
PANDEGLANG | Dampak El Nino atau fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) belakangan semakin terasa di berbagai wilayah Provinsi Banten.
Teranyar, ada 23 desa dari 8 kecamatan di Kabupaten Pandeglang tengah dilanda kekeringan. Krisis air bersih. Sejak awal Agustus 2023.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, Rahmat Zultika. Menurutnya, sejak awal bulan ini beberapa wilayah mengalami kekeringan.
Baca Juga
- Dugaan Penggelapan Dana BSM, Mantan Kepsek SMAN 3 Pandeglang Ditangkap Polisi
- Dua Dari 326 Desa Di Pandeglang Belum Bisa Cairkan Dana Desa
“Setidaknya sejak awal Agustus sudah ada sekitar 23 desa dari 8 kecamatan yang meminta bantuan air bersih kepada kami,” ungkap Rahmat kepada awak media pada Selasa, (22/08).
Warga di delapan kecamatan tersebut kata Rahmat, saat ini mulai dilanda krisis air bersih. Diantaranya, Kecamatan Patia, Karangtanjung, Sukaresmi, Cadasari, Cikeusik, Sobang, Mandalawangi dan Kecamatan Angsana.
Untuk mengurangi dampak krisis air bersih, pihaknya melakukan pengiriman bantuan air bersih untuk warga menggunakan mobil tangki milik BPBDPK Pandeglang.
Namun, lanjut Rahmat, hal itu dirasa masih kurang maksimal lantaran keterbatasan armada untuk mengangkut bantuan air bersih tersebut.
“Yang ada hanya 2 unit mobil tangki, itu pun satunya milik pemadam kebakaran. Jadi per harinya kita bisa kirim air bersih untuk warga hanya 2 mobil,” ucapnya.
Bagi warga yang saat ini membutuhkan bantuan air bersih, lanjut Rahmat, pihaknya menyarankan untuk meminta bantuan kepada instansi lain seperti, Perumdam Pandeglang, Dinas Perumahan dan Pemukiman Provinsi Banten dan BPBD Banten.
Ia menambahkan, untuk mengantisipasi hal serupa di masa yang akan datang, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak desa agar membuat sumur bor.
“Agar dikemudian ketika terjadi kemarau, desa memiliki cadangan sumber air bersih untuk kebutuhan warganya,” pungkasnya. |HR
![]()









