjutkan di tengah pandemi. Tentu ini sangat...

Omnibus Law Dalam Gambaran Serat Kalatidha

Oleh: Ian Hidayat SENAYAN, 5 Oktober 2020. Menjadi hari yang membuat gerah setiap elemen masyarakat. Bagaimana tidak, tepat pada tanggal itu DPR RI mengesahkan RUU...

Refleksi 20 Tahun Usia Banten

Oleh: Firmansyah PROVINSI Banten genap berusia 20 tahun tepat hari ini, 04 Oktober 2020. Sebelumnya, Banten bagian dari Provinsi Jawa Barat. Mengalami pemekaran pada tahun...

BLK Kabupaten Tangerang, Program Unggul Tapi Tumpul

Oleh: Suryadi* DIJULUKI sebagai kota seribu industri, tentu saja sebutan itu tidak timbul dengan sendirinya tanpa ada faktor yang melatarbelakangi. Selain Cikarang, Kabupaten Tangerang juga memiliki...

IKLAN

SEPUTAR BANTEN

MUI Banten: Bagi Yang Aksi Jangan Anarkis

BANTEN | Serangkaian aksi demonstrasi menolak pengesahan UU Omnibus Law di beberapa wilayah berakhir ricuh bahkan terlihat anarkis. Termasuk di Provinsi Banten. Melihat kondisi demikian,...

GEMA MA: Penangkapan Aksi Anarkis Omnibus Law Sudah Tepat

PANDEGLANG | Ketua Umum Generasi Muda Mathla'ul Anwar (GEMA MA) Ahmad Nawawi angakat bicara soal aksi penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja yang banyak...

Gelar Unjuk Rasa, HMI Desak Gubernur Banten Tolak Omnibus Law

SERANG | Aksi penolakan disahkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja masih terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Tak terkecuali di Banten. Kali ini unjuk rasa...

Eko Supriatno: Soliditas Partai Pengusung dan Relawan Kunci Kemenangan Thoni-Imat

PANDEGLANG | Adu program atau gagasan para calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pandeglang disajikan semenarik mungkin. Tujuannya tidak lain untuk menggaet calon pemilih...

Aksi Penolakan Omnibus Law di Depan Kampus UIN Serang Ricuh

SERANG | Aksi mahasiswa di depan Kampus UIN Serang ricuh. Polisi mengeluarkan tembakan gas air mata. Meminta mahasiswa untuk membubarkan diri. Kabid Humas Polda Banten...

Dinilai Gagal Tangani Covid-19, Mahasiswa Bawakan Keranda Untuk Pemkab Pandeglang

PANDEGLANG | Ada sebuah pemandangan berbeda di halaman Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pandeglang, pada Jumat malam, (2/10). Sebuah keranda mayat dibawa sejumlah mahasiswa dalam gelaran...

Lingkar Peradaban: Isu Kemunculan PKI Untuk Kepentingan Politik

SERANG | Isu sara dan kebangkitan komunis terus berkembang dan tak pernah terkikis. Padahal masih banyak pembahasan yang lebih bermutu, tapi mengapa politik ketakutan...

IKLAN

SEPUTAR DESA

Banyak Kejanggalan, Belasan Warga Cibadak Datangi Kecamatan, Persoalkan Penggunaan Dana Desa

TANGERANG | Penggunaan dana desa sejatinya diprioritaskan untuk membiayai pembangunan, pemberdayaan, dan penyelenggaraan pemerintahan desa. Transparansi penggunaan Dana Desa mutlak adanya. Agar publik bisa mengetahui....

Realisasi Pembangunan Desa Bantar Panjang Banyak Masalah, Camat Tigaraksa Tetap Rekomendasi Pencairan

TANGERANG | Carut-marut realisasi pembangunan Desa Bantar Panjang Kecamatan Tigaraksa tidak berarti kucuran dana dari pemerintah tersendat. Hal ini terbukti dari terus berlangsung pencairan dana...

Pemdes Pete Tetapkan 362 Penerima BLT Dana Desa

TANGERANG | Pemerintahan Desa Pete Kecamatan Tigaraksa melakukan Musyawarah Desa. Agenda tersebut membahas validasi, finalisasi, serta penetapan calon penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang...

Soal Potongan Dana BLT, TSW Minta Polres Panggil Kepala Desa Pasanggrahan

TANGERANG | Musibah tidak menjadi pelajaran dan bahan muhasabah bagi Pemerintahan Desa Pasanggrahan Kecamatan Solear. Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai bentuk Jaring Pengaman Sosial (JPS)...

Hidup Seorang Diri, Lansia Tuna Netra Di Solear Tinggal Di Rumah Tak Layak Huni

TANGERANG | Sudah sepuluh tahun, Iyah hidup menjanda dengan kondisi yang sangat memilukan. Sejak ditinggal Safri, suaminya, perempuan berusia 80 tahun dan tuna netra...

Agar Terhindar Virus Corona, Umat Islam Harus Perhatikan Makanan Haram Dan Halal

TANGERANG | Umat Islam harus memperhatikan hukum makanan yang haram dan halal. Hal itu sangat penting agar terhindar dari berbagai macam penyakit seperti virus...

Isi Kegiatan Positif Saat Ramadan, Buncarukh Bagi-Bagi Sembako

TANGERANG | Forum Silaturahmi Pemuda Buncarukh menggelar aksi sosial berupa pembagian sembako kepada guru ngaji dan ustad kampung di Desa Pasanggrahan Kecamatan Solear Kabupaten...