
KOTA TANGERANG | Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Tangerang, Sabtu (28/02), diwarnai aksi unjuk rasa sejumlah mahasiswa yang menyoroti berbagai persoalan mendasar yang dinilai masih membelit kota tersebut.
Aksi digelar di depan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang (Puspemkot) oleh massa dari Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) dan Sentral Mahasiswa Kota Tangerang.
Koordinator lapangan aksi, Kholid Safei, menilai di usia yang telah memasuki tiga dekade lebih, Kota Tangerang seharusnya sudah menunjukkan perkembangan yang lebih signifikan.
Baca Juga
- HUT Ke-32 Kota Tangerang Diwarnai Unjuk Rasa
- SEMMI Demo Pj Wali Kota Tangerang, Evaluasi Kinerja Tahun 2024
“Dengan usia seperti ini seharusnya sudah layak berkembang, tetapi kenyataannya masih jauh dari harapan,” ujar Kholid saat berorasi.
Ia mengungkapkan sejumlah persoalan yang dianggap belum tertangani optimal, seperti penerangan jalan umum (PJU), infrastruktur jalan, pengelolaan sampah, isu lingkungan, hingga banjir yang masih kerap terjadi.
Sorotan khusus diberikan pada minimnya PJU di wilayah Tanah Gocap serta kondisi sejumlah ruas jalan rusak yang kerap dikeluhkan warga melalui media sosial. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan dan meningkatkan risiko kriminalitas pada malam hari.
“Ini persoalan dasar. Masa sudah 33 tahun, persoalan seperti ini tidak juga selesai,” tegasnya.
Ditempat yang sama, Forum Pemerhati Kebijakan Hilmi Muhammad meminta, Pemkot Tangerang lebih responsif terhadap keluhan warga serta meningkatkan pengawasan terhadap layanan dasar yang selama ini banyak dipersoalkan masyarakat.
Meski demikian, mahasiswa mengakui adanya kemajuan di sejumlah sektor seperti infrastruktur, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi. Namun, mereka menilai masih terdapat persoalan strategis yang memerlukan perhatian serius.
“Kami berharap Pemerintah Kota Tangerang serius melihat berbagai permasalahan ini tanpa tendensi rasa benci,” ucap Hilmi.
Menanggapi aksi tersebut, Wakil Wali Kota Tangerang Maryono menemui dan berdialog langsung dengan massa aksi. Ia menyatakan sejumlah tuntutan mahasiswa telah menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama terkait perbaikan jalan rusak pascamusim hujan serta peningkatan PJU.
Selain itu, Pemkot disebut terus fokus pada penanganan pendidikan, kemiskinan, kesehatan, penertiban TPS ilegal, transportasi, hingga pengelolaan anggaran.
“Kami fokus pada penataan kota agar Kota Tangerang menjadi lebih baik,” tandasnya. | Fjr
![]()









