
TANGERANG | Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Banten angkat bicara terkait insiden ambruknya plafon ruang kelas X di SMAN 5 Kabupaten Tangerang.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (22/01) sekitar pukul 08.00 WIB, saat proses kegiatan belajar mengajar (KBM) sedang berlangsung.
Kasi SMA Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Wilayah Kabupaten Tangerang, Nunung Syarif Hidayat menjelaskan, awalnya, insiden itu dilaporkan hanya mengakibatkan tiga siswa mengalami luka ringan. Namun, hasil pendataan terbaru menunjukkan jumlah korban bertambah menjadi 12 siswa, terdiri dari dua siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan.
Baca Juga
- Atap Kelas SDN Kedung Dalem 2 Ambruk, 11 Siswa Terluka
- Akibat Cuaca Ekstrem, Belasan Rumah Warga di Tangerang Rusak
“Adapun korban yang mengalami luka berjumlah 12 orang, terdiri dari dua laki-laki dan 10 perempuan,” ujar Nunung saat dikonfirmasi wartawan.
Nunung menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung di kelas X saat guru mata pelajaran Geografi, Syifa Salsabila, tengah mengajar. Saat itu, ruang kelas diisi sekitar 15 hingga 20 siswa.
Diketahui sebelumnya, plafon kelas tersebut sudah mengalami kerusakan berupa lubang di bagian tengah serta rembesan air hujan. Pada saat kejadian, hujan dengan intensitas cukup tinggi memang sedang mengguyur wilayah Kabupaten Tangerang.
Tak lama setelah KBM dimulai, terdengar suara mencurigakan dari plafon, bahkan seperti suara binatang berlari. Beberapa saat kemudian, plafon ambruk secara tiba-tiba dan menimpa siswa serta guru yang berada di dalam ruangan.
“Plafon ambruk secara bersamaan dan mengenai siswa serta guru yang sedang belajar,” ungkapnya.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Para korban hanya mengalami luka ringan hingga sedang, seperti memar dan goresan. Seluruh korban langsung dievakuasi ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS) untuk mendapatkan penanganan medis serta pendampingan karena mengalami trauma.
“Setelah berkoordinasi dengan beberapa pihak dan demi keselamatan guru serta siswa, diputuskan seluruh siswa dipulangkan. Kegiatan pembelajaran selanjutnya dilaksanakan secara daring,” tandasnya. | Fjr
![]()









