
BANTEN | Tahun ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menaikan anggaran Bantuan Keuangan (Bankeu) bagi 8 kabupaten/kota dan 1.238 desa di Banten.
Bahkan, Pemprov Banten akan menggelontorkan dana segar ini kepada pemerintah desa empat kali lipat dari nilai yang diberikan tahun 2022 lalu.
Hal ini diungkapkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKAD) Provinsi Banten Rina Dewiyanti. Menurutnya, alokasi Bankeu bagi Pemdes di tahun ini ada kenaikan empat kali lipat dari tahun sebelumnya.
Baca Juga
- Fokus Penanganan Stunting, Muhlis Minta Pemprov Alokasikan 100 Juta Per Desa
- Desa Hanya Dapat 15 Juta Dari Banprov
Kenaikan tersebut, lanjut Rina, dalam rangka mendukung kinerja pemerintah desa pada saat menghadapi Pemilu 2024 nanti.
“Kita ingin kasih lebih. Itu juga disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” ujar Rina kepada awak media melalui telepon seluler pada Minggu, (08/01).
Apalagi, lanjut Rina, pemerintah desa dapat mendukung data guna mensukseskan Pemilu 2024 nanti. “Dengan begitu, Pemprov Banten akan menggelontorkan anggaran untuk operasional bagi pemerintah desa,” pungkasnya.
Untuk diketahui, tahun lalu, 1.238 desa di Banten mendapatkan Bankeu sebesar Rp15 juta per desa. Dari nominal itu, diperuntukan bagi penanganan stunting Rp5 juta. Dan sisanya Rp10 juta, untuk peningkatan sarana dan prasarana desa.
Tahun ini, Pemprov Banten mengalokasikan Rp74,28 miliar untuk 1.238 desa se-Banten. Artinya, masing-masing desa akan mendapatkan bantuan keuangan tersebut sebesar Rp60 juta. |HR
![]()









