
PANDEGLANG | Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Cibarani, Kecamatan Cisata, pada Jumat (05/12) sore memicu banjir yang merendam sejumlah kampung. Air yang naik dengan cepat langsung menerjang permukiman warga hingga membuat aktivitas masyarakat setempat terhenti.
Dalam rekaman video yang beredar, genangan air tampak memenuhi kawasan Kampung Cirukap. Tingginya bahkan mencapai setinggi pinggang orang dewasa, memaksa warga buru-buru mengungsi sambil menyelamatkan barang berharga.
Roni, warga setempat, menyampaikan bahwa banjir datang begitu tiba-tiba sehingga banyak warga tak sempat mengamankan seluruh barang di dalam rumah.
Baca Juga
- Terus Diguyur Hujan, 3 Kecamatan di Pandeglang Kebanjiran
- Curah Hujan Tinggi, Belasan Desa di Pandeglang Terendam Banjir
“Air mulai naik tiba-tiba sekitar sore. Hanya dalam hitungan menit sudah masuk ke rumah-rumah. Banyak warga yang panik karena arusnya cukup deras,” ujarnya.
Menurut Roni, banjir kali ini merupakan salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Ia berharap pemerintah segera memberikan bantuan dan melakukan langkah penanganan agar warga bisa beraktivitas normal kembali.
“Kami berharap ada bantuan segera, terutama kebutuhan dasar. Selain itu, sungai di sekitar sini juga perlu dinormalisasi supaya kejadian seperti ini tidak terulang,” tambahnya.
Hingga kini belum ada laporan korban jiwa. Meski begitu, warga berharap pemerintah daerah segera hadir untuk memberikan penanganan darurat, mulai dari pendataan kerusakan hingga penyaluran logistik bagi keluarga yang terdampak.
Banjir ini diduga dipicu oleh tingginya curah hujan yang membuat aliran sungai meluap. Warga juga diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir susulan, mengingat intensitas hujan di wilayah Pandeglang masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. | Fjr
![]()









