spot_img

Direktur Visi Nusantara Raih Penghargaan dari KI Banten

Foto: Direktur Visi Nusantara, Subandi Musbah, saat menerima penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Provinsi Banten.

BANTEN | Pentingnya keterbukaan informasi tak akan berarti jika masyarakat hanya menjadi penonton.

Hal itu dikatakan Direktur Visi Nusantara, Subandi Musbah, usai menerima penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Provinsi Banten Tahun 2025 dalam kategori Life Achievement dari Komisi Informasi (KI) Banten.

Menurutnya, keterbukaan informasi publik adalah instrumen penting untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan. Transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi hanya bisa tercapai apabila publik turut memberikan tekanan positif. Di sinilah peran civil society menjadi nyala kecil yang menjaga bara demokrasi tetap menyala.

Baca Juga

“Publik pun memiliki tanggung jawab yang sama pentingnya. Keterbukaan informasi tak akan berarti jika masyarakat hanya menjadi penonton. Peran publik menggunakan informasi itu untuk berpartisipasi, mengkritisi, dan memberi masukan terhadap kebijakan,” ujarnya.

Subandi menekankan, partisipasi masyarakat mulai dari membaca laporan pembangunan, mengikuti musyawarah desa, hingga menyampaikan kritik berbasis data merupakan wujud nyata demokrasi yang hidup.

“Kita sering mendengar tentang good governance, atau pemerintahan yang baik. Namun, tak ada pemerintahan yang baik tanpa keterbukaan. Dan tak ada keterbukaan tanpa masyarakat yang peduli. Semua ini saling berkait,” kata alumni Sekolah Demokrasi.

Lebih lanjut, Subandi menuturkan keterbukaan informasi adalah kerja bersama antara pemerintah, masyarakat sipil, dan publik. Pemerintah membuka akses, civil society menjaga transparansi, sedangkan publik memastikan akuntabilitas berjalan. Kesadaran kolektif inilah yang kini mulai tumbuh di banyak daerah.

Penghargaan ini, tambahnya, bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat bahwa perjuangan keterbukaan informasi terus berjalan dan memerlukan kesadaran kolektif dari berbagai pihak.

“Lebih dari itu, penghargaan ini juga menjadi bentuk apresiasi bagi kerja-kerja civil society. Sebab di balik meningkatnya skor keterbukaan informasi sebuah daerah, ada kerja sunyi para aktivis, jurnalis, dan komunitas yang terus mendorong agar setiap data dibuka,” ungkap Subandi.

Ia menekankan, perjuangan keterbukaan informasi tidak berhenti di meja penganugerahan. Masih banyak ruang yang perlu diterangi, data yang perlu dibuka, serta masyarakat yang harus disadarkan akan haknya terhadap informasi publik.

“Bagi saya pribadi, penghargaan ini bukan akhir dari perjalanan, tapi justru awal dari tanggung jawab baru. Karena setiap penghargaan sejatinya merupakan pengingat. Bahwa perjuangan keterbukaan informasi belum selesai,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Subandi Musbah menyampaikan terima kasih kepada Komisi Informasi Banten, rekan jurnalis, aktivis, dan masyarakat sipil yang terus menyalakan semangat transparansi di tengah tantangan zaman.

“Terakhir, saya merasa terhormat telah menerima Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025. Penghargaan ini bukan semata-mata pengakuan pribadi, tetapi bentuk apresiasi atas kerja kolektif banyak pihak yang selama ini berjuang menjaga transparansi dan akuntabilitas,” tutupnya. | Fjr

Loading

VINUS TV

BERITA TERBARU

IKLAN

spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

IKLAN

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERKAIT

IKLAN

spot_img

SEPUTAR BANTEN

IKLAN

spot_img

SEPUTAR DESA

Masyarakat Pasir Bolang Demo Alfamart