
BANTEN | Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta bersama Gerakan Hak Asasi dan Reformasi Indonesia Sejahtera (GHARIS) yang tergabung dalam koalisi 23 organisasi mahasiswa lintas daerah, pemuda, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menggelar aksi unjuk rasa di Kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Senin (05/01).
Aksi tersebut menyoroti tragedi kemanusiaan akibat banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, yang dilaporkan telah menelan sebanyak 1.167 korban jiwa.
Unjuk rasa ini telah dikonfirmasi oleh otoritas keamanan dan menjadi sorotan media utama. Mengutip pemberitaan Kompas, pihak kepolisian telah menyiagakan sejumlah 871 personel.
Baca Juga
- HMB Jakarta Nilai Wahidin Halim Gagal Bangun Komunikasi dengan Buruh
- HMB Minta BKD Banten Bersih Dari Praktik Jual Beli Jabatan
“Aksi unjuk rasa dari Gerakan Hak Asasi dan Reformasi Indonesia Sejahtera,” ujar Kasi Humas Polres Jakarta Pusat, Iptu Erlin Sumantri.
Ketua Umum GHARIS sekaligus Koordinator Aksi, Simanjuntak menegaskan, bahwa ribuan nyawa yang melayang di Sumatra adalah korban dari Bencana Antropogenik, bencana yang dipicu oleh tangan manusia melalui kebijakan industri ekstraktif yang merusak hulu Daerah Aliran Sungai (DAS). Ia juga mengecam keras narasi pemerintah yang ingin terus mengembangkan lahan sawit yang menggerus hutan.
“Negara tidak peka, ada yang menyalahkan hujan, ada yang bilang mencekam di media sosial, ada yang menyinggung peran mahasiswa, ada bahasa sabotase hingga biadab bagi pencabut baut yang tidak di ketahui siapa dan lainya. Ini adalah kejahatan ekologis dan pengabaian kemanusiaan yang nyata,” tegas Simanjuntak.
Dalam orasinya, Koalisi Jakarta secara tegas menyerukan agenda “Bersihkan Kabinet” dengan mendesak Presiden untuk mencopot pejabat yang dinilai gagal dan tidak memiliki kepekaan terhadap krisis. Adapun pejabat yang disoroti meliputi:
- Mendagri Tito Karnavian dinilai meremehkan kepastian hukum tata kelola darurat bencana .
- Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dikritik keras karena lebih memilih dinas ke Rote saat Sumatra dalam kondisi darurat dan mendukung sikap DPR diminta Menhut untuk mundur.
- Zulkifli Hasan, bertanggung jawab atas kebijakan pelepasan kawasan hutan masa lalu dan hadir seolah pahlawan.
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dituding mengelak dengan menyalahkan curah hujan dan membohongi presiden tekait 97% listrik siap dinyalakan.
- Kepala BNPB dinilai gagal dalam koordinasi manajemen bencana di lapangan dan lamban.
- Pejabat lainnya termasuk dari unsur TNI dan BGN yang dinilai menciptakan polemik dan potensi fitnah di tengah penderitaan rakyat.

Sementara itu, Ketua Umum HMB Jakarta, Deri Ardiansyah, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan wujud manifesto persatuan. Ia menyebut, meski duka mendalam dirasakan di Sumatra, dukungan datang dari mahasiswa berbagai daerah, mulai dari Banten, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Hal ini dimaksudkan untuk meneguhkan semangat kebangsaan sekaligus menegaskan bahwa ketidakadilan yang menimpa satu daerah merupakan luka bersama bagi seluruh bangsa.
“Kami berdiri di sini untuk memastikan bahwa Sumatera tidak sendirian. Fokus kita adalah musuh bersama, kebijakan yang merusak alam dan mengabaikan nyawa rakyat!,” serunya.
Hal senada disampaikan Ketua umum GHARIS Jakarta, Rafi Ammar menyatakan dugaan kuat musibah ini bisa di susul daerah lain.
“Sekarang Sumatera, tapi mungkin besok bisa saja Kalimantan, Papua dan wilayah lainnya. Kita generasi muda tidak mau warisan kekacauan,” pungkasnya.
Dalam aksi tersebut, Koalisi Jakarta untuk Sumatra menyampaikan lima tuntutan utama, yakni:
- Deklarasikan Status Bencana Nasional segera.
- Moratorium Total izin industri di seluruh hulu DAS Indonesia..
- Pecat Pejabat Inkompeten yang terdaftar dalam tuntutan koalisi.
- Permintaan Maaf Terbuka dari Presiden atas kegagalan kebijakan ekologis.
- Restorasi Lingkungan sebagai langkah jangka panjang pencegahan bencana.
Aksi hari ini ditutup dengan penggalangan dana kemanusiaan di kawasan Patung Kuda sebagai bentuk solidaritas nyata mahasiswa bagi para korban di Sumatera.
Barisan solidaritas: DPP GHARIS, GHARIS Jakarta, HMB Jakarta, DPP Himakotas, IMT Ciputat, KMM Ciputat (Minangkabau), IMPP Jakarta, KPMDB (Brebes), KBM Galuh Jaya, KM Jambi UIN, Forum Mahasiswa Lamongan, Ikatan Mahasiswa Gresik, PM Kalsel, PM Bekasi, PM Indramayu, Dedikasi Riung Mahasiswa Garut, Permala Jakarta, Himasultra Jakarta, HUPI dan Silaturahmi Mahasiswa Sumatera Selatan (SIMS), Keluarga Mahasiswa Sunan Gunung Djati (KMSGD) dan BEM STIAMI. | Fjr
![]()









