
BANTEN | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten tengah melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih untuk Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024.
Setidaknya, sebanyak 33.161 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) diterjunkan KPU guna melakukan Coklit secara door to door kepada masyarakat yang masuk ke dalam data pemilih.
Dalam keterangannya, Komisioner KPU Banten Agus Sutisna mengatakan, untuk melaksanakan tahapan Coklit tersebut, pihaknya melibatkan 33.161 Pantarlih.
Baca Juga
- Timsel Umumkan Pendaftaran Calon Anggota KPU Banten
- Terancam Tidak Bisa Nyoblos, KPU Banten Akan Fasilitasi Ribuan Tahanan dan Narapidana
Menurut Agus, banyaknya jumlah Pantarlih tersebut sama dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Banten yaitu: 33.161 TPS.
“Total se-Banten itu ada 33.161 orang. Pantarlih ini basisnya TPS. Jadi satu TPS, satu petugas pemutahiran data pemilih,” ungkapnya pada Selasa, (14/02).
Ia menambahkan, Pantarlih ini merupakan salah satu unsur dari Badan Ad Hoc setelah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
“Tugas utamanya ini melakukan pencocokan data pemilih secara langsung atau door to door ke rumah warga. Dan memastikan apakah pemilih tersebut masih ada, sudah meninggal atau pindah domisili,” ucapnya.
Dalam Coklit ini, lanjut Agus, pihaknya terlebih dahulu menyasar tokoh publik seperti Abuya Muhtadi di Pandeglang, Bupati Iti Octavia Jayabaya di Lebak dan Walikota Serang.
Hal itu dilakukan untuk nilai publikasi sekaligus agar para tokoh publik tersebut juga melakukan sosialisasi dan mengajak masyarakat agar mendukung Pantarlih dalam melakukan tugasnya.
“Kemarin teman-teman juga membuat testimoni yang isinya mengajak masyarakat untuk menyukseskan tahap pencocokan data pemilih ini,” pungkasnya. |HR
![]()









